“(namamu)
maafin kaka” Ucap Bisma bermaksud meminta maaf soal tuduhannya tadi, dia
mengira kamu selingkuh dengan diicky, untung saja tuduhan itu belum sempat dia
lontarkan lansung padamu
“Kaka gak punya salah” Jawabmu masih lemah
“ayo
kita kekamar kamu, kamu gak mungkin berdiri terus kaya gini” Ucap Bisma lansung
menggendong tubuhmu kedalam kamarmu. Dicky menatap sinis kearah Bisma saat
kalian lewat ditempat Dicky duduk tadi
“Lo
bakal kehilangan dia, kalau cara lo selalu bikin dia lemah” Gumam Dicky pelan.
“Dan kalau pun lo gak akan kehilangan dia, gue yang bakal rebut dia dari lo”
Lanjud Dicky Tersenyum devil
Sementara
kamu dan Bisma telah sampai didalam kamarmu, Bisma membaringkan tubuhmu
diranjang, Dia terlihat lesu sekali, Perasaan menyesal dan khawatir bercampur
aduk dalam hatinya
Kamu
hanya diam, senyum kecil tak lepas dari bibir mungilmu, kamu diam dan wajahmu
mengarah pada Bisma namun matamu terpejam, bukan karna tidur tapi kamu benar
benar lelah dan tak sanggup membuka matamu saat ini
“Sayang,
kaka mau bicara sesuatu” Ucap Bisma sambil duduk dibangku samping ranjangmu,
lalu perlahan dia menggenggam tanganmu dengan lembut. “Dudukin aku dulu kak”
Pintamu lirih
“Tapi
kamu lagi gak enak badan, gak papa kok kaka ngomongnya sambil kamu tiduran”
Jawab Bisma menolak. “Aku maunya duduk kak” Tegasmu. Akhirnya Bisma
mendudukkanmu dan menyandarkanmu kedinding. Kemudian Bisma kembali duduk
dibangkunya dan kembali mengenggam tanganmu
“Kaka
udah tau siapa yang bener bener tulus sayang sama kaka” Ucap Bisma memulai
bicaranya
“Hem
aku yakin kak Franda tulus” Sambungmu cepat. Mata Bisma berubah tatapan Benci,
dia tak mau mendengar nama itu lagi. “Kaka gak mau kamu sebut sebut dia lagi”
Ucap Bisma
“Kenapa?
Kaka kan sayang banget sama kak Franda” Jawabmu sambil bertanya
“Dia
ternyata dari awal cuma mainin kaka, jadiin kaka boneka sementara dia” Jelas
Bisma. “Kaka udah putusin perempuan yang gak punya hati itu” Lanjud Bisma
“Trus
gimana sama kaka, aku tau kaka sayang banget sama kak Franda, gimana sama
perasaan kaka yang udah terlanjur sama sama kak Franda” Tanyamu lagi, wajahmu
terlihat sedih
“Saat
kaka liat sendiri dia dia ngaku Cuma mainin kaka, kaka mendadak benci sama dia,
sayang kaka tuh berubah jadi jijik, ilfeel. Lagian kenapa sih kamu malah sedih gini? Harusnya kamu
seneng, kaka udah sadar sama semua ini, kaka sadar kaka sayang banget sama kamu
(namamu) sayang banget” Ungkap Bisma
“Kaka..”
Lirihmu pelan “Kamu jangan pernah pergi dari kaka ya, saat kamu tamat SMA nanti
kaka mau nikahin kamu” Ungkap Bisma lagi. “Ha? Akukan masih kecil kak” Kamu
kaget atas ungkapan Bisma tadi, ekspresimu sangat lucu sekali
“Haha
kamu itu udah besar sayang, udah kelas 3 SMA juga, bentar lagi tamat kan, saat
kita udah nikah nanti kamu tetap boleh kuliah kok” Jelas Bisma
“Oh
gitu ya kak, yaudah deh terserah kaka hehe” Jawabmu masih sedikit bingung
“Haha kamu lucu ya, bikin kaka gemes” Ungkap
Bisma sambil mengusap pipimu
***
Sementara
itu Dicky sedang menelpon seseorang
“Ya
hallo, gue punya kerjaan buat lo” –Dicky
“-_________-“
“Perkosa
cewek” –Dicky
“-_________-“
“Iya
tapi gak beneran begok! Lo Cuma nakutin, ntar gue pura pura nyelametin” –Dicky
“-_________-“
“Besok
aja, waktu dia pulang kampus sendiri” –Dicky
“-_________-“
“Enggak,
nanti gue jebak cowoknya biar gak jemput dia” –Dicky
“-_________-“
“Oke
jangan sampai lo sentuh dia sedikitpun, lo Cuma boleh nakutin dia” –Dicky
“-_________-“
“Bagus.”
–Dicky
Telponnya
pun ditutup oleh Dicky
“Dicky
apa apaan lo lakuin itu semua, maksud lo apa?” Selidik Ilham yang ternyata ada
dibelakang Dicky dari tadi
“Gue
Cuma mau bikin (namamu) nimbulin rasanya buat gue” Jawab Dicky tersenyum sinis.
“Tapi
yang lo lakuin itu bahaya, cara lo salah Dicky” Bentak Ilham lagi. Dicky hanya
tersenyum kecut dan membuang muka dihadapan Ilham
“Gue
gak kenal lo lagi dick, lo berubah! Mana temen gue yang dulu?” Teriak Ilham
cukup keras didepan Dicky
“Sorry
ham, lo emang temen gue, tapi kalau lo halangin gue soal cinta, gue bisa aja
jadiin lo mangsa gue.” Ucap Dicky tersenyum sinis kearah Ilham, lalu Dicky
melangkah dan mendekat kearah Ilham, dia menepuk pundak Ilham “Cinta harus
diperjuanin bro, jangan coba coba ngehalang gue atau lo bakal jadi korban
dikisah cinta gue” Ancam Dicky lalu pergi kekamarnya
“Enggak!
Gue harus nyelesaiin masalah ini secepatnya, sebelum orang tua (namamu) pulang”
Ucap Ilham sendirian
“Tring
trong” Suara bell rumah berbunyi, Ilham lansung melangkah kearah pintu depan
dia membuka pintu itu tiba tiba
“Ilham,
how are you! Oh tante sangat kangen sekali sama kamu, oh iya (namamu) mana?
Katanya (namamu) lagi sakit parah?” Tanya mama (namamu) bertubi tubi. Ilham
hanya terdiam kaget, berarti niat terlambat untuk menyelesaikan semua masalah
itu, dia gagal
“Ilham!
Jawab dong pertanyaan tante kamu” Ucap papamu yang sejak tadi berada disamping
mamamu
“Oh
iya tante Ilham baik baik aja, kalau (namamu) Cuma gak enak badan doang kok
tante” Jawab Ilham
“Oh
no!, mana (namamu)” Tanya mamamu panik
“Dikamarnya
tante” Jawab Ilham, mamamu pun lansung melangkah kearah kamarmu bersama papamu
diikuti Ilham dari belakang
“Oh
(namamu) mama khawatir sekali sama kamu” Ucap mamamu lansung menghampiri
ranjangmu
“Mama?,
mama (namamu) kangen mama” Ucapmu lansung menyambut pelukan mamamu tapi Papamu
hanya diam, dia malah menatap Bisma, dia sepertinya mengenali wajah Bisma
“Mama..
come here” Ucap Papamu. Mamamu melangkah kearah papamu, papamu berbisik
“What?!”
Kaget mamamu, mamamu lansung melangkah mendekati Bisma, dia menatap Bisma dalam
dalam
“Kamu
anak siapa?” Tanya mamamu seperti menyelidiki
“Saya
anak..” Belum sempat menjawab kamu memotong omongan Bisma. “Itu kak Bisma mah,
kak Bisma yang sering (namamu) ceritain ke mama lewat telpon” Ungkapmu. “Oh
mama tanya dia anak siapa sayang? Dari keluarga siapa?” Tanya Mamamu kembali
menatap Bisma
“Saya
dari keluarga Tanubrata tante” Jawab Bisma sigap
“Apa?!”
Teriak Mamamu seketika. “Papi, usir dia dari sini” Teriak mamamu lagi
“Ma..
kenapa ma? Kenapa sama kak Bisma” Tanyamu panik
“Dia
keluarga Tanubrata sayang, dia tidak pantas untuk kamu, dia musuh keluarga
kita, musuh keluarga soekarta” Jawab mamamu
“Mama
kak Bisma gak salah apa apakan ma, kenapa jadi kita yang dibawa bawa soal itu”
Ucap mu hampir menangis
“Dia
memang tidak salah apa apa sayang, tapi keluarga kita sudah bersumpah untuk
tidak akan pernah bertemu apalagi menjalin hubungan dengan keluarga Tanubrata,
begitupun mereka, kamu mengerti?!” Bentak mamamu
“Om
keluarga saya salah apa om, lepasin saya” Berontak Bisma saat papamu menarik
Bisma keluar rumah
“Om
kasian (namamu) om, Bisma dan (namamu) saling sayang, om Rangga jangan pisahkan
mereka” Cegah Ilham berharap Papamu berubah pikiran
“Kamu
jangan ikut campur ilham, kamu tidak tau apa apa tentang masalah ini” Jawab Om
Rangga sambil mendorong Bisma hingga terjatuh ketanah. Kamu tak menghiraukan
mamamu, dengan langkah lemah kamu menuju keluar Rumah
“Kak
Bisma..” Lirihmu berniat menghampiri Bisma namun ditahan oleh papamu
“Masuk
rumah (namamu)” Perintah papamu. “Pah (namamu) mau bicara sama kak Bisma
sebentar aja pa..” Pintamu lirih
“
Papa bilang masuk, ya masuk!” Bentak papamu. “Bawa dia masuk ham! Sebelum om
pukul” teriak Papamu kearah Ilham
“Ayo
(namamu), kamu masuk aja dulu, kita fikirin nanti caranya buat nyelesaiin
masalah ini, kamu masuk dulu ya papa kamu lagi emosi” Bujuk Ilham sambil
berbisik kearahmu. Kamu mengangguk pelan dengan airmata yang sudah menetes
dipipimu dari tadi
“Haha
rencana kedua gue berjalan mulus, gak sia sia gue telpon mama papa (namamu)
untuk segera pulang” Gumam seseorang dari balik jendela rumahmu, dia memandang
Bisma yang sedang dipukul oleh papa mu saat ini, karna Bisma bersih keras untuk
tetap menunggumu diluar rumah
Bersambung..
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar