Bisma
menggeleng pelan “Enggak, enggak (namamu), kaka gak mau lakuin hal bodoh kayak
gitu, kaka gak mau kamu menderita kalau kaka bawa pergi” Tolak Bisma dengan
lembut
“Hiks,
tapi aku butuh kaka” Jawabmu pelan
“Waktu
yang akan jawab semuanya, kalau kita jodoh apapun yang menghalang gak akan
bertahan jadi penghalang, tuhan udah siapin semuanya” Jelas Bisma dengan bijak,
kamu tersenyum masam, menahan perih dihatimu
“Sekarang
kaka anter kamu pulang ya” Ajak Bisma dengan suara serak basahnya itu, kamu
mengangguk pelan
***
Kamu
sudah berada dalam mobil Bisma, sekarang kalian berada dijalan, menuju rumahmu.
Tiba tiba ada mobil yang menghadang didepan mobil kalian. Bisma pun terpaksa
menghentikan mobilnya
“Keluar
lo!” Teriak 3 orang sambil menepuk kasar kaca mobil Bisma. Kamu kaget,
begitupun Bisma
Salah
satu dari Orang itu menarik kerah baju Bisma, lalu Bisma dipukul oleh orang
yang satunya, Dan yang satunya lagi menarik tanganmu keluar
“Kamu
siapa? Lepasin aku” Ucapmu memberontak
“Kak
bisma.. jangan pukul kak Bisma, kamu siapa, please hentikan mereka..” Pintamu
pada orang yang terus menarikmu itu
“Kak
Bisma!! Lepasin kak bisma!!” Teriakmu sangat khwatir dengan Bisma, Bisma tak
dapat melawan, orang orang itu terlalu kekar dan besar jika dibandingkan dengan
Bisma, wajah Bisma sudah dipenuhi luka pukulan
“Kamu
mau apa, jangan ganggu aku hiks” Tangismu saat orang itu mulai terlihat aneh
memandangmu
Amarah
Bisma memuncak melihat kamu yang diperlakukan seperti itu, Bisma mengepal
tangannya lalu melayangkan pukulan kearah kedua orang yang sedang memukulnya
itu hingga kedua orang itu tak sadarkan Diri. Bisma berlari pelan kearahmu,
namun orang yang menarikmu tadi menghadang Bisma, Bisma tak menghiraukannya,
tangannya bagai berapi api dan pukulannya
berhasil membuat orang itu K.O
“(namamu),
sayang kamu gak papa kan?” Panik Bisma lansung memelukmu dalam kedaan duduk
dijalan yang agak bersemak semak itu
“Hiks
hiks kaka aku takut” Lirihmu menangis lepas didada Bisma
“Maafin
kaka, kamu gak diapa apain kan?” Tanya Bisma masih sangat khawatir. Kamu
menggeleng pelan
“Kak
aku gak mau pulang” Pintamu. “Gak bisa (namamu), ini udah mau malem nanti mama
kamu khawatir” Nasehat Bisma
“Kaka
gak sayang ya sama aku” Lontarmu tanpa sadar, air matamu mengalir
“Kaka
sayang sama kamu” Jawab Bisma
“Kalau
kaka sayang sama aku, kita pergi dari rumah, kaka sentuh aku supaya mereka
nikahin kita” Ucapmu lagi asal ceplos, entahlah entah omongan teman kamu yang
gak bener itu udah ngerasusik pikiran kamu
“Kamu
ngomong apa sih? Pertanyaan kamu itu bodoh tau gak. Apa perlu kaka apa apain
kamu buat buktiin perasaan kaka? Enggak kan? Cowok itu gak bakal nyakitin jiwa
raga cewek yang dia sayang, sesayang apapun dia.. dia gak bakal nyentuh
ceweknya sedikitpun. Kalau ada cowok yang nyentuh ceweknya dengan alasan
sayang, itu boong, itu Cuma alasan dia buat muasin nafsunya, ngerti kamu
