Ilham mengendarai mobil dari bagasi belakang rumahmu
kedepan teras rumahmu. Bisma tak sanggup lagi mendengar dan melihat rasa sakit
yang kamu rasakan, Bisma lansung menggendong tubuhmu lalu mengangkatnya kedalam
mobil yang sudah ada didepan teras rumahmu, dikendarai Ilham.
“Kamu harus bertahan ya sayang, kamu pasti Bisa, kamu
gadis yang kuat” Ucap Bisma dengan tangan yang tak terlepas dari genggamanmu,
Kamu sedang berbaring dimobil dan kepalamu dipaha Bisma saat ini. Sedangkan
mamamu didepan disamping Ilham yang sedang mengemudikan mobil itu. Papamu
memakai mobil sendiri dia mengikuti kalian dari belakang. Darah sudah membasahi
bajumu, begitupun baju Bisma yang ikut terkena darahmu
Beberapa menit kemudian kamu sampai dirumah sakit tujuan
kalian. Bisma berteriak memanggil suster sambil menggendong tubuh lemahmu
“Suster!!! Tolong pacar saya suster..” Teriak Bisma,
seketika datang 2 orang suster, kamu lansung dilarikan kedalam ruangan khusus.
Tangan Bisma tak terlepas dari tanganmu, airmatanya mengalir deras. Wajahmu
yang dasarnya selalu ceria, kita semakin memucat.
“Maaf mas, silahkan tunggu diluar” Ucap suster itu dengan
sopan saat Bisma berniat ikut masuk keruangan tempat kamu dibawa tadi
“Tapi saya mau didekat dia sus!” Bentak Bisma
“Maaf mas tolong bantu kami, kami hanya menjalankan
tugas, mas tunggu diluar dulu” Ucap suster itu lansung menutup pintu dengan
paksa
“Arrrhhh!! (Namamu) kamu harus bertahan..” Teriak Bisma
frustasi, dia terduduk dibalik pintu ruanganmu itu
Mamamu, papa dan Ilham telah siap mengurus segala
sesuatunya dirumah sakit itu, lalu berjalan cepat keruanganmu
“Bisma.. gimana Bisma, gimana sama (namamu)?” Tanya
mamamu sangat khawatir
“Gak tau tante belum ada keterangan dari docternya” Ucap
Bisma mengusap kasar wajahnya sendiri
Mamamupun hanya Bisa diam, dan menangis dipangkuan
papamu, mereka duduk dikursi tempat tunggu itu. Begitupun Ilham. Bisma meraih
ponselnya dari dalam kantong bajunya, kemudian menelpon seseorang
“Mama Bisma hampir aja mau dibunuh ma” Ucap Bisma tiba
tiba
“Apa? Dibunuh? Dibunuh siapa nak? Kenapa Bisa?” Panik
mama Bisma
“Dibunuh orang ma, dia benci sama Bisma, untung Bisma
diselametin sama (namamu), tapi malah dia yang kena ma, dia terluka parah,
Bisma tau kehilangan dia ma..” Ucap Bisma masih dengan muka murung
“Apa?! Ya tuhan, mama mau kesana, kamu ada dirumah sakit
mana nak?” Tanya mama Bisma, Bismapun menyebutkan nama rumah sakitnya
***
Mama Bisma datang dengan langkah tergesah gesah, dia
lansung menghampiri Bisma yang sedang duduk dilantai dan bersandar dipintu itu
seperti orang frustasi. Mamamu menatap mama Bisma dengan sinis begitupun papamu
“Bisma kamu gak kenapa napa kan nak” Tanya mama Bisma
lansung berhambur memeluk Bisma
“Maaf permisi sebentar, bisa bicara dengan orang tua
pasien?” Tanya Docter yang tiba tiba keluar ruangan
“Iya doc kami berdu orang tuanya, gimana keadaan anak
kami baik baik saja kan dock?” Tanya mamamu sambil bergandeng ditangan papamu
“Pasien kekurangan banyak darah, apa ada yang bergolongan
darah A disini?” Tanya docter itu
“Saya golongan darah A dock” Jawab mamamu cepat
“Apa anda baik baik saja, em maksud saya tidak puny
penyakit apapun? Karna yang mendonorkan drah harus sehat total” Ucap docter itu
bertanya dan memastikan
“Mamakan sakit anemia ma” Ucap papamu
“Wah kalau begitu tidak Bisa, berbahaya jika dipaksa”
Ucap Docter itu
“Trus gimana ini pah” Tanya mamamu tambah khawatir
“Ngh saya golongan darah A dock dan saya juga sehat
total, ambil darah saya saja dock” Tawar mama Bisma dengan sigap, membuat
mamamu kaget sekaligus papamu
Docterpun lansung membawa mama Bisma keruangan lain untuk
mendonorkan darahnya ke kamu. Beberapa jam kemudian, Mama Bisma kembali
ketempat tunggu tadi
“(nama mama Bisma) terimakasih banyak ya, saya berhutang
budi pada kamu” Ucap mamamu lansung memeluk mama Bisma
“Saya yang harusnya berterima kasih, karna anak kamu
sudah menyelamatkan nyawa putra saya” Jawab mama Bisma
“Ngh soal masa lalu kita itu.. apa sebaiknya kita lupakan
saja, sumpah itu tidak pantas ada lagi diantara keluarga kita” Ucap mamamu
sambil melepaskan pelukan mama Bisma
“Iya saya sebenarnya juga sudah ingin melupakan itu,
sesama manusia kan kita tidak boleh bermusuhan” Ucap mama Bisma
“Jadi mulai sekarang kita damai?” Tanya mamamu. Mama
Bisma mengangguk sambil tersenyum, merekapun kembali berpelukan, papamu ilham
dan Bisma ikut tersenyum bahagia, namun dihati Bisma masih sangat
mengkhawatirkan keadaanmu
***
Haripun berganti, pendonoran darah itu berjalan lancar,
namun keadaanmu masih sangat lemah, docter mengatakan kamu butuh perawatan
beberapa bulan kedepan
Bisma melangkah memasuki ruang barumu ini, kamu terbaring
lemah ditemani alat alat rumah sakit yang menghiasi mulutmu dan bagian bagian
tubuhmu yang lain, Bisma semakin mendekat membawa sebuah rangkaian Bunga segar..
bunga mawar putih seperti bunga kesukaanmu. Bisma meletakkan rangkaian Bunga
itu dimeja dekat ranjangmu, lalu Bisma duduk dikursi yang sudah disediakan
disamping ranjangmu, perlahan tangan Bisma meraih tanganmu, dengan lembut Bisma
menggenggamnya perlahan lalu meciumnya sebentar.
“ : ). Sayang.. aku mau ngasih tau kamu kabar gembira”
Ucap Bisma pelan. Lalu Bisma tersenyum. “Keluarga kita udah berdamai, dan itu
berkat perjuangan kamu sayang” Lirih Bisma dengan senyuman yang bercampur
airmatanya
“Kamu cepat bangun ya, jangan tidur terus, aku kangen
sama suara kamu” Ucap Bisma lagi
“Aku juga kangen sifat kamu yang sok sok nakal itu hehe,
aku juga kangen pelukan kamu, apalagi senyuman kamu” Lanjus Bisma
“Kamu tau gak..” Tany Bisma sendiri
“Aku tuh sayanggg banget sama kamu, mungkin kamu udah
bosen dengernya, tapi aku sayang kamu..” Lanjud Bisma lagi, deraian airmatanya
mengalir begitu saja, bahkan menetesi tanganmu yang sedang digenggamnya
***
Sudah berbulan bulan kamu dirumah sakit itu, keadaanmupun
semakin membaik, sekarang datang dimana saatnya kamu boleh pulang, Bisma
mendorong kursi rodamu menuju mobil papa mamamu, senyuman tak terlepas dari
bibir manisnya.
