Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *11

“Gue harus nemuin (namamu) malam ini juga, gue harus perbaiki semuanya” Ucap Bisma sendiri lalu bersiap siap untuk berangkat kerumahmu

***

“(namamu) nonton filim apa?” Tanya seseorang sambil menghampirimu dan duduk disampingmu

“Nih drama korea” Jawabmu diiringi senyuman, ada yang berbeda dari senyummu, wajahmu terlihat pucat

“(namamu) kamu gak papa kan?” Tanya Dicky kaget melihat kamu pucat

“Enggak kok, emang aku kenapa?” Tanyamu balik

“Oh enggak kok aku cuma nanya” Jawab Dicky tak jujur

“Uhuk, ngh” Dari tadi kamu sering batuk batuk, mata mu pun sedikit sembab

“(namamu) kamu ada masalah? Cerita aja sama aku” ucap Dicky menoleh kearahmu. Kamu hanya diam, terhanyut dalam lamunanmu

“Hei, kamu denger aku kan?” Tanya Dicky menepuk bahumu, lamunanmu pun terbuyar

“Ngh Dick, kamu pasti pernah pacaran kan. Apa kamu pernah diselingkuhin?” Tanyamu tiba tiba

“Pernah pacaran tapi kalau diselingkuhin sih enggak, setau aku pacar pacar aku gak ada yang pernah selingkuh selama pacaran sama aku” Jawab Dicky mantap

“Dicky, aku udah gak sanggup” Lirihmu pelan. “Gak sanggup apa?” Tanya Dicky tidak mengerti sama sekali

“Aku, uhuk’ udah gak sanggup didua’in” Jawabmu sedikit terbata karna batukmu

“Ha? Didua’in gimana?” Tanya Dicky masih bingung

“Kak Bisma..” Lirihmu. “Bisma selingkuh?” Tanya Dicky dengan nada tinggi. Kamu mengangguk pelan

“Kenapa bias (namamu)? Apa lagi kurang kamu? Aku gak nyangka Bisma tega” Ucap Dicky mengepal tangannya

“Engga kok, kak Bisma gak salah aku aja yang.. uhuk ngh” Suaramu terhenti, kamu jatuh dalam pelukan Dicky dalam keadaan duduk tadi

“(namamu) kamu kenapa?” Tanya dicky kaget

“Ngh aku gak papa, cuma capek dikit” Jawabmu dengan mata terpejam menahan sesak didadamu

“(NAMAMU) !!!” Teriak seseorang yang tiba tiba ada dibelakangmu dan Dicky. Kamu hanya diam karna memang kamu sangat merasa lemas saat ini

Orang itu melangkah cepat dan menarik tanganmu. “Ssttss sakit” Lirihmu tertahan

“Bisma, lo Bisma kan? Lepasin (namamu) dia lagi..” Ucapan Dicky terhenti karna Bisma melayangkan pukulannya dan mengenai pipi Dicky, membuat pelukan Dicky terenggang darimu

“Ikut kaka” Ucap Bisma menarikmu cepat membawamu agak jauh dari ruangan itu

“Ka sakit..” Lirihmu hampir tak terdengar. Bisma tak mempedulikanmu dia mendorong tubuhmu hingga tersudut kedinding rumahmu itu. Kemudian dia menempelkan tubuhnya ketubuhmu, sehingga kamu benar benar tersudut , matamu tak terbuka seutuhnya, karna memang keadaan tubuhmu tidak terlalu sehat saat ini

“kenapa kamu bikin kaka kecewa. Kenapa kamu..” Kata kata Bisma terhenti saat dia terpandang pada wajah pucatmu

“namamu)” Lirih Bisma dengan nada yang mulai rendah

“Kak tangan (namamu) sakit, lepasin kak” Lirihmu pelan melirik kearah pergelangan tanganmu yang masih digenggam kasar oleh Bisma. Seketika Bisma lansung melepaskannya

“(namamu) kamu kenapa sayang, (namamu)..” Ucap Bisma berbisik namun bernada panik, kamu mencoba tersenyum kearah Bisma, mencoba membuka matamu pelan pelan walau terasa berat

“Aku gak papa kok kak, cuma sedikit cape’” Jawabmu sambil menenggelamkan wajahmu didada Bisma. Air mata Bisma menetes begitu saja, dia seolah merasakan sakit batin dan raga yang kamu rasakan saat ini. . Bisma memelukmu dengan erat, airmatanya menetes perlahan lahan membasahi pundakmu.. Kamu semakin lemah dalam pelukan Bisma..

~Tak sempat kumengerti..
Kau tunjukkan arah saat kutersesat
Beri cahaya saat kusendiri dalam gelap
Namun waktu tak pernah lelah menunggu
Hingga akhirnya kaupun pergi
Terlambat kusadari kau teramat berarti
Terlambat kukembali dan tuk menanti kesempatan kedua yang takkan mungkin pernah ada
Baruku teringat..
Kau hembuskan angin saat kubernafas
Siramkan air saat aku dalam kekeringan
Namun tak pernah kuhiraukan semuanya
Hingga kini kaupun tiada
Terlambat kusadari kau teramat berarti…
Terlambat kukembali dan tuk menanti kesempatan kedua yang takkan mungkin pernah ada~

Lagu Cakra Khan - Setelah Kau Tiada. Cukup cocok untuk mewakili perasaan Bisma saat ini walau ada lirik yang sedikit tidak sesuai dengan keadaanmu. Namun lebih baik menyesali itu semua sekarang bukan? Mungkin masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, dari pada nanti setelah kamu benar benar pergi..

Bersambung..

@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *12

“(namamu) maafin kaka” Ucap Bisma bermaksud meminta maaf soal tuduhannya tadi, dia mengira kamu selingkuh dengan diicky, untung saja tuduhan itu belum sempat dia lontarkan lansung padamu

“Kaka gak punya salah” Jawabmu masih lemah

“ayo kita kekamar kamu, kamu gak mungkin berdiri terus kaya gini” Ucap Bisma lansung menggendong tubuhmu kedalam kamarmu. Dicky menatap sinis kearah Bisma saat kalian lewat ditempat Dicky duduk tadi

“Lo bakal kehilangan dia, kalau cara lo selalu bikin dia lemah” Gumam Dicky pelan. “Dan kalau pun lo gak akan kehilangan dia, gue yang bakal rebut dia dari lo” Lanjud Dicky Tersenyum devil

Sementara kamu dan Bisma telah sampai didalam kamarmu, Bisma membaringkan tubuhmu diranjang, Dia terlihat lesu sekali, Perasaan menyesal dan khawatir bercampur aduk dalam hatinya

Kamu hanya diam, senyum kecil tak lepas dari bibir mungilmu, kamu diam dan wajahmu mengarah pada Bisma namun matamu terpejam, bukan karna tidur tapi kamu benar benar lelah dan tak sanggup membuka matamu saat ini

“Sayang, kaka mau bicara sesuatu” Ucap Bisma sambil duduk dibangku samping ranjangmu, lalu perlahan dia menggenggam tanganmu dengan lembut. “Dudukin aku dulu kak” Pintamu lirih

“Tapi kamu lagi gak enak badan, gak papa kok kaka ngomongnya sambil kamu tiduran” Jawab Bisma menolak. “Aku maunya duduk kak” Tegasmu. Akhirnya Bisma mendudukkanmu dan menyandarkanmu kedinding. Kemudian Bisma kembali duduk dibangkunya dan kembali mengenggam tanganmu

“Kaka udah tau siapa yang bener bener tulus sayang sama kaka” Ucap Bisma memulai bicaranya

“Hem aku yakin kak Franda tulus” Sambungmu cepat. Mata Bisma berubah tatapan Benci, dia tak mau mendengar nama itu lagi. “Kaka gak mau kamu sebut sebut dia lagi” Ucap Bisma

“Kenapa? Kaka kan sayang banget sama kak Franda” Jawabmu sambil bertanya

“Dia ternyata dari awal cuma mainin kaka, jadiin kaka boneka sementara dia” Jelas Bisma. “Kaka udah putusin perempuan yang gak punya hati itu” Lanjud Bisma

“Trus gimana sama kaka, aku tau kaka sayang banget sama kak Franda, gimana sama perasaan kaka yang udah terlanjur sama sama kak Franda” Tanyamu lagi, wajahmu terlihat sedih

“Saat kaka liat sendiri dia dia ngaku Cuma mainin kaka, kaka mendadak benci sama dia, sayang kaka tuh berubah jadi jijik, ilfeel. Lagian kenapa  sih kamu malah sedih gini? Harusnya kamu seneng, kaka udah sadar sama semua ini, kaka sadar kaka sayang banget sama kamu (namamu) sayang banget” Ungkap Bisma

“Kaka..” Lirihmu pelan “Kamu jangan pernah pergi dari kaka ya, saat kamu tamat SMA nanti kaka mau nikahin kamu” Ungkap Bisma lagi. “Ha? Akukan masih kecil kak” Kamu kaget atas ungkapan Bisma tadi, ekspresimu sangat lucu sekali

“Haha kamu itu udah besar sayang, udah kelas 3 SMA juga, bentar lagi tamat kan, saat kita udah nikah nanti kamu tetap boleh kuliah kok” Jelas Bisma

“Oh gitu ya kak, yaudah deh terserah kaka hehe” Jawabmu masih sedikit bingung

 “Haha kamu lucu ya, bikin kaka gemes” Ungkap Bisma sambil mengusap pipimu

***
Sementara itu Dicky sedang menelpon seseorang
“Ya hallo, gue punya kerjaan buat lo” –Dicky
“-_________-“
“Perkosa cewek” –Dicky
“-_________-“
“Iya tapi gak beneran begok! Lo Cuma nakutin, ntar gue pura pura nyelametin” –Dicky
“-_________-“
“Besok aja, waktu dia pulang kampus sendiri” –Dicky
“-_________-“
“Enggak, nanti gue jebak cowoknya biar gak jemput dia” –Dicky
“-_________-“
“Oke jangan sampai lo sentuh dia sedikitpun, lo Cuma boleh nakutin dia” –Dicky
“-_________-“
“Bagus.” –Dicky
Telponnya pun ditutup oleh Dicky

“Dicky apa apaan lo lakuin itu semua, maksud lo apa?” Selidik Ilham yang ternyata ada dibelakang Dicky dari tadi

“Gue Cuma mau bikin (namamu) nimbulin rasanya buat gue” Jawab Dicky tersenyum sinis.

“Tapi yang lo lakuin itu bahaya, cara lo salah Dicky” Bentak Ilham lagi. Dicky hanya tersenyum kecut dan membuang muka dihadapan Ilham

“Gue gak kenal lo lagi dick, lo berubah! Mana temen gue yang dulu?” Teriak Ilham cukup keras didepan Dicky

“Sorry ham, lo emang temen gue, tapi kalau lo halangin gue soal cinta, gue bisa aja jadiin lo mangsa gue.” Ucap Dicky tersenyum sinis kearah Ilham, lalu Dicky melangkah dan mendekat kearah Ilham, dia menepuk pundak Ilham “Cinta harus diperjuanin bro, jangan coba coba ngehalang gue atau lo bakal jadi korban dikisah cinta gue” Ancam Dicky lalu pergi kekamarnya

“Enggak! Gue harus nyelesaiin masalah ini secepatnya, sebelum orang tua (namamu) pulang” Ucap Ilham sendirian

“Tring trong” Suara bell rumah berbunyi, Ilham lansung melangkah kearah pintu depan dia membuka pintu itu tiba tiba

“Ilham, how are you! Oh tante sangat kangen sekali sama kamu, oh iya (namamu) mana? Katanya (namamu) lagi sakit parah?” Tanya mama (namamu) bertubi tubi. Ilham hanya terdiam kaget, berarti niat terlambat untuk menyelesaikan semua masalah itu, dia gagal

“Ilham! Jawab dong pertanyaan tante kamu” Ucap papamu yang sejak tadi berada disamping mamamu

“Oh iya tante Ilham baik baik aja, kalau (namamu) Cuma gak enak badan doang kok tante” Jawab Ilham

“Oh no!, mana (namamu)” Tanya mamamu panik

“Dikamarnya tante” Jawab Ilham, mamamu pun lansung melangkah kearah kamarmu bersama papamu diikuti Ilham dari belakang

“Oh (namamu) mama khawatir sekali sama kamu” Ucap mamamu lansung menghampiri ranjangmu

“Mama?, mama (namamu) kangen mama” Ucapmu lansung menyambut pelukan mamamu tapi Papamu hanya diam, dia malah menatap Bisma, dia sepertinya mengenali wajah Bisma

“Mama.. come here” Ucap Papamu. Mamamu melangkah kearah papamu, papamu berbisik

“What?!” Kaget mamamu, mamamu lansung melangkah mendekati Bisma, dia menatap Bisma dalam dalam

“Kamu anak siapa?” Tanya mamamu seperti menyelidiki

“Saya anak..” Belum sempat menjawab kamu memotong omongan Bisma. “Itu kak Bisma mah, kak Bisma yang sering (namamu) ceritain ke mama lewat telpon” Ungkapmu. “Oh mama tanya dia anak siapa sayang? Dari keluarga siapa?” Tanya Mamamu kembali menatap Bisma

“Saya dari keluarga Tanubrata tante” Jawab Bisma sigap

“Apa?!” Teriak Mamamu seketika. “Papi, usir dia dari sini” Teriak mamamu lagi

“Ma.. kenapa ma? Kenapa sama kak Bisma” Tanyamu panik

“Dia keluarga Tanubrata sayang, dia tidak pantas untuk kamu, dia musuh keluarga kita, musuh keluarga soekarta” Jawab mamamu
“Mama kak Bisma gak salah apa apakan ma, kenapa jadi kita yang dibawa bawa soal itu” Ucap mu hampir menangis

“Dia memang tidak salah apa apa sayang, tapi keluarga kita sudah bersumpah untuk tidak akan pernah bertemu apalagi menjalin hubungan dengan keluarga Tanubrata, begitupun mereka, kamu mengerti?!” Bentak mamamu

“Om keluarga saya salah apa om, lepasin saya” Berontak Bisma saat papamu menarik Bisma keluar rumah

“Om kasian (namamu) om, Bisma dan (namamu) saling sayang, om Rangga jangan pisahkan mereka” Cegah Ilham berharap Papamu berubah pikiran

“Kamu jangan ikut campur ilham, kamu tidak tau apa apa tentang masalah ini” Jawab Om Rangga sambil mendorong Bisma hingga terjatuh ketanah. Kamu tak menghiraukan mamamu, dengan langkah lemah kamu menuju keluar Rumah

“Kak Bisma..” Lirihmu berniat menghampiri Bisma namun ditahan oleh papamu

“Masuk rumah (namamu)” Perintah papamu. “Pah (namamu) mau bicara sama kak Bisma sebentar aja pa..” Pintamu lirih
“ Papa bilang masuk, ya masuk!” Bentak papamu. “Bawa dia masuk ham! Sebelum om pukul” teriak Papamu kearah Ilham

“Ayo (namamu), kamu masuk aja dulu, kita fikirin nanti caranya buat nyelesaiin masalah ini, kamu masuk dulu ya papa kamu lagi emosi” Bujuk Ilham sambil berbisik kearahmu. Kamu mengangguk pelan dengan airmata yang sudah menetes dipipimu dari tadi

“Haha rencana kedua gue berjalan mulus, gak sia sia gue telpon mama papa (namamu) untuk segera pulang” Gumam seseorang dari balik jendela rumahmu, dia memandang Bisma yang sedang dipukul oleh papa mu saat ini, karna Bisma bersih keras untuk tetap menunggumu diluar rumah

Bersambung..

@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *13

“Om kasih saya kesempatan bicara sama (namamu) sebentar aja om” Pinta Bisma sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat dipukul papamu

“Sudah! Kamu tidak usah ganggu anak saya lagi, mending kamu pulang, urusin tuh orang tua kamu yang becus ngurusin kamu” Ucap Papamu sambil menutup pintu rumahmu dari dalam

“(NAMAMU) KAKA MAU BICARA SAMA KAMU!” Teriak Bisma dengan suara tinggi

“Kak Bisma, (namamu) gak bisa keluar, maafin (namamu)” Lirihmu dari balik jendela. Air matamu tak berhenti mengalir dari tadi

***

Akhirnya Bisma memutuskan untuk pulang, dia bergegas masuk rumah dan berteriak teriak memanggil mamanya

“Mama! Mama! Mama dimana!” teriak Bisma melangkah sambil mengecek tiap sudut ruangan rumahnya

“Iya Bisma ada apa, kok teriak teriak?” Tanya mama Bisma sambil keluar dari kamarnya

“Mama Bisma mau (namamu) ma, Bisma mau (namamu)” Ucap Bisma dihadapan mamanya

“Loh bukannya kamu udah pacaran sama gadis itu?” Tanya mama Bisma bingung

“Tadi papa dan mama (namamu) pulang ma dari luar negri, mereka tiba tiba marah marah sama Bisma, mereka ngusir Bisma padahal Bisma butuh (namamu) ma.. apa salah keluarga kita ke mereka?” Tanya Bisma diiringi curhatannya yang bertubi tubi itu

“Ngusir kamu? Kenapa Bisa? Alasannya apa?” Tanya Mama Bisma mulai heran

“Mereka bilang keluarga Tanubrata sama keluarga mereka udah bersumpah gak akan baikan sampai kapanpun” Jelas Bisma

“Mereka keluarga siapa Bisma?!” Tanya Mama Bisma dengan nada tinggi

“Soekarta” Jawab Bisma

“APA?! Bisma jauhi gadis itu! Buang rasa cinta kamu buat dia, kamu sadar gak sih? Kamu hampir membuat keluarga kita celaka, untung saja kamu belum menikahi gadis itu” Ucap Mama Bisma meletakkan kedua tangannya didada

“Maksud mama apa? Kenapa mama malah ikut ikutan mojokin aku sama (namamu), kalau memang kalian ada masalah kenapa kami dibawa bawa dalam masalah kalian ma?!” Bentak Bisma

“Bisma! Berani sekali kamu membentak mama” Ucap Mama Bisma mulai benar benar marah

“Maafin Bisma ma” Sesal Bisma sambil tertunduk. “Sudahlah Bisma, sekarang lebih baik kamu istirahat dikamar” Suruh Mama Bisma, Bisma pun mengikuti perintah mamanya itu

***

“Pokoknya gue harus ketemu (namamu) besok, gue harus tungguin dia didepan sekolahnya” Gumam Bisma saat dia sudah terbaring dikasurnya

“(namamu) gak ada yang bisa misahin kita, kaka akan perjuangin kamu sayang, selamanya. Kaka janji” Gumam Bisma lagi. Bismapun mulai terlelap dalam tidurnya. Disambut oleh mimpi indahnya.

***

Mama Papamu sedang berada diruang makan bersama Dicky dan Ilham, sedangkan kamu sudah berangkat sekolah tadi pagi. Sekarang mereka sedang menikmati makan siangnya

“Haha kamu lucu sekali nak Dicky” Tawa Mamamu ditengah tengah obrolan Dicky dengannya

“Iya ma bener, Dicky ini orangnya humoris, baik, cocok kalau dipasangkan dengan putri kita” Ucap Papamu mengiyakan omongan mamamu

“Wah bener ya pah, kenapa gak kita jodohin aja, nak Dicky mau kan?” Tanya Mamamu kearah Dicky. Entah bercanda atau malah serius

“Aduh rasanya saya gak pantes tante buat (namamu), (namamu) itukan gadis yang baik, manis, dan masih polos” Ucap Dicky pura pura menolak

“Nak Dicky ini bisa saja merendahkan diri” Ucap mamamu. “Iya orangnya rendah hati ya ma” Puji Papamu. Dicky hanya tersenyum lebar, dan Ilham tersenyum kecut kearah Dicky. Ilham tau Dicky orang yang licik.

***

“Duh (namamu) mana yah, anak anak lain udah pada keluar kok dia gak kelihatan” Gumam Bisma mencelingak celinguk kekiri dan kekanan mencari sosokmu. Banyak siswa yang melirik kearah Bisma mereka berbisik bisik memuji ketampanan Bisma

“Kak Bisma!” Kagetmu saat melihat Bisma dipagar sekolahmu, kamupun berlari kencang kearah Bisma. Bisma segera merentangkan tangannya bermaksud menanti pelukan darimu

“Kak Bisma, (namamu) kangen banget sama kaka” Ucapmu sambil menyandarkan pipimu didada Bisma

“Kaka juga kangen kamu sayang.. Kita kedanau dulu ya baru nanti kaka anter kamu pulang, kaka mau bicara soal masalah kita” Ucap Bisma pelan sambil mengusap rambutmu. Semua mata murid murid yang lewat tertuju pada kamu dan Bisma apalagi murid perempuan yang tak berkedip melihat Bisma

“Gila tuh cewek manja! Bentung banget bisa dapetin Bisma, alumni yang paling dipuja puja di SMA ini dulu..” Ucap beberapa murid perempuan sambil lewat dipagar itu

“Yaampun kaka kenapa nangis ya, kaka itu kayaknya ada masalah sama si manja, ketau’an banget kalau kaka itu sayang banget sama si manja, jarang jarang ada cowok sampai netesin air mata kayak gitu, iya gak sin?” Ungkap murid lain keteman yang ikut melangkah pulang bersamanya “Iya bel” Jawab temannya itu

Murid tadi memang tak sengaja melihat air mata Bisma yang sedikit menetes, disudut matanya. Perasaan Bisma memang sedang hancur, dia tak bisa lagi mengungkapkannya

***

“Tapi bos, kita udah cari diseluruh sudut sekolah, disekitar sekolah, dan dijalan menuju rumah dia, tapi tetep gak ada” Ucap seseorang yang berbadan tegap, kearah laki laki berbehel yang berwajah imut itu

“Arrrhh begok lo semua” Bentak Laki laki berbehel itu

“Gue gak mau tau, pokoknya hari ini juga tugas yang gue kasih ke elo, elo, dan elo, harus berjalan mulus! Ngerti?!” Bentak laki laki itu lagi. 3 Orang yang berbadan tegap itupun mengangguk cepat.

***

Kini kamu dan Bisma sudah berada didanau, Kamu tak pernah melepaskan pelukan Bisma dari tadi, sekarang kalian berdua tengah berdiri ditepi danau itu sambil berpelukan, menikmati dan saling memberi kehangatan satu sama lain

“Aku sayang banget sama kaka, jangan biarin aku sendiri” Lirihmu sambil memejamkan matamu

“Kaka juga sayang sama kamu, gimanapun caranya kita harus bisa mendamaikan orang tua kita, supaya mereka gak bersihkeras misahin kita” Ungkap Bisma. “Kita hadapi ini sama sama ya” Ajak Bisma sambil mempererat pelukannya padamu, Bisma sedikit menunduk hingga wajahnya tersembunyi dipundakmu, disela sela rambutmu, Bisma menghirup aroma rambutmu, menikmati aroma tubuhmu yang mungkin tak dapat lagi dirasakan Bisma suatu saat nanti..

“Aku ingin kayak gini terus, aku gak mau pulang kak” Ucapmu pelan. “Gak bisa (namamu), kita Cuma punya waktu sebentar, sebelum mereka cari kita” Jawab Bisma

“Bawa aku pergi kak, bawa aku pergi kemanapun kaka mau” Pintamu dengan suara bergetar.. menahan airmata yang berpacu ingin keluar dari sudut matamu..


Bersambung.....

@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *14

Bisma menggeleng pelan “Enggak, enggak (namamu), kaka gak mau lakuin hal bodoh kayak gitu, kaka gak mau kamu menderita kalau kaka bawa pergi” Tolak Bisma dengan lembut

“Hiks, tapi aku butuh kaka” Jawabmu pelan

“Waktu yang akan jawab semuanya, kalau kita jodoh apapun yang menghalang gak akan bertahan jadi penghalang, tuhan udah siapin semuanya” Jelas Bisma dengan bijak, kamu tersenyum masam, menahan perih dihatimu

“Sekarang kaka anter kamu pulang ya” Ajak Bisma dengan suara serak basahnya itu, kamu mengangguk pelan

***

Kamu sudah berada dalam mobil Bisma, sekarang kalian berada dijalan, menuju rumahmu. Tiba tiba ada mobil yang menghadang didepan mobil kalian. Bisma pun terpaksa menghentikan mobilnya

“Keluar lo!” Teriak 3 orang sambil menepuk kasar kaca mobil Bisma. Kamu kaget, begitupun Bisma

Salah satu dari Orang itu menarik kerah baju Bisma, lalu Bisma dipukul oleh orang yang satunya, Dan yang satunya lagi menarik tanganmu keluar

“Kamu siapa? Lepasin aku” Ucapmu memberontak

“Kak bisma.. jangan pukul kak Bisma, kamu siapa, please hentikan mereka..” Pintamu pada orang yang terus menarikmu itu

“Kak Bisma!! Lepasin kak bisma!!” Teriakmu sangat khwatir dengan Bisma, Bisma tak dapat melawan, orang orang itu terlalu kekar dan besar jika dibandingkan dengan Bisma, wajah Bisma sudah dipenuhi luka pukulan

“Kamu mau apa, jangan ganggu aku hiks” Tangismu saat orang itu mulai terlihat aneh memandangmu

Amarah Bisma memuncak melihat kamu yang diperlakukan seperti itu, Bisma mengepal tangannya lalu melayangkan pukulan kearah kedua orang yang sedang memukulnya itu hingga kedua orang itu tak sadarkan Diri. Bisma berlari pelan kearahmu, namun orang yang menarikmu tadi menghadang Bisma, Bisma tak menghiraukannya, tangannya bagai berapi api dan pukulannya  berhasil membuat orang itu K.O

“(namamu), sayang kamu gak papa kan?” Panik Bisma lansung memelukmu dalam kedaan duduk dijalan yang agak bersemak semak itu

“Hiks hiks kaka aku takut” Lirihmu menangis lepas didada Bisma

“Maafin kaka, kamu gak diapa apain kan?” Tanya Bisma masih sangat khawatir. Kamu menggeleng pelan

“Kak aku gak mau pulang” Pintamu. “Gak bisa (namamu), ini udah mau malem nanti mama kamu khawatir” Nasehat Bisma

“Kaka gak sayang ya sama aku” Lontarmu tanpa sadar, air matamu mengalir

“Kaka sayang sama kamu” Jawab Bisma

“Kalau kaka sayang sama aku, kita pergi dari rumah, kaka sentuh aku supaya mereka nikahin kita” Ucapmu lagi asal ceplos, entahlah entah omongan teman kamu yang gak bener itu udah ngerasusik pikiran kamu

“Kamu ngomong apa sih? Pertanyaan kamu itu bodoh tau gak. Apa perlu kaka apa apain kamu buat buktiin perasaan kaka? Enggak kan? Cowok itu gak bakal nyakitin jiwa raga cewek yang dia sayang, sesayang apapun dia.. dia gak bakal nyentuh ceweknya sedikitpun. Kalau ada cowok yang nyentuh ceweknya dengan alasan sayang, itu boong, itu Cuma alasan dia buat muasin nafsunya, ngerti kamu (namamu)?!” Ucap Bisma agak menekan. Kamu kembali terisak, hatimu sakit saat ini, semakin sakit dan fikiranmu sudah sangat kacau karna masalah yang tak putus putusnya datang menghampirimu

“Udah jangan nangis lagi, kalau kamu nangis kaka jadi lemah, hapus air mata kamu” Ucap Bisma sambil memelukmu ‘kembali’. Beberapa menit kemudian kalian akhirnya kembali melanjudkan perjalanan untuk pulang

***

“Begok begok begok! Kenapa bisa gak berhasil? Masa sijungkring kayak gitu aja bikin kalian K.O?!” Bentak seseorang yang berbehel itu kepada 3 orang suruhannya itu

“Sorry bos, dia emang bener bener kuat bos, awalnya gak ngelawan tapi akhirnya kita dihabisin” Adu salah satu diantara mereka

“Itu karna kalian gak becus satupun!! Untung tadi gue belum masuk kelokasi, Pergi lo semua gue udah gak butuh lo lo lo!” Teriak laki laki berbehel itu ditengah gedung kosong itu. 3 Orang itupun pergi dengan cepat

“Arrrrhhh sial! Rencana gue gagal.” Kesalnya. “Oh oke kalau gitu gue yang bakal turun tangan dan kali ini cara gue beda, dan tentunya pasti berhasil tanpa ada yang bisa nolak hahaha” Tawa laki laki itu.

***

“Iya tante, Dicky itu Cuma pura pura baik, Ilham juga gak ngerti ternyata Dicky bukan teman yang baik, Ilham nyesel nerima dia buat numpang disini” Jelas Ilham ‘lagi’ ke mama dan papamu yang sedang duduk diruang TV itu

“Aduh pi, gimana ini pi, (Namamu) belum pulang lagi, gimana kalau ada apa apa sayang putri kita pi” Ucap Mamamu sambil memegang lengan papamu. Papamu hanya Bisa diam dan memikirkan cara agar Dicky tak berhasil menjalankan rencananya yang sempat diceritakan Ilham tadi

“Tenang ma, kita serahkan ini sama tuhan, tuhan tau yang terbaik buat keluarga kita” Ucap papamu bijak kepada mamamu, dia mengusap rambut mamamu dengan lembut.

***

Kamu dan Bisma telah sampai diluar rumahmu, kamu mengajak Bisma untuk mampir dulu walau kamu tau orang tuamu membenci keluarga Bisma

“Assalamualaikum” Ucapmu melontarkan salam sambil memencet bel rumahmu. Pintupun terbuka, orang yang membukakan pintu  itu lansung memelukmu

“Sayang kamu dari mana aja? Mama khawatir sekali” Ucap Mamamu bernada panik

“loh kok mama kayaknya panik gitu” Tanyamu sambil merenggangkan pelukan mamamu

“Sayang, Dicky mau celakain kamu nak, dia mau pura pura baik didepan kamu tapi caranya bahaya” Jelas mamamu. Kamu masih sedikit bingung

“Assalamualaikum tante om, ham lagi ngapain nih kok ngumpul didepan semua” Ucap Dicky yang tiba tiba datang

“Heh kamu! Kamu jangan ganggu keluarga kami lagi, sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini” Ucap mamamu sedikit kencang

‘Gawat jangan jangan ilham udah bocorin rahasia gue’ lirih Dicky dalam hatinya. Dicky sedikit melangkah maju dan mendekati kearah mamamu dan kearah kamu

“Loh tante ngomong apa sih, aku tuh tulus tante” Ucap Dicky semakin mendekat, sepertinya dia punya niat lain, dan..

“(namamu)!!” Teriak mama papa Ilham dan juga Bisma karna tiba tiba kamu ditarik oleh Dicky sedikit menjauh

“eh kalian jangan mendekat atau saya gak segan segan lakuin ini” Ucap Dicky mendekatkan benda tajam kelehermu

“Ngh dicky kenapa kamu jadi jahat” Lirihmu pelan. “Maaf (namamu) Cuma ini jalannya supaya kamu jadi milik aku” Jawab Dicky membuat Kamu dan Bisma kaget sedangkan ilham dan mama papamu memang sudah tau

“Eh dick lo jangan main main sama ucapan lo dick, lepasin (namamu)” Pinta Bisma mencoba lembut agar Dicky tidak nekat. Walau dalam hati Bisma sudah dipenuhi emosi saat ini

“Ngh lepasin aku, kak tolong aku” Lirihmu pelan karna takut dengan pisau yang sangat dekat dengan lehermu saat ini. “Diam!! Jangan nangis! Gue gak suka lo nangis” Bentak Dicky. Malah membuat kamu semakin terisak. Ilham dari tadi berlari masuk kedalam rumah dia mencari HP nya untuk menelpon polisi

Keadaanmu yang semakin terisak membuat perhatian Dicky mengarah padamu, sehingga dia tidak focus lagi pada pisau yang digenggamnya

“(namamu) jangan nangis please..” Pinta Dicky mencoba menghapus airmatamu. “Aku itu sayang sama kamu dan pengen milikin kamu haha” Ucap Dicky diiringi tawanya

“Pranggg!!!!” Pisau ditangan Dicky direbut oleh Bisma hingga pisau itu terjatuh kelantai dan dengan cepat pula Bisma lansung menarikmu dalam pelukannya. Keadaan Bisma sedang membelakangi Dicky saat ini

Dicky tak berfikir panjang, dia lansung mengambil pisau itu dan..

“Kaka awas..” Kamu melepaskan pelukan Bisma lalu berlari, mencoba melindungi Bisma hingga..

“Arrhhss..” Ringismu tertahan. “(Namamu)!!!” Pekik Bisma dan kedua orang tuamu

“(Namamu)..” Lirih Dicky sambil menatap kamu dan pisau yang digenggamnya secara bergantian

“Angkat tangan!!” Suara polisis yang tiba tiba datang dari belakang Dicky. Dicky hanya pasrah dia terlihat menyesal, dia tak berniat mengenaimu. Polisi itupun sejenak mengobrol penting dengan Ilham lalu pergi membawa Dicky kepihak yang berwajib. Setelah itu Ilham segera mengeluarkan mobil dari bagasi belakang rumah..

Sementara itu..

Lagu afgan-bawalah pergi cintaku seolah bersenandung disekitar teras rumahmu itu...
~Sumpah tak ada lagi kesempata ku untuk bisa bersamamu..
Kini kutau bagaimana caraku untuk dapat trus denganmu..
Bawalah pergi cintaku, ajak kemana kau mau..
Jadikan temanmu, teman yang paling kau cinta..
Disini ku pun begitu, trus cintai mu dihidupku..
Didalam hatiku, sampai waktu yang pertemukan kita nanti..~


“(namamu)..” Lirih Bisma dengan nada Bergetar, Bisma mengangkat tubuh lemahmu dan meletakkan kepalamu dipahanya, kamu terbaring dilantai saat ini, kedua orang tua menangis. Perutmu sudah banyak mengeluarkan darah, tangan Bisma penuh oleh darahmu

Kamu memaksa matamu untuk terbuka perlahan, dan tanganmu bergerak membelai pipi Bisma. “Kak Bis ma eng gak apapa, kan?” Tanyamu agak terbata bata.

“Enggak sayang kakak gak kenapa napa” Jawab Bisma menahan tahisnya. Kamu tersenyum pelan, airmatamu menates begitu saja menahan sakit yang kamu rasakan


“Kak pe luk aku, a gar a ku kuat” Pintamu. Bisma lansung memeluk tubuhmu, kamu tersenyum untuk yang kedua kalinya disaat saat sakit seperti itu. “(namamu) sa yang kak bis ma, ngh” Lirihmu pelan didalam pelukan Bisma..

Bersambung..
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *15

Ilham mengendarai mobil dari bagasi belakang rumahmu kedepan teras rumahmu. Bisma tak sanggup lagi mendengar dan melihat rasa sakit yang kamu rasakan, Bisma lansung menggendong tubuhmu lalu mengangkatnya kedalam mobil yang sudah ada didepan teras rumahmu, dikendarai Ilham.

“Kamu harus bertahan ya sayang, kamu pasti Bisa, kamu gadis yang kuat” Ucap Bisma dengan tangan yang tak terlepas dari genggamanmu, Kamu sedang berbaring dimobil dan kepalamu dipaha Bisma saat ini. Sedangkan mamamu didepan disamping Ilham yang sedang mengemudikan mobil itu. Papamu memakai mobil sendiri dia mengikuti kalian dari belakang. Darah sudah membasahi bajumu, begitupun baju Bisma yang ikut terkena darahmu

Beberapa menit kemudian kamu sampai dirumah sakit tujuan kalian. Bisma berteriak memanggil suster sambil menggendong tubuh lemahmu

“Suster!!! Tolong pacar saya suster..” Teriak Bisma, seketika datang 2 orang suster, kamu lansung dilarikan kedalam ruangan khusus. Tangan Bisma tak terlepas dari tanganmu, airmatanya mengalir deras. Wajahmu yang dasarnya selalu ceria, kita semakin memucat.

“Maaf mas, silahkan tunggu diluar” Ucap suster itu dengan sopan saat Bisma berniat ikut masuk keruangan tempat kamu dibawa tadi

“Tapi saya mau didekat dia sus!” Bentak Bisma

“Maaf mas tolong bantu kami, kami hanya menjalankan tugas, mas tunggu diluar dulu” Ucap suster itu lansung menutup pintu dengan paksa

“Arrrhhh!! (Namamu) kamu harus bertahan..” Teriak Bisma frustasi, dia terduduk dibalik pintu ruanganmu itu

Mamamu, papa dan Ilham telah siap mengurus segala sesuatunya dirumah sakit itu, lalu berjalan cepat keruanganmu

“Bisma.. gimana Bisma, gimana sama (namamu)?” Tanya mamamu sangat khawatir

“Gak tau tante belum ada keterangan dari docternya” Ucap Bisma mengusap kasar wajahnya sendiri

Mamamupun hanya Bisa diam, dan menangis dipangkuan papamu, mereka duduk dikursi tempat tunggu itu. Begitupun Ilham. Bisma meraih ponselnya dari dalam kantong bajunya, kemudian menelpon seseorang

“Mama Bisma hampir aja mau dibunuh ma” Ucap Bisma tiba tiba
“Apa? Dibunuh? Dibunuh siapa nak? Kenapa Bisa?” Panik mama Bisma
“Dibunuh orang ma, dia benci sama Bisma, untung Bisma diselametin sama (namamu), tapi malah dia yang kena ma, dia terluka parah, Bisma tau kehilangan dia ma..” Ucap Bisma masih dengan muka murung
“Apa?! Ya tuhan, mama mau kesana, kamu ada dirumah sakit mana nak?” Tanya mama Bisma, Bismapun menyebutkan nama rumah sakitnya

***

Mama Bisma datang dengan langkah tergesah gesah, dia lansung menghampiri Bisma yang sedang duduk dilantai dan bersandar dipintu itu seperti orang frustasi. Mamamu menatap mama Bisma dengan sinis begitupun papamu

“Bisma kamu gak kenapa napa kan nak” Tanya mama Bisma lansung berhambur memeluk Bisma

“Maaf permisi sebentar, bisa bicara dengan orang tua pasien?” Tanya Docter yang tiba tiba keluar ruangan

“Iya doc kami berdu orang tuanya, gimana keadaan anak kami baik baik saja kan dock?” Tanya mamamu sambil bergandeng ditangan papamu

“Pasien kekurangan banyak darah, apa ada yang bergolongan darah A disini?” Tanya docter itu

“Saya golongan darah A dock” Jawab mamamu cepat

“Apa anda baik baik saja, em maksud saya tidak puny penyakit apapun? Karna yang mendonorkan drah harus sehat total” Ucap docter itu bertanya dan memastikan

“Mamakan sakit anemia ma” Ucap papamu

“Wah kalau begitu tidak Bisa, berbahaya jika dipaksa” Ucap Docter itu

“Trus gimana ini pah” Tanya mamamu tambah khawatir

“Ngh saya golongan darah A dock dan saya juga sehat total, ambil darah saya saja dock” Tawar mama Bisma dengan sigap, membuat mamamu kaget sekaligus papamu

Docterpun lansung membawa mama Bisma keruangan lain untuk mendonorkan darahnya ke kamu. Beberapa jam kemudian, Mama Bisma kembali ketempat tunggu tadi

“(nama mama Bisma) terimakasih banyak ya, saya berhutang budi pada kamu” Ucap mamamu lansung memeluk mama Bisma

“Saya yang harusnya berterima kasih, karna anak kamu sudah menyelamatkan nyawa putra saya” Jawab mama Bisma

“Ngh soal masa lalu kita itu.. apa sebaiknya kita lupakan saja, sumpah itu tidak pantas ada lagi diantara keluarga kita” Ucap mamamu sambil melepaskan pelukan mama Bisma

“Iya saya sebenarnya juga sudah ingin melupakan itu, sesama manusia kan kita tidak boleh bermusuhan” Ucap mama Bisma

“Jadi mulai sekarang kita damai?” Tanya mamamu. Mama Bisma mengangguk sambil tersenyum, merekapun kembali berpelukan, papamu ilham dan Bisma ikut tersenyum bahagia, namun dihati Bisma masih sangat mengkhawatirkan keadaanmu

***

Haripun berganti, pendonoran darah itu berjalan lancar, namun keadaanmu masih sangat lemah, docter mengatakan kamu butuh perawatan beberapa bulan kedepan

Bisma melangkah memasuki ruang barumu ini, kamu terbaring lemah ditemani alat alat rumah sakit yang menghiasi mulutmu dan bagian bagian tubuhmu yang lain, Bisma semakin mendekat membawa sebuah rangkaian Bunga segar.. bunga mawar putih seperti bunga kesukaanmu. Bisma meletakkan rangkaian Bunga itu dimeja dekat ranjangmu, lalu Bisma duduk dikursi yang sudah disediakan disamping ranjangmu, perlahan tangan Bisma meraih tanganmu, dengan lembut Bisma menggenggamnya perlahan lalu meciumnya sebentar.

“ : ). Sayang.. aku mau ngasih tau kamu kabar gembira” Ucap Bisma pelan. Lalu Bisma tersenyum. “Keluarga kita udah berdamai, dan itu berkat perjuangan kamu sayang” Lirih Bisma dengan senyuman yang bercampur airmatanya

“Kamu cepat bangun ya, jangan tidur terus, aku kangen sama suara kamu” Ucap Bisma lagi

“Aku juga kangen sifat kamu yang sok sok nakal itu hehe, aku juga kangen pelukan kamu, apalagi senyuman kamu” Lanjus Bisma

“Kamu tau gak..” Tany Bisma sendiri

“Aku tuh sayanggg banget sama kamu, mungkin kamu udah bosen dengernya, tapi aku sayang kamu..” Lanjud Bisma lagi, deraian airmatanya mengalir begitu saja, bahkan menetesi tanganmu yang sedang digenggamnya

***

Sudah berbulan bulan kamu dirumah sakit itu, keadaanmupun semakin membaik, sekarang datang dimana saatnya kamu boleh pulang, Bisma mendorong kursi rodamu menuju mobil papa mamamu, senyuman tak terlepas dari bibir manisnya.

Keluargamupun berkumpul dengan keluarga Bisma malam itu, semuanya mebicarakan hari pernikahanmu dengan Bisma yang akan dilaksanakan pada 1 minggu kedepan saat kamu sudah tamat dari SMA mu.

***

2 Tahun kemudian

“Setelah sekian banyak rintangan yang sempat menghambat cintaku dan Bisma, akhirnya perjungan dan izin allah pun membawa kami pada kenyataan manis yang telah kami rasakan saat ini. Sekarang hidupku terasa lebih lengkap, mendapat dua orang anak, laki laki dan perempuan yang umurnya sama, ya mereka kembar, mereka yang akan selalu mengiasi setiap hari hariku, seorang suami yang akan selalu menemani masa masa hidupku, ya dia Bisma, Pacar pertama dan pacar terakhirku, suami pertama dan kuharap juga suami terakhirku, meski aku bukan yang pertama untuknya namun aku yakin dia akan mempertahankanku untuk menjadi yang terakhir dalam hidupnya. Hmm Soal Dicky? Dia tidak masuk penjara, aku yang sengaja memohon pada polisi untuk melepaskannya, karna aku yakin dia sebernarnya orang yang baik, hanya saja waktu itu rasa cintanya untuku sempat merasuki pikiran jahatnya, sehingga dia melakukan hal yang sebenarnya tak dia inginkan, aku juga tidak mau menghukum temanku sendiri, dia sudah aku anggap teman baikku, dia juga sudah meminta maaf pada aku, bisma dan keluarga kami, semua telah aman dan saling mengihklaskan.
Bukankah hidup ini indah? Meski banyak rintangan dan pilihan yang harus aku lalui namun semuanya berujung manis jika dihadapi dengan ke Ikhlasan. Dan aku bersama Bisma telah membuktikan itu semua J” Kamu menutup laptopmu setelah menulis cerita nyata ‘kisah cintamu’ di dalam memo laptopmu itu. Sepasang tangan melingkar dilehermu, pemilik tangan itu mencium pipimu dengan lembut. Kamu dan Bisma sudah menikah dua tahun yang lalu

“Udah selesai ceritanya?” Tanya Bisma pelan

“Udah, tapi aku rasa akan ada kelanjutannya” Jawabmu juga pelan. “Waw, apa kita akan melanjudkannya lagi?” Tanya Bisma beranjang membawamu berdiri dari kursi taman itu, Bisma melingkarkan tangannya kepinggangmu, kamu memeluk leher Bisma dari depan

“Bukan kita, tapi mereka” Ucapmu pelan, sambil melirih sepasang anak kembarmu yang sedang bermain main ditaman itu. Bisma tersenyum manis, dia menatapmu ‘kembali’

“Aku harap dika dan dian akan memiliki kisah cinta yang berujung manis juga” Ungkap Bisma

“Ya, aku harap Dika akan menjadi Bisma kecil dengan sosok setianya dan mempunyai jiwa dengan rasa tanggung jawab yang besar” Ucapmu menunjuk dada Bisma. Bisma tersenyum

“Dan aku harap, dian menjadi (namamu) kecil yang diisi dengan hati yang tulus, menjadi wanita yang terbaik untuk pendampignya kelak, sepertimu” Balas Bisma dari hatinya. Kalian berdua tersenyum bahagia. Tiba tiba dika dan dian berlari dan memeluk kakimu dan juga kaki Bisma, Kamu Bisma dan kedua anak kalian bersamaan menatap langit yang berwarna keorange orangean itu, beriringan dengan itu, matahari bergeser dan digantikan oleh sang Bulan, seolah menutup kisah cintamu bersama Bisma dengan akhir yang sangat manis, indah dan dipenuhi kebahagiaan : )


Huaaa akhirnya selesai juga : D

TAMAT
@Rita_Nurzari