(namamu)?!” Ucap Bisma agak menekan. Kamu kembali terisak, hatimu sakit saat
ini, semakin sakit dan fikiranmu sudah sangat kacau karna masalah yang tak
putus putusnya datang menghampirimu
“Udah
jangan nangis lagi, kalau kamu nangis kaka jadi lemah, hapus air mata kamu”
Ucap Bisma sambil memelukmu ‘kembali’. Beberapa menit kemudian kalian akhirnya
kembali melanjudkan perjalanan untuk pulang
***
“Begok
begok begok! Kenapa bisa gak berhasil? Masa sijungkring kayak gitu aja bikin
kalian K.O?!” Bentak seseorang yang berbehel itu kepada 3 orang suruhannya itu
“Sorry
bos, dia emang bener bener kuat bos, awalnya gak ngelawan tapi akhirnya kita
dihabisin” Adu salah satu diantara mereka
“Itu
karna kalian gak becus satupun!! Untung tadi gue belum masuk kelokasi, Pergi lo
semua gue udah gak butuh lo lo lo!” Teriak laki laki berbehel itu ditengah
gedung kosong itu. 3 Orang itupun pergi dengan cepat
“Arrrrhhh
sial! Rencana gue gagal.” Kesalnya. “Oh oke kalau gitu gue yang bakal turun
tangan dan kali ini cara gue beda, dan tentunya pasti berhasil tanpa ada yang
bisa nolak hahaha” Tawa laki laki itu.
***
“Iya
tante, Dicky itu Cuma pura pura baik, Ilham juga gak ngerti ternyata Dicky
bukan teman yang baik, Ilham nyesel nerima dia buat numpang disini” Jelas Ilham
‘lagi’ ke mama dan papamu yang sedang duduk diruang TV itu
“Aduh
pi, gimana ini pi, (Namamu) belum pulang lagi, gimana kalau ada apa apa sayang
putri kita pi” Ucap Mamamu sambil memegang lengan papamu. Papamu hanya Bisa
diam dan memikirkan cara agar Dicky tak berhasil menjalankan rencananya yang
sempat diceritakan Ilham tadi
“Tenang
ma, kita serahkan ini sama tuhan, tuhan tau yang terbaik buat keluarga kita”
Ucap papamu bijak kepada mamamu, dia mengusap rambut mamamu dengan lembut.
***
Kamu
dan Bisma telah sampai diluar rumahmu, kamu mengajak Bisma untuk mampir dulu
walau kamu tau orang tuamu membenci keluarga Bisma
“Assalamualaikum”
Ucapmu melontarkan salam sambil memencet bel rumahmu. Pintupun terbuka, orang
yang membukakan pintu itu lansung
memelukmu
“Sayang
kamu dari mana aja? Mama khawatir sekali” Ucap Mamamu bernada panik
“loh
kok mama kayaknya panik gitu” Tanyamu sambil merenggangkan pelukan mamamu
“Sayang,
Dicky mau celakain kamu nak, dia mau pura pura baik didepan kamu tapi caranya
bahaya” Jelas mamamu. Kamu masih sedikit bingung
“Assalamualaikum
tante om, ham lagi ngapain nih kok ngumpul didepan semua” Ucap Dicky yang tiba
tiba datang
“Heh
kamu! Kamu jangan ganggu keluarga kami lagi, sebaiknya kamu tinggalkan rumah
ini” Ucap mamamu sedikit kencang
‘Gawat
jangan jangan ilham udah bocorin rahasia gue’ lirih Dicky dalam hatinya. Dicky
sedikit melangkah maju dan mendekati kearah mamamu dan kearah kamu
“Loh
tante ngomong apa sih, aku tuh tulus tante” Ucap Dicky semakin mendekat,
sepertinya dia punya niat lain, dan..
“(namamu)!!”
Teriak mama papa Ilham dan juga Bisma karna tiba tiba kamu ditarik oleh Dicky
sedikit menjauh
“eh
kalian jangan mendekat atau saya gak segan segan lakuin ini” Ucap Dicky
mendekatkan benda tajam kelehermu
“Ngh
dicky kenapa kamu jadi jahat” Lirihmu pelan. “Maaf (namamu) Cuma ini jalannya
supaya kamu jadi milik aku” Jawab Dicky membuat Kamu dan Bisma kaget sedangkan
ilham dan mama papamu memang sudah tau
“Eh
dick lo jangan main main sama ucapan lo dick, lepasin (namamu)” Pinta Bisma
mencoba lembut agar Dicky tidak nekat. Walau dalam hati Bisma sudah dipenuhi
emosi saat ini
“Ngh
lepasin aku, kak tolong aku” Lirihmu pelan karna takut dengan pisau yang sangat
dekat dengan lehermu saat ini. “Diam!! Jangan nangis! Gue gak suka lo nangis”
Bentak Dicky. Malah membuat kamu semakin terisak. Ilham dari tadi berlari masuk
kedalam rumah dia mencari HP nya untuk menelpon polisi
Keadaanmu
yang semakin terisak membuat perhatian Dicky mengarah padamu, sehingga dia
tidak focus lagi pada pisau yang digenggamnya
“(namamu)
jangan nangis please..” Pinta Dicky mencoba menghapus airmatamu. “Aku itu
sayang sama kamu dan pengen milikin kamu haha” Ucap Dicky diiringi tawanya
“Pranggg!!!!”
Pisau ditangan Dicky direbut oleh Bisma hingga pisau itu terjatuh kelantai dan
dengan cepat pula Bisma lansung menarikmu dalam pelukannya. Keadaan Bisma
sedang membelakangi Dicky saat ini
Dicky
tak berfikir panjang, dia lansung mengambil pisau itu dan..
“Kaka
awas..” Kamu melepaskan pelukan Bisma lalu berlari, mencoba melindungi Bisma
hingga..
“Arrhhss..”
Ringismu tertahan. “(Namamu)!!!” Pekik Bisma dan kedua orang tuamu
“(Namamu)..”
Lirih Dicky sambil menatap kamu dan pisau yang digenggamnya secara bergantian
“Angkat
tangan!!” Suara polisis yang tiba tiba datang dari belakang Dicky. Dicky hanya
pasrah dia terlihat menyesal, dia tak berniat mengenaimu. Polisi itupun sejenak
mengobrol penting dengan Ilham lalu pergi membawa Dicky kepihak yang berwajib.
Setelah itu Ilham segera mengeluarkan mobil dari bagasi belakang rumah..
Sementara
itu..
Lagu
afgan-bawalah pergi cintaku seolah bersenandung disekitar teras rumahmu itu...
~Sumpah
tak ada lagi kesempata ku untuk bisa bersamamu..
Kini
kutau bagaimana caraku untuk dapat trus denganmu..
Bawalah
pergi cintaku, ajak kemana kau mau..
Jadikan
temanmu, teman yang paling kau cinta..
Disini
ku pun begitu, trus cintai mu dihidupku..
Didalam
hatiku, sampai waktu yang pertemukan kita nanti..~
“(namamu)..”
Lirih Bisma dengan nada Bergetar, Bisma mengangkat tubuh lemahmu dan meletakkan
kepalamu dipahanya, kamu terbaring dilantai saat ini, kedua orang tua menangis.
Perutmu sudah banyak mengeluarkan darah, tangan Bisma penuh oleh darahmu
Kamu
memaksa matamu untuk terbuka perlahan, dan tanganmu bergerak membelai pipi
Bisma. “Kak Bis ma eng gak apapa, kan?” Tanyamu agak terbata bata.
“Enggak
sayang kakak gak kenapa napa” Jawab Bisma menahan tahisnya. Kamu tersenyum
pelan, airmatamu menates begitu saja menahan sakit yang kamu rasakan
“Kak
pe luk aku, a gar a ku kuat” Pintamu. Bisma lansung memeluk tubuhmu, kamu
tersenyum untuk yang kedua kalinya disaat saat sakit seperti itu. “(namamu) sa
yang kak bis ma, ngh” Lirihmu pelan didalam pelukan Bisma..
Bersambung..
@Rita_Nurzari