Keluargamupun berkumpul dengan keluarga Bisma malam itu,
semuanya mebicarakan hari pernikahanmu dengan Bisma yang akan dilaksanakan pada
1 minggu kedepan saat kamu sudah tamat dari SMA mu.
***
2 Tahun kemudian
“Setelah sekian banyak rintangan yang sempat menghambat
cintaku dan Bisma, akhirnya perjungan dan izin allah pun membawa kami pada kenyataan
manis yang telah kami rasakan saat ini. Sekarang hidupku terasa lebih lengkap,
mendapat dua orang anak, laki laki dan perempuan yang umurnya sama, ya mereka
kembar, mereka yang akan selalu mengiasi setiap hari hariku, seorang suami yang
akan selalu menemani masa masa hidupku, ya dia Bisma, Pacar pertama dan pacar
terakhirku, suami pertama dan kuharap juga suami terakhirku, meski aku bukan
yang pertama untuknya namun aku yakin dia akan mempertahankanku untuk menjadi
yang terakhir dalam hidupnya. Hmm Soal Dicky? Dia tidak masuk penjara, aku yang
sengaja memohon pada polisi untuk melepaskannya, karna aku yakin dia
sebernarnya orang yang baik, hanya saja waktu itu rasa cintanya untuku sempat
merasuki pikiran jahatnya, sehingga dia melakukan hal yang sebenarnya tak dia
inginkan, aku juga tidak mau menghukum temanku sendiri, dia sudah aku anggap
teman baikku, dia juga sudah meminta maaf pada aku, bisma dan keluarga kami,
semua telah aman dan saling mengihklaskan.
Bukankah hidup ini indah? Meski banyak rintangan dan
pilihan yang harus aku lalui namun semuanya berujung manis jika dihadapi dengan
ke Ikhlasan. Dan aku bersama Bisma telah membuktikan itu semua J” Kamu
menutup laptopmu setelah menulis cerita nyata ‘kisah cintamu’ di dalam memo
laptopmu itu. Sepasang tangan melingkar dilehermu, pemilik tangan itu mencium
pipimu dengan lembut. Kamu dan Bisma sudah menikah dua tahun yang lalu
“Udah selesai ceritanya?” Tanya Bisma pelan
“Udah, tapi aku rasa akan ada kelanjutannya” Jawabmu juga
pelan. “Waw, apa kita akan melanjudkannya lagi?” Tanya Bisma beranjang
membawamu berdiri dari kursi taman itu, Bisma melingkarkan tangannya
kepinggangmu, kamu memeluk leher Bisma dari depan
“Bukan kita, tapi mereka” Ucapmu pelan, sambil melirih
sepasang anak kembarmu yang sedang bermain main ditaman itu. Bisma tersenyum
manis, dia menatapmu ‘kembali’
“Aku harap dika dan dian akan memiliki kisah cinta yang
berujung manis juga” Ungkap Bisma
“Ya, aku harap Dika akan menjadi Bisma kecil dengan sosok
setianya dan mempunyai jiwa dengan rasa tanggung jawab yang besar” Ucapmu
menunjuk dada Bisma. Bisma tersenyum
“Dan aku harap, dian menjadi (namamu) kecil yang diisi
dengan hati yang tulus, menjadi wanita yang terbaik untuk pendampignya kelak,
sepertimu” Balas Bisma dari hatinya. Kalian berdua tersenyum bahagia. Tiba tiba
dika dan dian berlari dan memeluk kakimu dan juga kaki Bisma, Kamu Bisma dan
kedua anak kalian bersamaan menatap langit yang berwarna keorange orangean itu,
beriringan dengan itu, matahari bergeser dan digantikan oleh sang Bulan, seolah
menutup kisah cintamu bersama Bisma dengan akhir yang sangat manis, indah dan
dipenuhi kebahagiaan : )
Huaaa akhirnya selesai juga : D
TAMAT
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar