Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *12

“(namamu) maafin kaka” Ucap Bisma bermaksud meminta maaf soal tuduhannya tadi, dia mengira kamu selingkuh dengan diicky, untung saja tuduhan itu belum sempat dia lontarkan lansung padamu

“Kaka gak punya salah” Jawabmu masih lemah

“ayo kita kekamar kamu, kamu gak mungkin berdiri terus kaya gini” Ucap Bisma lansung menggendong tubuhmu kedalam kamarmu. Dicky menatap sinis kearah Bisma saat kalian lewat ditempat Dicky duduk tadi

“Lo bakal kehilangan dia, kalau cara lo selalu bikin dia lemah” Gumam Dicky pelan. “Dan kalau pun lo gak akan kehilangan dia, gue yang bakal rebut dia dari lo” Lanjud Dicky Tersenyum devil

Sementara kamu dan Bisma telah sampai didalam kamarmu, Bisma membaringkan tubuhmu diranjang, Dia terlihat lesu sekali, Perasaan menyesal dan khawatir bercampur aduk dalam hatinya

Kamu hanya diam, senyum kecil tak lepas dari bibir mungilmu, kamu diam dan wajahmu mengarah pada Bisma namun matamu terpejam, bukan karna tidur tapi kamu benar benar lelah dan tak sanggup membuka matamu saat ini

“Sayang, kaka mau bicara sesuatu” Ucap Bisma sambil duduk dibangku samping ranjangmu, lalu perlahan dia menggenggam tanganmu dengan lembut. “Dudukin aku dulu kak” Pintamu lirih

“Tapi kamu lagi gak enak badan, gak papa kok kaka ngomongnya sambil kamu tiduran” Jawab Bisma menolak. “Aku maunya duduk kak” Tegasmu. Akhirnya Bisma mendudukkanmu dan menyandarkanmu kedinding. Kemudian Bisma kembali duduk dibangkunya dan kembali mengenggam tanganmu

“Kaka udah tau siapa yang bener bener tulus sayang sama kaka” Ucap Bisma memulai bicaranya

“Hem aku yakin kak Franda tulus” Sambungmu cepat. Mata Bisma berubah tatapan Benci, dia tak mau mendengar nama itu lagi. “Kaka gak mau kamu sebut sebut dia lagi” Ucap Bisma

“Kenapa? Kaka kan sayang banget sama kak Franda” Jawabmu sambil bertanya

“Dia ternyata dari awal cuma mainin kaka, jadiin kaka boneka sementara dia” Jelas Bisma. “Kaka udah putusin perempuan yang gak punya hati itu” Lanjud Bisma

“Trus gimana sama kaka, aku tau kaka sayang banget sama kak Franda, gimana sama perasaan kaka yang udah terlanjur sama sama kak Franda” Tanyamu lagi, wajahmu terlihat sedih

“Saat kaka liat sendiri dia dia ngaku Cuma mainin kaka, kaka mendadak benci sama dia, sayang kaka tuh berubah jadi jijik, ilfeel. Lagian kenapa  sih kamu malah sedih gini? Harusnya kamu seneng, kaka udah sadar sama semua ini, kaka sadar kaka sayang banget sama kamu (namamu) sayang banget” Ungkap Bisma

“Kaka..” Lirihmu pelan “Kamu jangan pernah pergi dari kaka ya, saat kamu tamat SMA nanti kaka mau nikahin kamu” Ungkap Bisma lagi. “Ha? Akukan masih kecil kak” Kamu kaget atas ungkapan Bisma tadi, ekspresimu sangat lucu sekali

“Haha kamu itu udah besar sayang, udah kelas 3 SMA juga, bentar lagi tamat kan, saat kita udah nikah nanti kamu tetap boleh kuliah kok” Jelas Bisma

“Oh gitu ya kak, yaudah deh terserah kaka hehe” Jawabmu masih sedikit bingung

 “Haha kamu lucu ya, bikin kaka gemes” Ungkap Bisma sambil mengusap pipimu

***
Sementara itu Dicky sedang menelpon seseorang
“Ya hallo, gue punya kerjaan buat lo” –Dicky
“-_________-“
“Perkosa cewek” –Dicky
“-_________-“
“Iya tapi gak beneran begok! Lo Cuma nakutin, ntar gue pura pura nyelametin” –Dicky
“-_________-“
“Besok aja, waktu dia pulang kampus sendiri” –Dicky
“-_________-“
“Enggak, nanti gue jebak cowoknya biar gak jemput dia” –Dicky
“-_________-“
“Oke jangan sampai lo sentuh dia sedikitpun, lo Cuma boleh nakutin dia” –Dicky
“-_________-“
“Bagus.” –Dicky
Telponnya pun ditutup oleh Dicky

“Dicky apa apaan lo lakuin itu semua, maksud lo apa?” Selidik Ilham yang ternyata ada dibelakang Dicky dari tadi

“Gue Cuma mau bikin (namamu) nimbulin rasanya buat gue” Jawab Dicky tersenyum sinis.

“Tapi yang lo lakuin itu bahaya, cara lo salah Dicky” Bentak Ilham lagi. Dicky hanya tersenyum kecut dan membuang muka dihadapan Ilham

“Gue gak kenal lo lagi dick, lo berubah! Mana temen gue yang dulu?” Teriak Ilham cukup keras didepan Dicky

“Sorry ham, lo emang temen gue, tapi kalau lo halangin gue soal cinta, gue bisa aja jadiin lo mangsa gue.” Ucap Dicky tersenyum sinis kearah Ilham, lalu Dicky melangkah dan mendekat kearah Ilham, dia menepuk pundak Ilham “Cinta harus diperjuanin bro, jangan coba coba ngehalang gue atau lo bakal jadi korban dikisah cinta gue” Ancam Dicky lalu pergi kekamarnya

“Enggak! Gue harus nyelesaiin masalah ini secepatnya, sebelum orang tua (namamu) pulang” Ucap Ilham sendirian

“Tring trong” Suara bell rumah berbunyi, Ilham lansung melangkah kearah pintu depan dia membuka pintu itu tiba tiba

“Ilham, how are you! Oh tante sangat kangen sekali sama kamu, oh iya (namamu) mana? Katanya (namamu) lagi sakit parah?” Tanya mama (namamu) bertubi tubi. Ilham hanya terdiam kaget, berarti niat terlambat untuk menyelesaikan semua masalah itu, dia gagal

“Ilham! Jawab dong pertanyaan tante kamu” Ucap papamu yang sejak tadi berada disamping mamamu

“Oh iya tante Ilham baik baik aja, kalau (namamu) Cuma gak enak badan doang kok tante” Jawab Ilham

“Oh no!, mana (namamu)” Tanya mamamu panik

“Dikamarnya tante” Jawab Ilham, mamamu pun lansung melangkah kearah kamarmu bersama papamu diikuti Ilham dari belakang

“Oh (namamu) mama khawatir sekali sama kamu” Ucap mamamu lansung menghampiri ranjangmu

“Mama?, mama (namamu) kangen mama” Ucapmu lansung menyambut pelukan mamamu tapi Papamu hanya diam, dia malah menatap Bisma, dia sepertinya mengenali wajah Bisma

“Mama.. come here” Ucap Papamu. Mamamu melangkah kearah papamu, papamu berbisik

“What?!” Kaget mamamu, mamamu lansung melangkah mendekati Bisma, dia menatap Bisma dalam dalam

“Kamu anak siapa?” Tanya mamamu seperti menyelidiki

“Saya anak..” Belum sempat menjawab kamu memotong omongan Bisma. “Itu kak Bisma mah, kak Bisma yang sering (namamu) ceritain ke mama lewat telpon” Ungkapmu. “Oh mama tanya dia anak siapa sayang? Dari keluarga siapa?” Tanya Mamamu kembali menatap Bisma

“Saya dari keluarga Tanubrata tante” Jawab Bisma sigap

“Apa?!” Teriak Mamamu seketika. “Papi, usir dia dari sini” Teriak mamamu lagi

“Ma.. kenapa ma? Kenapa sama kak Bisma” Tanyamu panik

“Dia keluarga Tanubrata sayang, dia tidak pantas untuk kamu, dia musuh keluarga kita, musuh keluarga soekarta” Jawab mamamu
“Mama kak Bisma gak salah apa apakan ma, kenapa jadi kita yang dibawa bawa soal itu” Ucap mu hampir menangis

“Dia memang tidak salah apa apa sayang, tapi keluarga kita sudah bersumpah untuk tidak akan pernah bertemu apalagi menjalin hubungan dengan keluarga Tanubrata, begitupun mereka, kamu mengerti?!” Bentak mamamu

“Om keluarga saya salah apa om, lepasin saya” Berontak Bisma saat papamu menarik Bisma keluar rumah

“Om kasian (namamu) om, Bisma dan (namamu) saling sayang, om Rangga jangan pisahkan mereka” Cegah Ilham berharap Papamu berubah pikiran

“Kamu jangan ikut campur ilham, kamu tidak tau apa apa tentang masalah ini” Jawab Om Rangga sambil mendorong Bisma hingga terjatuh ketanah. Kamu tak menghiraukan mamamu, dengan langkah lemah kamu menuju keluar Rumah

“Kak Bisma..” Lirihmu berniat menghampiri Bisma namun ditahan oleh papamu

“Masuk rumah (namamu)” Perintah papamu. “Pah (namamu) mau bicara sama kak Bisma sebentar aja pa..” Pintamu lirih
“ Papa bilang masuk, ya masuk!” Bentak papamu. “Bawa dia masuk ham! Sebelum om pukul” teriak Papamu kearah Ilham

“Ayo (namamu), kamu masuk aja dulu, kita fikirin nanti caranya buat nyelesaiin masalah ini, kamu masuk dulu ya papa kamu lagi emosi” Bujuk Ilham sambil berbisik kearahmu. Kamu mengangguk pelan dengan airmata yang sudah menetes dipipimu dari tadi

“Haha rencana kedua gue berjalan mulus, gak sia sia gue telpon mama papa (namamu) untuk segera pulang” Gumam seseorang dari balik jendela rumahmu, dia memandang Bisma yang sedang dipukul oleh papa mu saat ini, karna Bisma bersih keras untuk tetap menunggumu diluar rumah

Bersambung..

@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar