Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *14

Bisma menggeleng pelan “Enggak, enggak (namamu), kaka gak mau lakuin hal bodoh kayak gitu, kaka gak mau kamu menderita kalau kaka bawa pergi” Tolak Bisma dengan lembut

“Hiks, tapi aku butuh kaka” Jawabmu pelan

“Waktu yang akan jawab semuanya, kalau kita jodoh apapun yang menghalang gak akan bertahan jadi penghalang, tuhan udah siapin semuanya” Jelas Bisma dengan bijak, kamu tersenyum masam, menahan perih dihatimu

“Sekarang kaka anter kamu pulang ya” Ajak Bisma dengan suara serak basahnya itu, kamu mengangguk pelan

***

Kamu sudah berada dalam mobil Bisma, sekarang kalian berada dijalan, menuju rumahmu. Tiba tiba ada mobil yang menghadang didepan mobil kalian. Bisma pun terpaksa menghentikan mobilnya

“Keluar lo!” Teriak 3 orang sambil menepuk kasar kaca mobil Bisma. Kamu kaget, begitupun Bisma

Salah satu dari Orang itu menarik kerah baju Bisma, lalu Bisma dipukul oleh orang yang satunya, Dan yang satunya lagi menarik tanganmu keluar

“Kamu siapa? Lepasin aku” Ucapmu memberontak

“Kak bisma.. jangan pukul kak Bisma, kamu siapa, please hentikan mereka..” Pintamu pada orang yang terus menarikmu itu

“Kak Bisma!! Lepasin kak bisma!!” Teriakmu sangat khwatir dengan Bisma, Bisma tak dapat melawan, orang orang itu terlalu kekar dan besar jika dibandingkan dengan Bisma, wajah Bisma sudah dipenuhi luka pukulan

“Kamu mau apa, jangan ganggu aku hiks” Tangismu saat orang itu mulai terlihat aneh memandangmu

Amarah Bisma memuncak melihat kamu yang diperlakukan seperti itu, Bisma mengepal tangannya lalu melayangkan pukulan kearah kedua orang yang sedang memukulnya itu hingga kedua orang itu tak sadarkan Diri. Bisma berlari pelan kearahmu, namun orang yang menarikmu tadi menghadang Bisma, Bisma tak menghiraukannya, tangannya bagai berapi api dan pukulannya  berhasil membuat orang itu K.O

“(namamu), sayang kamu gak papa kan?” Panik Bisma lansung memelukmu dalam kedaan duduk dijalan yang agak bersemak semak itu

“Hiks hiks kaka aku takut” Lirihmu menangis lepas didada Bisma

“Maafin kaka, kamu gak diapa apain kan?” Tanya Bisma masih sangat khawatir. Kamu menggeleng pelan

“Kak aku gak mau pulang” Pintamu. “Gak bisa (namamu), ini udah mau malem nanti mama kamu khawatir” Nasehat Bisma

“Kaka gak sayang ya sama aku” Lontarmu tanpa sadar, air matamu mengalir

“Kaka sayang sama kamu” Jawab Bisma

“Kalau kaka sayang sama aku, kita pergi dari rumah, kaka sentuh aku supaya mereka nikahin kita” Ucapmu lagi asal ceplos, entahlah entah omongan teman kamu yang gak bener itu udah ngerasusik pikiran kamu

“Kamu ngomong apa sih? Pertanyaan kamu itu bodoh tau gak. Apa perlu kaka apa apain kamu buat buktiin perasaan kaka? Enggak kan? Cowok itu gak bakal nyakitin jiwa raga cewek yang dia sayang, sesayang apapun dia.. dia gak bakal nyentuh ceweknya sedikitpun. Kalau ada cowok yang nyentuh ceweknya dengan alasan sayang, itu boong, itu Cuma alasan dia buat muasin nafsunya, ngerti kamu (namamu)?!” Ucap Bisma agak menekan. Kamu kembali terisak, hatimu sakit saat ini, semakin sakit dan fikiranmu sudah sangat kacau karna masalah yang tak putus putusnya datang menghampirimu

“Udah jangan nangis lagi, kalau kamu nangis kaka jadi lemah, hapus air mata kamu” Ucap Bisma sambil memelukmu ‘kembali’. Beberapa menit kemudian kalian akhirnya kembali melanjudkan perjalanan untuk pulang

***

“Begok begok begok! Kenapa bisa gak berhasil? Masa sijungkring kayak gitu aja bikin kalian K.O?!” Bentak seseorang yang berbehel itu kepada 3 orang suruhannya itu

“Sorry bos, dia emang bener bener kuat bos, awalnya gak ngelawan tapi akhirnya kita dihabisin” Adu salah satu diantara mereka

“Itu karna kalian gak becus satupun!! Untung tadi gue belum masuk kelokasi, Pergi lo semua gue udah gak butuh lo lo lo!” Teriak laki laki berbehel itu ditengah gedung kosong itu. 3 Orang itupun pergi dengan cepat

“Arrrrhhh sial! Rencana gue gagal.” Kesalnya. “Oh oke kalau gitu gue yang bakal turun tangan dan kali ini cara gue beda, dan tentunya pasti berhasil tanpa ada yang bisa nolak hahaha” Tawa laki laki itu.

***

“Iya tante, Dicky itu Cuma pura pura baik, Ilham juga gak ngerti ternyata Dicky bukan teman yang baik, Ilham nyesel nerima dia buat numpang disini” Jelas Ilham ‘lagi’ ke mama dan papamu yang sedang duduk diruang TV itu

“Aduh pi, gimana ini pi, (Namamu) belum pulang lagi, gimana kalau ada apa apa sayang putri kita pi” Ucap Mamamu sambil memegang lengan papamu. Papamu hanya Bisa diam dan memikirkan cara agar Dicky tak berhasil menjalankan rencananya yang sempat diceritakan Ilham tadi

“Tenang ma, kita serahkan ini sama tuhan, tuhan tau yang terbaik buat keluarga kita” Ucap papamu bijak kepada mamamu, dia mengusap rambut mamamu dengan lembut.

***

Kamu dan Bisma telah sampai diluar rumahmu, kamu mengajak Bisma untuk mampir dulu walau kamu tau orang tuamu membenci keluarga Bisma

“Assalamualaikum” Ucapmu melontarkan salam sambil memencet bel rumahmu. Pintupun terbuka, orang yang membukakan pintu  itu lansung memelukmu

“Sayang kamu dari mana aja? Mama khawatir sekali” Ucap Mamamu bernada panik

“loh kok mama kayaknya panik gitu” Tanyamu sambil merenggangkan pelukan mamamu

“Sayang, Dicky mau celakain kamu nak, dia mau pura pura baik didepan kamu tapi caranya bahaya” Jelas mamamu. Kamu masih sedikit bingung

“Assalamualaikum tante om, ham lagi ngapain nih kok ngumpul didepan semua” Ucap Dicky yang tiba tiba datang

“Heh kamu! Kamu jangan ganggu keluarga kami lagi, sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini” Ucap mamamu sedikit kencang

‘Gawat jangan jangan ilham udah bocorin rahasia gue’ lirih Dicky dalam hatinya. Dicky sedikit melangkah maju dan mendekati kearah mamamu dan kearah kamu

“Loh tante ngomong apa sih, aku tuh tulus tante” Ucap Dicky semakin mendekat, sepertinya dia punya niat lain, dan..

“(namamu)!!” Teriak mama papa Ilham dan juga Bisma karna tiba tiba kamu ditarik oleh Dicky sedikit menjauh

“eh kalian jangan mendekat atau saya gak segan segan lakuin ini” Ucap Dicky mendekatkan benda tajam kelehermu

“Ngh dicky kenapa kamu jadi jahat” Lirihmu pelan. “Maaf (namamu) Cuma ini jalannya supaya kamu jadi milik aku” Jawab Dicky membuat Kamu dan Bisma kaget sedangkan ilham dan mama papamu memang sudah tau

“Eh dick lo jangan main main sama ucapan lo dick, lepasin (namamu)” Pinta Bisma mencoba lembut agar Dicky tidak nekat. Walau dalam hati Bisma sudah dipenuhi emosi saat ini

“Ngh lepasin aku, kak tolong aku” Lirihmu pelan karna takut dengan pisau yang sangat dekat dengan lehermu saat ini. “Diam!! Jangan nangis! Gue gak suka lo nangis” Bentak Dicky. Malah membuat kamu semakin terisak. Ilham dari tadi berlari masuk kedalam rumah dia mencari HP nya untuk menelpon polisi

Keadaanmu yang semakin terisak membuat perhatian Dicky mengarah padamu, sehingga dia tidak focus lagi pada pisau yang digenggamnya

“(namamu) jangan nangis please..” Pinta Dicky mencoba menghapus airmatamu. “Aku itu sayang sama kamu dan pengen milikin kamu haha” Ucap Dicky diiringi tawanya

“Pranggg!!!!” Pisau ditangan Dicky direbut oleh Bisma hingga pisau itu terjatuh kelantai dan dengan cepat pula Bisma lansung menarikmu dalam pelukannya. Keadaan Bisma sedang membelakangi Dicky saat ini

Dicky tak berfikir panjang, dia lansung mengambil pisau itu dan..

“Kaka awas..” Kamu melepaskan pelukan Bisma lalu berlari, mencoba melindungi Bisma hingga..

“Arrhhss..” Ringismu tertahan. “(Namamu)!!!” Pekik Bisma dan kedua orang tuamu

“(Namamu)..” Lirih Dicky sambil menatap kamu dan pisau yang digenggamnya secara bergantian

“Angkat tangan!!” Suara polisis yang tiba tiba datang dari belakang Dicky. Dicky hanya pasrah dia terlihat menyesal, dia tak berniat mengenaimu. Polisi itupun sejenak mengobrol penting dengan Ilham lalu pergi membawa Dicky kepihak yang berwajib. Setelah itu Ilham segera mengeluarkan mobil dari bagasi belakang rumah..

Sementara itu..

Lagu afgan-bawalah pergi cintaku seolah bersenandung disekitar teras rumahmu itu...
~Sumpah tak ada lagi kesempata ku untuk bisa bersamamu..
Kini kutau bagaimana caraku untuk dapat trus denganmu..
Bawalah pergi cintaku, ajak kemana kau mau..
Jadikan temanmu, teman yang paling kau cinta..
Disini ku pun begitu, trus cintai mu dihidupku..
Didalam hatiku, sampai waktu yang pertemukan kita nanti..~


“(namamu)..” Lirih Bisma dengan nada Bergetar, Bisma mengangkat tubuh lemahmu dan meletakkan kepalamu dipahanya, kamu terbaring dilantai saat ini, kedua orang tua menangis. Perutmu sudah banyak mengeluarkan darah, tangan Bisma penuh oleh darahmu

Kamu memaksa matamu untuk terbuka perlahan, dan tanganmu bergerak membelai pipi Bisma. “Kak Bis ma eng gak apapa, kan?” Tanyamu agak terbata bata.

“Enggak sayang kakak gak kenapa napa” Jawab Bisma menahan tahisnya. Kamu tersenyum pelan, airmatamu menates begitu saja menahan sakit yang kamu rasakan


“Kak pe luk aku, a gar a ku kuat” Pintamu. Bisma lansung memeluk tubuhmu, kamu tersenyum untuk yang kedua kalinya disaat saat sakit seperti itu. “(namamu) sa yang kak bis ma, ngh” Lirihmu pelan didalam pelukan Bisma..

Bersambung..
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar