Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *1

Matahari sudah bersinar sempurna dilangit, bisa ditebak kalau hari sudah mulai siang, kamu sedang duduk disebuah taman, jarimu tak henti hentinya bermain dihelai helai kecil dedaunan bunga taman itu, wajahmu mulai murung dan menatap kosong kebawah karna Bisma tak kunjung datang padahal dia yang membuat janji denganmu ditaman itu, sudah hampir 3 jam kamu menunggunya. “Krekss..” Terdengar langkah seseorang yang semakin mendekat kearahmu, bisa ditebak orang itu berlari sampai sampai dedaunan kering disana berbunyi
“Enggak apa apa kok kak, aku ngerti” jawabmu, seolah mengerti kata yang akan diucapkan orang itu, ya dia Bisma. Kamu masih menatap kosong kebawah seperti tadi. Bisma tersenyum dan duduk perlahan disampingmu sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan karna berlari lari tadi
Kamu mengganti pandanganmu, mencoba untuk memandang kearah Bisma, Bisma balik menatapmu, tangannya mengusap pipimu dengan lembut “Lama banget ya?” tanya Bisma
“Enggak Cuma tiga jam” jawabmu sedikit mendelik kesal, Bisma hanya cengengesan. “Maaf ya, sayang” Mohon Bisma
“Udah bosen dengernya” sahutmu dengan nada agak manja. Bisma tertawa kecil lalu menekan bagian belakang kepalamu agar kamu masuk dalam pelukannya
“Trus kaka harus bilang apa lagi dong?” Tanya Bisma
“Bahasanya diubah” Jawabmu singkat. Bisma mengernyitkan dahinya, dia sedikit bingung, lalu beberapa detik kemudian dia tersenyum seolah mengerti
“Kaka gak punya bahasa, Cuma ngerti 3 bahasa doang” Jawab Bisma masih dalam keadaan memelukmu
“Hm banyak, apa aja?” Tanyamu
“Bahasa sunda, indonesia dan..” ucap Bisma, Bisma sengaja menggantung ucapannya “Dan apa?” tanyamu cepat
“Bahasa cinta” jawab Bisma mantap. Kamu tersenyum malu untung saja Bisma tak Bisa melihat wajahmu saat ini karna wajahmu seperti kepiting yang baru siap masak
“Gak lucu, terlalu dramatis.” Ungkapmu sedikit berbohong
“Emang gak lucu kok, tapi romantiskan?” Bidik Bisma dengan suara menggodanya
“Ihhs enggak” Ucapmu memungkirinya. Kamu semakin malu, dan menyembunyikan wajahmu lebih dalam dipundak Bisma, sedikit ada yang berbeda setelah aroma jaket Bisma terhirup olehmu, ingat akan hal itu kamu lansung melepas pelukan Bisma perlahan “Kenapa?” tanya Bisma cepat
“Bau Parfum cewek, abis ketemu ya sama ya franda?” Tanyamu mencoba santai dan menahan sesak yang mulai memburu didadamu
“Hemm” Bisma berdehem dan mengangguk pelan, tangannya pindah kepundakmu dan mengusap pundakmu pelan, seolah bermaksud menenangkan hatimu
“Yakinkan kakak secepat mungkin, maka ini semua akan berakhir” Ungkap Bisma sambil menarik dagumu agar menatapnya. ‘Dengan apa lagi kak, gimana lagi caranya, aku gak tau apa bukti yang kaka mau’ suara hatimu. Butiran air menetes disudut matamu, sangat kecil.. hampir tak terlihat namun Bisma melihatnya. “Cups” Bisma mencium bibirmu cukup lama namun dia tidak memainkannya, penuh ketulusan, membuat matamu terpejam menikmati setiap detik kasih sayang Bisma padamu. Lalu Bisma mengakhirinya dan menaruh kedua tangannya dipipimu, menatapmu dalam..

“Yakinkan kaka secepatnya, secepat kilat yang tak mampu ditangkap hujan” lirih Bisma.. Kamu tertunduk

Bersambung..
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *2

“Yakinkan kaka secepatnya, secepat kilat yang tak mampu ditangkap hujan” lirih Bisma.. Kamu tertunduk.
*
Tangan Bisma masih ada dikedua pipimu, Bisma tak beranjak sedikitpun, dia tetap menatapmu walau kamu semakin tertunduk

“Dari awal aku Cuma punya 3 pilihan kak” ucapmu pelan. “Bertahan, Berpaling, atau Mati” lanjutmu membuat Bisma semakin menatapmu menanti kata kata yang akan kamu ucapkan selanjudnya

“Cara pertama udah aku lakuin. Aku udah coba bertahan sampai detik ini” Ungkapmu. Kamu memang sudah lama bertahan dalam keadaan ini, bertahan untuk tidak mengeluarkan rasa cemburumu, untuk tidak mengeluarkan amarahmu saat Bisma bersama Franda, bertahan diduakan bertahan menerima semua kemauan Bisma walau terasa menyakitkan, tapi Bisma? Dia seolah tak peduli dengan sakit dihatimu, entah dia tak tau atau mungkin pura pura tidak tau? Tapi disisi lain Bisma selalu membuatmu nyaman, membuatmu tersenyum, membuat hatimu tenang, dan mungkin tanpanya hidupmu tak akan berwarna.
Bisma masih menatapmu, tangannya perlahan turun dari pipimu lalu perlahan menggenggam erat kedua tanganmu

“Cara kedua gak sanggup aku lakuin. Karna aku gak sanggup Berpaling, aku gak sanggup saat aku udah gak bersama kaka, ada orang lain yang milikin kaka sendiri tanpa ada ikatan denganku lagi” Lanjudmu, Bisma tertunduk, dadanya mulai merasakan kata katamu

“Cara pertama dan keduaku udah mulai lenyap, apa aku harus melakukan cara ke..” omonganmu terpotong karna telunjuk Bisma tiba tiba menyentuh Bibirmu “Sussttt. Hentikan” suruh Bisma
Kamu hanya diam, Bisma menarikmu dalam pelukannya berharap kamu bisa sedikit lebih tenang. Memang benar! Kamu sangat nyaman dipelukan hangat Bisma

“Kayanya udah mau hujan, kaka antar kamu pulang ya” Tawar Bisma. Kamu mengangguk, Bisma melepaskan pelukannnya lalu menarik tanganmu menuju mobil
Beberapa menit kemudian..

Mobil Bisma berhenti tepat disebuah rumah simple yang ada ditepi jalan kecil itu, ya itu rumahmu “Krsssrrrrrrss” seketika hujan menyerbu bumi, rintik rintiknya semakin membesar dan hujan lebat itupun berhasil turun dengan sempurna. Menyejukkan makhluk Bumi.

“Hujan, kaka dirumah aku aja, aku takut hujan nya ngeganggu konsentrasi nyetir kaka” Ucapmu masih dalam mobil bersama Bisma “He’em” jawab Bisma mengangguk dan tersenyum kearahmu

###

Bisma keluar dari kamar tamu, lalu melangkah menuju karahmu yang sedang duduk didepan TV, Bisma duduk disampingmu sambil mengusap ngusap rambutnya yang basah, tadi Bisma kamu suruh mengganti bajunya dengan baju sepupumu karna baju yang dipakai Bisma agak basah.

“Dingin dingin gini enaknya ngapain ya” goda Bisma berniat menjailimu. Kamu berhenti menatap TV, pandanganmu beralih menatap Bisma, Bisma menaik turunkan alisnya membuat kamu tersenyum geli

“Apadeh kaka omes” Ungkapmu.

“Tapi cinta kan?” Tanya Bisma tak hentinya menggodamu

“Issh kaka gak jelas deh, aku mau cari cowok baru aja” Ucapmu benar benar asal.. berlaga seperti playgirl, kamu berdiri dan melangkah kejendela ruangan itu Bisma mengikuti langkahmu. Kamu berdiri didekat jendela itu, lebar dan tingginya sama sepertimu. Pandanganmu buram, fikiranmu melayang memikirkan masalahmu dengan tindakan Bisma yang benar benar sukses membuat dadamu sesak setiap waktu, pandanganmu melayang dibawa oleh rintik rintik hujan deras yang sedang ada ditatapanmu.

Tiba tiba sepasang tangan melingkar diperut rampingmu, kamu sedikit kaget karna sentuhan itu membuat lamunanmu terbuyar. Kamu tau itu Bisma.

“Ngelamunin apa?” tanya Bisma lembut

“Enggak, cuma mikirin gimana caranya ngegebet cowok ganteng yang banyak” Ucapmu asal. Sifatmu yang sok sok’an matre dan playgirl kembali muncul, padahal caramu benar benar tak meyakinkan sama sekali, kamu terlalu polos untuk itu. Bisma tertawa geli, dia masih memelukmu dari belakang

“Jangan cari yang lain. Kamu Cuma milik kaka” ucap Bisma lembut

“Ih enak aja, kaka kan gak pernah ngebeli aku, mana ada aku milik kaka wluek” ucapmu meledek Bisma.

“Tapi cinta kaka..” Ucapan Bisma terpotong karna tiba tiba ponselnya bergetar, Bisma melepas pelukannya darimu lalu mengangkat telpon itu. Bisma agak menjauh dari tempat berdirimu

“Hallo sayang” ucap Bisma. Ternyata yang menelpon Bisma adalah franda
“Bisma.. aku kangen sama kamu” seru franda
“Tadikan baru aja ketemuan masa kangen lagi sih” tanya Bisma diiringi senyumnya
“Pokoknya aku kangen, kamu kesini ya bis, aku tungguin kamu” pinta franda
“Oke, kamu dimana?” tanya Bisma
“Dirumah aku. Aku sendirian dirumah” jawab Franda cepat
“Sendiri? Loh kok bisa? Papa mama kamu emangnya kemana?” tanya Bisma
“Mereka ada bisnis ke malaisya tadi berangkat mendadak” Jawab franda
“Yaudah aku kesana ya, kamu hati hati nanti ada orang jahat kan bahaya. Oiya kamu udah makan belum sayang?” tanya Bisma
“Belum” jawab Franda dengan nada manja
“Yaudah nanti aku cari makanan dulu ya buat kamu” Ucap Bisma lalu telponpun terputus

Bisma melangkah kearahmu, dan mengusap rambutmu dengan lembut
“Siapa?” tanyamu

“Franda, dia lagi sendiri, aku takut dia kenapa napa, aku kerumah franda dulu ya, gak papa kan aku tinggal kamu sendiri?” ucap Bisma meminta izin darimu

“Oh em i iya gak papa kok bis” jawabmu mencoba tetap tegar dihadapan Bisma. Bisma mengecup keningmu lama lalu dia pergi “Tes!” airmatamu lansung jatuh begitu saja, sudah dari tadi kamu menahannya agar tak jatuh dihadapan Bisma, kamu bersandar didinding dan duduk perlahan lahan disana. Bibirmu bergetar

“Aku juga sendirian dirumah Bis, dan kamu tau itu” Lirihmu sambil meremas baju didadamu, mencoba melepaskan sesak dihatimu.. 

Bersambung...
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *3

“Aku juga sendirian dirumah Bis, dan kamu tau itu” Lirihmu sambil meremas baju didadamu, mencoba melepaskan sesak dihatimu

*

Mobil Bisma melaju normal menuju rumah Franda, kekasihnya ‘Juga’. Bisma singgah sebentar disebuah toko makanan, membeli beberpa makanan untuk Franda, gadis yang ‘juga’ dia sayangi. Setelah makanan yang dibeli Bisma terasa cukup, diapun membayarnya dan kembali kemobil melanjutkan perjalanannya kerumah Franda.
Beberapa menit kemudian mobil Bisma berdiri disebuah rumah yang cukup Besar dan bagus.. Bisma turun  dari mobil dan melangkah membawa makanan yang dibelinya tadi. Tanpa mengetok pintu dahulu, Bisma lansung membuka pintu yang tidak dikunci itu, lalu lansung masuk kedalam rumah Franda, karna sudah terbiasa seperti itu, Bisma memang sudah sangat dekat dengan Franda dan keluarganya.

Bisma melihat seorang gadis cantik sedang berdiri didapur membuat segelas jus jeruk. Tiba tiba ada yang menutup mata gadis itu dari belakang, gadis itu tersenyum manis, dia tau siapa yang menutup matanya, dia sudah sangat hafal sentuhan tangan itu. “Bisma” lirihnya

“Hehe tau aja” cengenges Bisma sambil meletakkan 2 kantong makanan tadi diatas meja dapur itu

“Buat apa sih sayang, kenapa gak suruh aku aja yang beli tadi?” Tanya Bisma sambil mencium rambut Franda dari samping

“Gak ah tadi gak inget pas ditelpon, trus mau nelpon lagi gak jadi, aku takut kamu lagi dimobil kan bahaya kalau ngangkat telpon” Jawab Franda tersenyum kearah Bisma “Nah jadikan nih, bentar doang kok ngebikinnya” Lanjudnya lagi sambil mengangkat gelas jus yang ada dimeja itu lalu Dia melangkah kearah sofa diikuti Bisma yang merangkulnya dari tadi

Bisma dan Franda pun makan berdua sambil menonto acara TV yang ada didepan mereka. “Bis..” panggil Franda “Ya” Jawab Bisma cepat

“Aku ngerasa ada yang beda dari kamu” ungkap Franda

“Beda? Apa yang beda? Aku biasa aja kok, dari dulu kan kayak gini terus” Jawab Bisma

“Enggak Bis, maksud aku perasaan aku rasanya beda, aku ngerasa ada yang ngeganjal, aku ngerasa ada yang kamu sembunyiin dari aku selama 1 tahun kita pacaran” Ungkap Franda lagi, ya Bisma memang sudah 1 tahun menjalin hubungan dengan Franda, sedangkan denganmu sudah 3 tahun lebih.

“Ha? Eng enggak lah, apa sih yang bisa aku sembunyiin dari kamu, gak ada” Jawab Bisma berbohong.

“Jangan jangan kamu duain aku ya hayo ngaku” Terka Franda dengan nada bercanda namun mampu membuat Bisma gugup dan salah tingkah. Ya Franda memang tak tau soal kamu, soal hubunganmu dengan Bisma, setau dia, dia lah satu satunya pacar Bisma, padahal kamu lebih dulu menjadi orang yang disayangi Bisma dari pada Franda.Karna itu disini tak ada yang dapat disalahkan, Franda tak tau apa apa soal kamu, kalau dia tau mungkin dia akan berfikir seribu kali untuk menerima Bisma dulu, dia juga seorang wanita yang punya perasaan, sama sepertimu, pasti tau bagaimana perasaanmu jika seandainya saja dia tau kamu tapi sayangnya, tidak! karna semuanya dirahasiakan rapat rapat oleh Bisma dari Franda.
“Ya enggaklah” Jawab Bisma menarik Franda dalam dekapannya. “Aku sayang sama kamu, tulus” ungkap Bisma jujur. Ya Bisma memang ‘juga’ menyayangi Franda, sama persis seperti dia menyayangimu, karna itu Bisma tak dapat menetapkan pilihan.

“Aku juga” Jawab Franda membalas pelukan Bisma

“Aku mau kita sama sama terus, kamu jangan fikir yang gak gak tentang aku ya, kamu bisa kan rasain? Gimana sayangnya aku sama kamu?” Tanya Bisma. Franda mengangguk pelan, Bismapun tersenyum.

***

Kamu masih duduk dan bersandar didinding dekat jendela rumahmu itu. Kamu menyembunyikan wajahmu diantara kedua lutut yang kamu angkat. “Kak Bisma.. maafin (namamu)” lirihmu.
“mungkin (Namamu) yang gak becus, sampai ini semua harus terjadi” Lanjudmu.
“Tapi boleh gak sih (namamu) minta sesuatu?” tanyamu sendirian dengan suara bergetar. “Cukup satu” lanjudmu lagi. “Satu keadilan kak” lanjudmu lagi, kemudian kamu terdiam dengan airmata yang sudah benar benar membasahi kedua pipimu. Jam pun berganti, menit dan detik terus berjalan, hari sudah mulai malam..

“(namamu) kenapa duduk disini?” Tanya seseorang yang tiba tiba masuk kerumahmu, dia sepupumu. Ilham



Bersambung..

Perjuangan Cinta Bisma *4

“Ilham.. egh gak papa kok, aku kekamar dulu ya bye..” Ucapmu lansung berlari kekamarmu
Ilham hanya menggeleng heran, dia tau ada yang kamu sembunyikan. Lalu Ilham melanjudkan langkah kekamarnya, ya dia memang menginap dirumahmu, ditugaskan oleh orang tuamu untuk menjagamu karna orang tuamu sedang di singapore menjalankan tugas mereka.

Kamu menghempaskan tubuhmu diatas kasur empukmu yang berwarna hijau muda itu.
“Apa aku harus mengalah? Berpaling supaya semua ini berakhir dan tak perlu ada yang tersakiti lagi” Ucapmu sendirian sambil menatap langit langit kamarmu

“Ya tuhan bantu (namamu)” lirihmu memohon sambil mengusap wajahmu dengan kedua tanganmu

“Aku udah gak sanggup, disini udah terlalu sakit” Lirihmu sambil meletakkan tangan didadamu

“Apa aku akan membiarkan ini rapuh gitu aja?” Ucapmu sendirian lagi masih dengan tangan didadamu

“Enggak mungkin aku bisa nyelesaiin gitu aja, kalau mengakhirinya? Mungkin saja, hanya sebentar” Ungkapmu “Oke besok semua harus hilang dan aku harus bertahan tanpa kak Bisma” lanjudmu lalu kamu meraih ponselmu dan mengirim pesan pada Bisma agar bertemu besok pagi jam 8, kemudian kamu kembali berbaring dan mencoba memejamkan matamu perlahan, perlahan pula kamu terlelap dalam tidur.

***

Sepasang kekasih tengah duduk berdua disebuah bangku panjang berwarna putih tak jauh dari rumah pohon yang ada ditepi sebuah sungai kecil.

“Kak..” panggilmu pelan “ya” Jawab Bisma

“Kaka tau apa itu cinta? Cinta itu terdiri dari dua suku kata, dan pengisinyapun Cuma dua kak..” lirihmu  “Bukan tiga..” Lanjudmu semakin lirih hampir tak terdengar. Bisma hanya diam, mendengarkanmu

“Dan kaka tau hati itu apa? Hati itu merah padam, lembut, rapuh, dan sakit banget kalau sentuh” Lanjudmu lagi. “Dan hati itu bukan benda yang bisa dipermainkan kak” lanjudmu. “Sekali tergores, sulit untuk disembuhkan” lanjudmu lagi. “Dan aku mau jaga hati aku, supaya gak terlalu banyak goresan disana” Lanjutmu lagi

“(Namamu)..” lirih Bisma ingin menyentuh pundakmu namun kamu tepis pelan

“Mulai saat ini kita udahan ya kak, aku udah gak ada rasa apa apa lagi sama kaka, Bye..” ucapmu berdiri dan melangkah berniat pergi dari tempat itu namun Bisma menarik tanganmu hingga langkahmu terhenti tanpa berbalik, ya posisimu membelakangi Bisma “Tes, tes” air matamu menetes butir demi butir.

“Hati kaka cuma satu, udah diisi sama cinta, dan pengisi cinta harusnya memang cuma dua tapi kita tigakan.. Kaka sendiri ga ngerti sama perasaan kaka, kaka sayang kamu, franda, kaka sayang kalian berdua dan rasa itu satu bukan terbagi, kaka ga bisa tepis salah satunya, karna kalian sama sama berarti” Ucap Bisma, dia menarik tanganmu perlahan agar kamu berbalik menatapnya. Kamu hanya tertunduk

“Baru kali ini kaka liat kamu nangis, udah.. cukup, kaka ga bisa liat kamu gini” Ucap Bisma bergetar sambil menghapus air matamu dengan tangannya.

“Hati kaka memang terkeping dua sekarang, tapi rasa didalam hati itu tetap utuh dan keutuhan itu ada dihati kamu dari dulu-selamanya” Ucap Bisma lagi

“Cewek mana sih kak yang sanggup diduain, apa itu gak sakit..” Tanyamu menahan tangismu, suaramu bergetar, air matamu semakin jatuh

“Aku mau kak, dari dulu kan.. tapi aku udah gak sanggup..” Lirihmu menatap Bisma dengan tatapan matamu yang mulai melemah. Bisma lansung menarikmu dalam pelukannya.. airmatanya menetes disudut matanya. Bisma tau kamu lemah saat ini

“Tetap lah bertahan, yakinkan kaka siapa yang terbaik antara kalian, yakinkan kaka siapa yang terTULUS, siapa yang benar benar mengerti kaka.” Ucap Bisma

“Kamu mau kan? Kaka Mohon..” lirih Bisma menyembunyikan wajahnya disela sela rambut dilehermu. Keadaan ini membuat hatimu berbelok 90 derajat, kamu sangat mencintai Bisma tapi jika begini, tidak mungkin hatimu sanggup berkata tidak. Kamu sudah terlalu lemah karna cinta Bisma untukmu, hanya kehadiran Bisma yang menguatkanmu kembali. Kamu mengangguk pelan.. Bisma tersenyum sambil mempererat pelukannya padamu..



Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *5

“Maafin Bisma.. udah bikin (namamu) nangis” Lirih Bisma sambil mengusap pundakmu, kamu masih dalam pelukannya

“Enggak apapa” Jawabmu singkat namun lembut

“Bisma..” Panggilmu “Iya..” Sahut Bisma

“Mau pulang..” Pintamu sedikit merengek seperti anak kecil

“Oke ayo nyonya karisma” ucap Bisma melepas pelukannya lalu menggandeng tanganmu. Kamu terkekeh malu atas perlakuan Bisma

***

Hari berganti hari, hari ini tepat hari pertamamu masuk sekolah ‘lagi’ setelah kamu libur panjang

Kamu terlihat sedang duduk dibangkumu ditemani oleh beberapa orang teman dekatmu

“Gimana hubungan lo ama bisma?” tanya Sinta teman mu yang cukup tomboy dan bersifat agak ‘tidak baik’. Gaya bicaranya pun sering terdengar kasar. Namun biar begitu kamu selalu setia berteman dengannya

“Baik baik aja sih” jawabmu pelan

“Kok pake ‘sih’ ? pasti ada masalah ya?” bidik Sinta

“Eumm gak papa kok hehe” jawabmu gagu

“Gue ini temen lo (namamu), buat apa gue jadi temen lo kalau lo gak mau cerita dan terbuka sama gue, kali aja gue bisa bantu” ucap Sinta

“Emm Bisma selingkuh sin” ucapmu lirih namun tetap saja membuat sinta kaget, dan membolakan matanya, menatapmu penuh tanda tanya

“Kok bisa? Gimana ceitanya? Setau gue hubungan kalian paling langgeng dan romantis” tanya sinta heran

Kamupun menceritakan semuanya kepada sinta, sinta berfikir sejenak, mencerna semua yang kamu jelaskan

“Lo buktiin aja, apa susahnya” saran sinta

“Gimana caranya, aku gak tau sin, aku udah gak tau harus lakuin apa” ungkapmu

“Lo suruh dia nyentuh lo” jawab sinta agak memperkecil suaranya

“Maksud kamu?” tanyamu bingung

“Lo suruh dia nidurin lo (namamu)! Lola banget sih lo, suruh dia milikin lo seutuhnya, mudah kan” saran sinta enteng. Seperti tak ada yang berat baginya, sinta memang gadis yang sedikit aneh, gadis yang tidak pantas ditiru kalau diliat kelakuannya, dia sering kali melakukan hal yang belum pantas dilakukan gadis seumurnya. Namun selama berteman dengannya sinta tak pernah mengajarimu hal yang buruk, dia tau kamu terlalu polos dan baik. Tapi kelihatannya kali ini dia menyuruhmu melakukan sesuatu yang resikonya besar..

“Ha? Masa aku harus lakuin itu sin?” tanyamu kaget

“Iya harus, lo gak mau kehilangan dia kan? Nah lo harus suruh dia lakuin itu ke elo, mungkin itu yang diminta Bisma selama ini, mungkin itu yang dikatakan ‘bukti’ bagi bisma” jelas sinta. Kamu berfikir sejenak, hatimu sedikit bimbang namun apa daya kamu tak terlalu mengerti akan hal itu, semua mungkin saja kamu lakukan

“Trus gimana caranya?” tanyamu

“Gini gue ajarin..” ucap sinta mengucapkan semuanya

“Oh oke makasih sinta” ucapmu tersenyum, sintapun membalas senyummu.

***

“Kak bisma bisa kerumah aku gak?” tanyamu lewat ponsel
“----“
“Oke kak aku tunggu” Kamupun mematikan ponselmu lalu melangkah menuju depan rumahmu
Beberapa menit kemudian bisma datang dan kamu lansung menyambutnya, kamu melangkah mengiringi Bisma masuk kekamarmu

“(namamu) kamu kenapa? Kok aneh ngajak aku kekamar segala, diluar aja yuk” pinta Bisma saat kalian sudah duduk dikasurmu

“Aku.. eum aku” ucapmu terpotong sepertinya sangat sulit mengeluarkan kata kata itu

“Kak Bisma pernah bilang, aku harus yakinin kaka kan?” tanyamu. Bisma mengangguk

“Aku mau yakinin kak bisma” lanjutmu

Perlahan kamu membelai pipi Bisma, kali ini tanpa ada rasa apapun, tanpa sayang dan tanpa nafsu, belaian mu polos begitu saja

“Kak bisma boleh sentuh aku” ucapmu tiba tiba membuat bisma kaget dan mengernyitkan dahinya

“Maksud kamu apa (namamu)?” tanya bisma tak percaya

“Kak bisma boleh milikin aku seutuhnya malam ini, dan selamanya” jawabmu memejamkan mata, tanganmu turun dan bermain main dikancing baju Bisma, tubuhmu sedikit bergetar karna takut pada apa yang kamu perbuat saat ini

“Ha? Ta tapi.. bu bukan ini maksud kaka” ucap Bisma gelagapan, tubuh Bisma ikut bergetar menerima perlakuanmu jujur saja hasratnya naik, begitu saja sudah membuat Bisma seperti cacing kepanasan apalagi lebih

“(Namamu) hentikan..” pinta Bisma. Kamu tidak berhenti perlahan tanganmu mengalung dileher Bisma

“(Namamu) jangan bikin kaka gila! ngh” bentak Bisma menurunkan tanganmu dari lehernya. Kamu tertunduk, air matamu menetes perlahan

“Kamu taukan kaka lemah didepan kamu, jangan sampai iman kaka goyah, apa yang kamu lakuin? Kaka minta yakinin hati bukan kayak gini” Ucap Bisma tak mau melihatmu, dia takut tak bisa menahan hasratnya yang naik akibat ulahmu. Sekarang bisma berdiri

“A aku, aku ga mau kehilangan ka bisma” lirihmu masih menunduk

“Tapi cara kamu salah, sejak kapan kamu kayak gini? Siapa yang ngajarin kamu ha?! Kaka kenal kamu, kamu terlalu polos tapi kamu kenapa arrrrhh” teriak Bisma mengusap kasar wajahnya

“Maaf, Ka bisma aku..” kamu mencoba menyentuh tangan Bisma namun ditepisnya

“Jangan, jangan sentuh kaka dulu, kaka takut gak bisa nahan ini lagi” Pinta Bisma

“Hiks,, maafin aku” lirihmu kembali menunduk “Maafin (namamu)” ulangmu. Bisma mencoba menatapmu kembali, dia tak tega mendengar tangismu, tubub Bisma masih bergetar, tangannya mengepal menahan hasratnya akibat ulahmu tadi

“Kamu yang bikin kaka kayak gini (namamu)” ucap Bisma sambil..



Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *6

“BUK!!” Bisma melayangkan kepalannya pada dinding kamarmu, membuat tangannya sedikit berdarah,  memang sakit tapi Bisma menahannya, setidaknya rasa sakit itu mampu meredahkan ‘sedikit’ hasrat Bisma padamu saat ini. Kamupun terlihat kaget atas tindakan Bisma

“Apa yang kaka lakuin? Tangan kaka berdarah..” Ucapmu mendekati Bisma, berniat mengobati luka Bisma namun Bisma mundur

“Jangan sentuh kaka” cegah Bisma dengan nada memohon

“Baiklah..” jawabmu singkat lalu berniat keluar dari kamarmu itu namun tangan Bisma menahanmu, sedetik kemudian Bisma memelukmu dari belakang

“Maafin kaka” lirih Bisma pelan tepat ditelinga kananmu

“Kaka salah apa emangnya?” tanya dengan nada bercanda, mencoba untuk mencairkan suasana yang mulai kaku antara kamu dan Bisma

“Salah udah bentak kamu, tadi” Jawab Bisma sambil memejamkan matanya

“Aku yang salah bukan kaka” jawabmu memaksa untuk tersenyum

“Please give me your kiss” pinta Bisma sepertinya Bisma benar benar tak mampu membuang semua rasanya tadi, masih tersisa sedikit didirinya

“Kiss?” tanyamu membalikkan tubuhmu hingga berhadapan dengan Bisma

“Yes, your lips” Jawab Bisma

“Tapi.. kakak kan..” ucapmu namun dipotong oleh Bisma

“Gak akan keblablasan kok” jawab Bisma mengerti dengan apa yang kamu takutkan. “Obati rasa kaka sebentar aja, ini terlalu menyiksa” lanjud Bisma dengan kata kata tersiratnya itu, memang terdengar lembut namun maknanya agak menggelikan. Tapi jangan salah! Bisma juga manusia biasa, setiap manusia punya rasa, tak dapat dipungkiri jika Bisma berada disaat saat seperti itu sekarang ini.. tentunya karna dia normal.

“Kak tapi”. “Cups” Bisma tak membiarkanmu berkutik lagi tangannya sudah berhasil merengkuhmu dalam ciuman lembutnya. Kamu meremas baju Bisma, berharap Bisma menghentikan itu, namun Bisma malah menggenggam tanganmu erat seolah memberimu kekuatan

***

Hari berganti Pagi, kejadian malam tadi tak akan pernah Bisa kamu lupakan, Bisma memberimu pengalaman romantis yang terlalu indah dan terlalu sayang jika tak slalu ada dalam ingatanmu. Tapi perlakuan Bisma masih dalam garis sebatas wajar, tak ada yang berlebihan disana, Bisma masih punya iman yang kuat.

“Hoaaamm, hehe udah pagi aja” ucapmu sendirian, kamu lansung masuk kekamar mandi untuk mandi agar merasa lebih segar pagi ini
Beberapa menit kemudian, kamu keluar dari kamar mandi lalu mengenakan pakaian seragam SMA mu, kamu memang masih SMA, tepatnya kelas 3 IPA1.

“Yee udah siap” gumammu sendirian lalu melangkah keluar rumahmu, berangkat kesekolah dengan mobil yang dikemudikan oleh supirmu. Sesampai disekolah kamu lansung turun dari mobilmu dan melangkah menuju kelasmu, siap menanti dan menerima pelajaran selama setengah hari ini

***

Pagipun berganti siang, dan sekarang kamu sedang berada dalam mobil Bisma, kalian ingin menghabiskan waktu yang tersisa siang ini, menghabiskannya berdua

“Eh kok berhenti” tanyamu heran “Gak tau ini kayaknya mogok” jawab Bisma turun dari mobilnya, kamupun mengikuti Bisma

“Aduh bekel jauh banget dari sini, disini gak ada jaringan telfon, mana bentar lagi mau ujan nih kayaknya” Gumam Bisma sambil berusaha memperbaiki mesinnya

“Hem kita perbaiki aja bis berdua, pasti bisa kok” ucapmu menyemangati Bisma. Bisma mengangguk dan tersenyum kearahmu kamupun membalas senyuman Bisma.

Hujan mulai turun, tidak begitu deras tapi mampu membuat kamu dan Bisma basah total. Bisma masih sibuk memperbaiki mobilnya. Tiba tiba sebuah mobil merah berhenti didepan mobil Bisma, orang didalam mobil itu turun dan melangkah menghampiri Bisma

“Bisma kamu kenapa disini? Ada masalah apa sama mobil kamu bis?” tanya Franda cemas

“Franda?! Eh enggak kok ini ada sedikit mesin yang rusak”jawab Bisma lansung berdiri sempurna. Dia terlihat agak takut, karna kamu juga sedang berdiri disana

“Bis, dia siapa?” tanya Franda curiga

“Oh di dia.. dia.. dia dia sepupu aku ho’oh iya sepupu, Cuma sepupu doang kok” jawab Bisma gelagapan. Pernyataan Bisma tak membuatmu kaget karna itu emang pasti terjadi tapi hatimu yang tak bisa terima

“Bener?” tanya Franda masih dengan nada curiga “Ya bener lah sayang, kamu kenapa sih kok kayaknya gak percaya banget sama aku” Tanya Bisma merangkul bahu Franda. Franda hanya menggeleng dan tersenyum, Franda masih melihat kearahmu, kamu terlihat sudah menggigi akibat air hujan yang sedari tadi mengguyur tubuhmu

“Oiya kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda

DEG, sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..



Bersambung..

@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *7

“Oiya kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda
DEG, sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..

*

“Kamu dari mana kok bisa sampai kesini?” tanya Bisma sambil mengusap rambut Franda.

“Aku tadi Cuma lewat mau kekampus, inikan jalan kekampus aku, tadinya aku ada jam mendadak dikampus tapi ditengah jalan tadi aku liat kamu yaudah aku berhenti deh” Jawab Franda menoleh kearah Bisma. Kamu hanya bisa diam menonton mereka berdua, rasa sesak itu sudah semakin mengisi relung hati didadamu

“Bisma kamu naik mobil aku aja, mobil kamu biar nanti supir aku yang urus” ucap Franda. Bisma terdiam sejenak, dia melirikmu

“Bisma!” panggil Franda yang merasa omongannya tadi diacuhkan Bisma

“I iya kenapa?” Tanya Bisma

“Ayok kemobil aku, kamu pulang sama aku aja, mobil kamu sopir  aku yang ngurus” Ucap Franda sambil menarik tangan Bisma

“(namamu) ayok” panggil Bisma, kamupun melangkah mengikuti mereka dari belakang, tangan Bisma perlahan menggapai tanganmu walau tanpa menoleh, dia menggenggam tanan mu dengan erat penuh kehangatan

Kalian duduk bertiga dibagian tengah mobil, Bisma berada ditengah tengah, kamu disebelah pintu keluar

“Sayang, kita ke rumah aku aja yuk, ini udah basah banget masa kekampus” Ucap Franda sambil menyandarkan kepalanya dibahu Bisma dari samping

“Iya boleh, apa sih yang gak buat kamu” ucap Bisma sedikit menggombal. “haha apaan deh kamu bis” lirih Franda malu

Tangan Bisma masih terus menggenggam tanganmu, seakan tak mau melepaskanmu sedikitpun. Franda tak tau itu

‘(namamu) maafin kaka, kaka gak tega liat kamu kedinginan tapi, tapi posisi kaka sulit saat ini’ Suara Hati Bisma

***

Kini kalian sudah sampai dirumah Franda, Bisma sudah mengganti bajunya dari tadi, begitupun kamu, baju yang cocok untuk kalian karna memang dirumah Franda itu lengkap semuanya, ya maklum saja orang tuanya pebisnis yang sangat sukses.

“Bisma aku buatin kamu teh hangat dulu ya” Ucap Franda sambil berdiri dan melangkah kearah dapur, kini hanya Bisma dan kamu yang duduk diruangan nonton TV itu.
Bisma tak menyianyiakan kesempatan itu, dia menarik tanganmu dengan lembut, raut wajahmu bertanya tanya namun Bisma hanya diam dan membawamu kesudut ruangan lain. Saat langkahnya terhenti, Bisma lansung memelukmu

“Dingin?” tanya Bisma pelan

“Heem” Jawabmu dengan mata terpejam, menikmati kehangatan yang diberikan Bisma lewat pelukannya. Kamu memang sangat merindukan pelukan Bisma padahal baru berjam jam tak ada pelukan darinya. Saat ini kamu benar benar nyaman dalam pelukan Bisma, sangat nyaman, hampir membuatmu terlelap dalam tidur

“Udah dari tadi kaka pengen lakuin ini” ungkap Bisma, nafas hangat Bisma terasa menghembus  rambut disela sela lehermu, kamu semakin terhayut, tanganmu yang tadi berada didepan dada Bisma, kini melingkar dileher putih Bisma, sedangkan tangan Bisma melingkar dipinggangmu

“Aku nyaman” lirihmu pelan

“Tidurlah, kaka jagain kamu disini”  ucap Bisma.  “Lupakan semua beban hati dan fikiran kamu, saat ini surga kita, gak ada yang bakal bisa ngeganggunya” L anjud Bisma, senyum manis tersungging dibibir mungilmu, kamupun mencoba untuk terlelap dalam pelukan Bisma, masih dalam keadaan berdiri. Rintik rintik hujan yang terlihat dibalik jendela disana, semakin melengkapi perasaanmu saat ini..


Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *8

“Bisma.. kamu dimana?” Panggil seseorang yang tak lain adalah Franda.

“Ngh~ Kak, kak Franda nanti ngeliat, lepasin aku dulu” Ucapmu pelan sambil berusaha melepas pelukkan Bisma. Entahlah, entah siapa yang ‘selingkuhannya’ Bisma disini, entah kenapa malah kamu yang takut, harusnya kamu senang jika semuanya terbongkar, karna kamu jauh lebih dulu menjadi kekasih Bisma dari pada Franda.

Bisma tak mengubris ucapanmu, matanya tetap terpejam dan dia makin mempererat pelukannya.
“Kak.. aku gak mau kaka dapet masalah” Lirihmu. Kamu tak mau hal ini membuat Franda sakit hati, dan orang tua Franda murka, mereka punya segalanya, bisa saja nyawa Bisma terancam jika permainan Bisma terbongkar

“Kaka sayang kamu, uhuk” Bisma mengucapkan itu begitu saja entah apa dasarnya, dia sepertinya tak enak badan, Bisma terdengar batuk dan sedikit bersin bersin mungkin karna terlalu lama dibawah hujan deras tadi.

“Kaka kena..pa?” Baru saja kamu menanyakannya namun tubuh Bisma melemas, dia hampir jatuh tapi kamu tahan. “Kak Bisma!” Pekikmu dengan nada panik

“Bisma! Bisma kenapa?!” Tanya seseorang yang tiba tiba berlari kearahmu dan Bisma

“Kak Franda, tadi kak Bisma tiba tiba pingsan, mungkin karna terlalu lama kehujanan” Ucapmu mombopong tubuh Bisma, Frandapun membantumu

Kamu dan Franda segera membawa Bisma kerumahnya dan dokter pribadi Franda pun ikut kerumah Bisma untuk memeriksa Bisma

“Keadaanya masih lemah, demamnya tidak terlalu tinggi namun sebisa mungkin harus dijaga ya, ini obat obatnya” Ucap Dokter itu memberikan obat obatan kepada Franda, kamu hanya diam disamping Franda. Kemudia dokter itupun pamit pulang.

“Nih” Ucap Franda memberikan obat tadi padamu. “Kok aku?” Tanyamu agak heran

“Aku mau pulang, soalnya malam ini aku mau beli baju baru karna besok ada pesta temen aku, kamu kasih aja ke Bisma kalau dia bangun, kamu kan sepupunya, jadi gak masalah dong? Nih” Ucap Franda menjelaskannya. Gadis ini tidak bisa ditebak, dia sangat mencintai Bisma sepertinya tapi kenapa disaat saat penting seperti ini, dia malah lebih mementingkan baju daripada Bisma, kekasihnya.

“Oh gitu ya kak, tapi emang kaka gak mau jagain kak Bisma? Kak Bisma kan lagi sakit” Ucapmu lembut

“Enggak ah, buang buang waktu dong nungguin dia, orang dia lagi tidur kan? Nanti juga sembuh sendiri. Yaudah aku pergi ya jaga Bisma oke? Dadahh..” Jawab Franda sambil berlalu pergi.

Kamu melangkah perlahan kearah Bisma, wajah Bisma terlihat pucat. Dia terlihat polos saat tertidur seperti ini. Perlahan kamu duduk disamping ranjang Bisma, ada kursi yang tersedia disitu, kamu meraih tangan kanan Bisma dan menggenggamnya dengan erat

“Kaka maafin aku, aku udah bikin kaka sakit, coba aja kalau waktu itu aku cari tukang bengkel pasti kan kaka gak perlu kehujanan sambil perbaikin mobil” Ucapmu dengan nada lesuh. Entahlah, entah kamu terlalu bodoh atau polos sampai sampai kamu malah menyalahkan dirimu sendiri. Berjam jam kamu menunggu Bisma, sampai kamu tertidur sebentar disamping Bisma, lalu kembali terbangun paginya.
“Udah pagi, aku pulang ya kak, ini obat kaka” Ucapmu sendirian sambil meletakkan obat itu disamping Bisma yang masih tertidur.

***

Seorang wanita separuh baya memasuki kamar Bisma dengan tergesah gesah membawa sebuah koper. Tampaknya wanita itu baru pulang dari tempat jauh

“Bisma, sayang kamu kenapa nak, mama khawatir sekali” Ucap wanita itu sambil duduk diranjang Bisma dan lansung mengusap kening Bisma. Ya ternyata itu mama Bisma

“Ngh~” Bisma terbangun dari tidurnya, nampaknya dia terusik. “(namamu)..” Lirih Bisma dengan mata yang belum terbuka sempurna

“(namamu) ? Siapa dia?” Tanya mama Bisma saat Bisma sudah benar benar bangun

“Mama Bisma butuh (namamu)” Ucap Bisma dengan nada yang masih lemah. “Sekarang” Lanjud Bisma

“Yasudah nanti mama suruh anak buah mama menjemput dia” Ucap Mama Bisma

Beberapa menit kemudian seorang suster datang dengan semangkok bubur ditangan kanannya dan segelas air ditangan kirinya.

“Kamu makan dulu ya nak dengan suster ini, Mama mau keluar dulu” Ucap Mama Bisma. Namun Bisma hanya menatap bubur itu dengan tatapan geli

“Saya gak mau sus, itu pasti gak enak, ihs lembek gitu, gak mau ah” Ucap Bisma membelakangi suster itu dengan keadaan masih berbaring

“Tapi mas harus makan, nanti nyonya marah” Ucap Suster itu seperti terdengar agak memaksa

“Sekali enggak, tetap enggak ngerti gak sih?!” Bentak Bisma

“Iya mas iya maaf” Jawab suster itu berniat keluar kamar Bisma namun dihadang oleh seseorang. “Biar saya yang ngasih mbak” Ucap Orang itu, suster itupun memberika bubur dan air itu ketangan orang tadi. Kemudian suster itu pergi

“Makan dulu” Ucap orang tadi pada Bisma yang tetap tidur miring membelakangi pintu kamar

“Gak mau” Tolak Bisma

“Kalau kaka gak mau nanti aku sakit” Ucapmu lagi. Bisma lansung kaget, dia baru sadar kalau orang tadi adalah kamu, Bisma lansung bangun dari baringannya, dan bersandar didinding

“sini” Suruh Bisma sambil menepuk nepuk bagian ranjang yang ada disampingnya, dia berniat menyuruhmu duduk. Kamupun mengikuti perintah Bisma

“Tadi kamu bilang apa? Kalau kaka gak makan kamu bakal sakit? Lah kok jadi kamu yang sakit? Yang gak makan kan kaka” Tanya Bisma sambil menatapmu

“Hehe, kalau kaka gak makan nanti kaka sakit dan kalau kaka sakit aku juga bakal sakit” Ucapmu menjelaskannya

“Boong apa ngegombal?” goda Bisma. “Hehe apa aja sih boleh” Jawabmu cengengesan. “Sekarang malah ngelawak, yaudah deh kaka mau makan kok, apalagi kalau kamu  yang suapin” Ucap Bisma masih menatap bola matamu. Kamu tersenyum, lalu menyuapkan bubur itu pada Bisma. Setelah bubur itu habis, Bisma pun meminum obatnya. Lalu dia menyandarkan kepalanya dipundakmu, karna kamu dari tadi duduk disamping Bisma. Perlahan tanganmu mengusap rambut Bisma

“Kaka pengen kayak gini tiap saat” lirih Bisma sambil memejamkan matanya. ‘Saat ini aku bahagia kak, tapi sering pula saat saat menyakitkan itu datang, seakan menghapus saat saat bahagia begitu saja’ lirihmu dalam hati

“(namamu)..” Lirih Bisma memanggilmu. “Iya..” Jawabmu pelan

“Kaka pengen tidur” Ucap Bisma menoleh kearahmu. “Tidur aja aku nungguin kaka kok” Jawabmu tak henti mengusap rambut Bisma

“Kaka pengen tidur sambil meluk kamu” Pinta Bisma.

“Ha? Tapi..”

“Please, kali ini saja. Untuk yang pertama kali” Ucap Bisma memohon. “Oke..” Jawabmu pelan

Bismapun berbaring, kamu mengikuti Bisma. Perlahan Bisma memeluk tubuhmu dengan keadaan berhadapan karna kalian berbaring dengan posisi miring.

“Habiskan hari ini sayang.. saat kaka bangun, kaka ingin kamu yang pertama kali kaka liat, disini” Lirih Bisma kemudian mencoba memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya..


Bersambung..

Perjuangan Cinta Bisma *9

Kamu dan Bisma telah terlelap dalam tidur kalian, mimpi indah tentunya menemani kalian saat itu. Kalian terlihat begitu nyaman, saling memberi kehangatan satu sama lain. Wajahmu pun sudah berada didada Bisma tenggelam dalam kenyamanan, detik demi detik semakin terasa nyaman.
Mama Bisma berjalan tergesah gesah menuju kamar Bisma sambil memasang jam tangan pada lengannya. “Bisma kamu udah makan obatnya belum, mama mau berangkat dulu ke...” Omongan Mama Bisma terhenti saat melihat Bisma tak sendiri lagi diranjangnya, ada kamu disana

“Yatuhan Bisma” Gumam mamanya sambil menggeleng geleng pelan tanda memaklumi keluakuan anak semata wayangnya itu. Dia melangkah mendekati ranjang Bisma. “Oh jadi ini yang namanya (namamu)?” Tanya Mama Bisma kepada dirinya sendiri. “Cantik, manis” Ungkapnya. Mama Bisma tak berhenti menatapmu, dia teringat akan sesuatu yang samar samar difikirannya.

“Gadis ini.. dia terlihat beda dari gadis lain. Ada sesuatu yang ngeganjal kalau aku liat wajahnya, apa sebenarnya.. aku jadi bingung” Gumam Mama Bisma perlahan membelai pipimu

“(namamu) jangan tinggalin Bisma”  lirih Bisma mempererat pelukannya padamu. Mama Bisma kaget, dia segera menjauhkan tangannya dari pipimu

“Huh untung Bisma hanya ngigo’u, kirain bangun” Gumam Mama Bisma sambil mengusap usap dadanya

***

Pagi telah berlalu, siang telah lewat, dan sore telah tenggelam digantikan oleh malam. Rembulan telah mampu mengalahkan mentari, bulan yang kesepian, hanya ada 2 bintang yang menemani bulan itu. Bisma sudah terbangun dari tidurnya yang hampir seharian tadi, kini malam dia terbangun.. Namun meski terbangun dari tadi Bisma tidak berpindah ataupun membangunkanmu sama sekali, dia asik sendirian menatap wajah tulus mu.

“(namamu) kaka bosen bilang ini, dan mungkin kamu juga udah bosen ngedernya, tapi kaka gak bisa berhenti buat bilang kalau kaka sayang kamu” Lirih Bisma sambil membelai pipi lembutmu

“Yaallah, kenapa aku gak pernah  sadar kalau dia terlalu lembut untuk aku sakiti, kenapa aku selalu dikuasai oleh mata dan fikiranku? Hatiku sulit untuk mengendalikan tubuhku, sulit untuk membawa semua pada kenyataan yang sebenarnya” Ungkap Bisma dalam hatinya

“Aku sayang (namamu) tapi disisi lain aku gak bisa ngelepasin Franda. Franda cantik, kaya, semua ada pada dirinya, sulit untuk aku pungkiri kalau aku tak bisa melepas kecantikan Franda yang melebihi kecantikan (namamu). Mataku, fikiranku selalu bertindak begitu, sedangkan hatiku selalu kalah cepat oleh otakku” Ungkap Bisma lagi, kata katanya sulit dimengerti jika yang mendengar adalah orang yang tidak tau citraan dan kiasan

“But My Heart Only Yours, forever (namamu) muuah” Ucap Bisma sambil mengecup keningmu dan berhenti disana, lama.. bibir Bisma sepertinya nyaman berada dikeningmu, kamu hanya diam, wajar saja karna kamu sedang tertidur nyenyak

“Ngh~ kaka” Lirihmu merasa terusik, kamu terbangun begitu saja, karna ulah Bisma. Kamu menggeliat merenggangkan otot otot mu yang kaku akibat tidur tadi. Kemudian kamu berniat bangun namun ditahan oleh Bisma

“Eh jangan” Cegah Bisma. “Kenapa?” Tanyamu.

“Disini aja, kaka masih mau kenyamanan itu” Jawab Bisma

“Duh kaka, tapi aku pegel dipeluk mulu kak” Ocehmu sedikit mengeluh. Dan lansung duduk, Bismapun mengikutimu duduk

“Hehe yaudah deh kamu mandi gih” Suru Bisma. Kamu hanya bengong tak mengubris ucapan Bisma

“Mandi atau kaka yang mandiin?” Goda Bisma membuat kamu terpelanjab kaget

“Ih kaka omes, bentar lagi puasa tau ih dasar omes” Omelmu sambil mencubit perut Bisma

“Ya kan lumayan kamu bisa dapet jatah mandi dari orang ganteng kayak kaka, kapan lagi coba. Ayoloh sebelum kamu dimandiin sama banyak orang” Goda Bisma lagi, kali ini dia juga meledekmu

“Iss masa kaka nyumpahin aku dimandiin orang? Mayat dong? issh aku belum mau mati kak” Omelmu lagi

“Hehe enggaklah sayang, kalau kamu mati kaka Bisa gila” Jawab Bisma ambil mengusap rambutmu

“Iya gila, main gila gilaan sama wanita lain emang iya” Ejekmu tak percaya omongan Bisma tadi

“Mana ada, kaka Cuma sayang kamu wluek” Bantah Bisma. Kamu tertunduk. Ingatanmu terjerumus lagi pada kenyataan itu, kenyataan kalau cinta Bisma sudah terbagi bukan hanya untukmu

“Kok sedih gitu mukanya?” Tanya Bisma

“Sayang kaka bukan Cuma buat aku kak, tapi juga milik kak Franda” Ucapmu berusaha tersenyum. Bisma terdiam mendengar kata katamu. Sedetik kemudian Bisma memelukmu, lalu melepas pelukannya dan mengangkat dagumu pelan “Cups. Cuma kamu gak ada yang lain” Bisik Bisma setelah mengecup bibirmu dengan lembut

“Rasanya gak sama kayak dulu” Lirihmu menatap Bisma. “Maksudnya?” Tanya Bisma. “Udah dingin dan terbagi” Jawabmu pelan

“Kaka cuma pernah cium kamu gak ada yang lain, enggak pernah” Jawab Bisma jujur. “Gak pernah sama siapapun, termasuk Franda. Cuma sama kamu” Lanjud Bisma lagi

“Ngh tapi..” Sedikit lagi air matamu jatuh namun dengan cepat Bisma memelukmu kembali

“Kaka jujur, gak pernah selain kamu. Kamu tau kaka kan? Kaka gak suka bohong sama kamu” Ucap Bisma lagi. Kamu hanya mengangguk tak mampu bersuara lagi sebab suaramu sudah berbeda karna menahan tangis. Bisma terdiam lalu mengusap punggungmu, mencoba memberimu ketenangan ‘lagi’

***

Kini kamu sudah berada dirumahmu, tadi Bisma yang mengantarmu pulang karna dia memang sudah sembuh walau belum sepenuhnya. Kamu membuka pintu depan rumahmu tapi ada yang berbeda didalamnya, ada 2 orang laki laki sedang duduk dikursi tamu, yang satu Ilham sepupumu, yang satu lagi tak kamu kenali sama sekali

“Hai (namamu) dari mana aja lo, gue tungguin juga dari tadi” omel Ilham lansung saat melihatmu masuk kedalam rumah.

“Eh iya sorry ham, tadi malam jagain kak Bisma, dia sakit” Jawabmu sambil ikut bergabung bersama ilham dan temannya itu

“Oh, eh iya nih kenalin sobat gue namanya Dicky. Untuk beberapa hari ini dia mau numpang nginap dirumah lo ini, sekamar sama gue kok, bolehkan?” Tanya Iilham minta izin

“Oh boleh kok” Jawabmu tersenyum manis, Dicky tak berkedip melihat senyummu, dia merasa ada getaran aneh dari jantungnya..

Bersambung..

@Rita_Nurzari

Perjuangan Cinta Bisma *10

“Woy” Teriak ilham sambil membanting bantal sofa kewajah Dicky, membuat Dicky kaget setengah mati

“Haha kaget ya? Makanya mata lo jangan jelalatan dong, kayak gak pernah liat cewek aja lo” Ucap Ilham sambil tertawa kamupun ikut tertawa kecil

“Sialan lo ham, gue kan cuma suka aja liat senyum dia, gak usah pake lempar juga kali” Protes Dicky dengan jawaban yang jujur

“Haha jujur amat lo, pipi (namamu) jadi merah tuh haha” Tawa Ilham membuat kamu tertunduk malu

“Eh kitakan belum kenalan ya, kenalin gue Dicky” Ucap Dicky sambil mengulurkan tangannya kearahmu

“(namamu)” Jawabmu sambil menyambut tangan Dicky

***

Saat saat perkenalan itupun berlalu, sekarang sudah menempuh akhir pekan kamu sudah mulai akrab dengan Dicky, saat ini kamu sedang duduk diayunan dekat taman rumahmu. Tiba tiba sepasang tangan menutupi matamu.

“Dicky..” Ucapmu menebaknya. Tangan itupun turun dari matamu, orangnya melangkah kedepanmu

“Dicky?” Tanya orang itu dengan tatapan tak suka. Orang itu ternyata Bisma bukan Dicky

“Ngh kaka, maaf tadi aku kira Dicky” Jawabmu agak takut, takut kalau kalau Bisma marah

“Siapa dia?” Tanya Bisma seolah curiga padamu

“Dia.. dia temen kak ilham” Jawabmu jujur

“Kenapa kamu kira kaka Dicky?” Sidik Bisma lagi. Membuat kamu bingung harus menjawab
bagaimana lagi

“Maaf kak, (namamu) bener bener gak tau kalau tadi kaka” Mohonmu pada Bisma

“Kaka tanya kenapa bisa? Apa kamu gak ngenalin tangan kaka lagi? Kamu udah 3 lebih ngerasain tangan kaka (namamu), mana mungkin kamu gak kenal. Atau jangan jangan..” Terka Bisma menggantung

Kamu hanya diam, takut, itulah yang kamu rasakan saat ini, kamu takut Bisma salah pahan, kamu bukanlah gadis yang bisa menciptakan beribu alasan, kamu hanya gadis polos yang mengatakan apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu tau, sedangkan keadaan tadi tak Bisa kamu jelaskan. Bisma mengangkat kedu tangannya dan menyentuh kedua pipimu, mengangkat kepalamu sedikit agar kamu menatapnya

“Jawab kaka” Pinta Bisma menahan rasa marahnya

“Aku rasain tangan kaka sama rasanya kaya tangan Dicky” Jawabmu mencoba menjelaskan apa yang kamu rasa

“Apa kamu punya rasa buat dia (namamu), ha?!” Tanya Bisma mulai dengan nada menekan

“Enggak kak” Jawabmu pelan

“Jangan pernah dekat dia lagi, sedikitpun jangan pernah” Larang Bisma

“Kenapa? Dicky baik kok kak, kaka belum kenal aja sama Dicky” Ucapmu menatap Bisma. “Kakak enggak mau tau siapa dia apa lagi kenal, kaka minta jangan dekat dia lagi apapun alasannya, kapanpun itu. Titik!” Ucap Bisma cepat dengan nada mulai marah. Kamu terdiam, matamu menatap Bisma dengan sayu, tubuhmu terasa lemah jika Bisma marah marah seperti ini. “Iya (namamu) akan
jauhin Dicky” Lirihmu akhirnya. “Jangan marah marah lagi, jangan galak galak” Sambungmu meminta
Bisma tersenyum, kamu beranjak maju lalu memeluk Bisma. Bisma kaget, sebelumnya dia yang selalu memelukmu duluan namun tadi malah kamu yang memulai duluan. Bismapun membalas pelukkanmu

“Gak akan lagi” Jawab Bisma bermaksud menjawab pintamu tadi.

“Siapa dia? Oh pasti dia yang namanya Bisma itu” Gumam seseorang dari balik pohon dekat rumahmu. “Kalau saingan gue kayak gitu, gue harus lebih cepet dari dia, (namamu) harus jadi milik
gue, secepatnya” Gumam orang itu lagi

“Yaudah kita jalan jalan yuk, kedanau aja kaka mau ngajak kamu naik perahu” Ucap Bisma sambil mengusap rambutmu. “He’em” Jawabmu tanda meng’iya’kan ajakan Bisma tadi

***

Sekarang sudah hampir malam, dan kamu sudah berada dirumah, tadi diantarkan oleh Bisma pulang sehabis kalian bermain main perahu didanau. Berbeda dengan Bisma yang belum pulang kerumahnya, dia kerestoran dulu membeli beberapa makanan untuk makan malamnya dirumah nanti.

Saat sedang berada ditempat pembayaran makanan itu, Bisma tak sengaja melihat Franda sedang duduk bersama seorang laki laki, dan parahnya mereka bersuap suapan, terlihat begitu mesra

“Franda!” Bentak Bisma saat Bisma sudah berada didekat meja Franda bersama laki laki itu

“Eh Bisma kenalin ini tunangan aku” Ucap Franda santai sambil memperkenalkan Bisma dengan laki laki itu

“Maksud kamu apa? Kamu anggap aku apa ha?” Bentak Bisma pelan namun menekan

“Ya kamu emang pacar aku tapi kan kita Cuma pacaran doang, ya main main gitu lah dari pada aku ngejomblo, sambil nungguin Morgan pulang dari korea dan nunggu tanggal pernikahan aku ama Morgan juga, iya gak sayang” Ucap Franda enteng sambil menggandeng tangan Morgan

“Yo’i sayang. Dan sekarang gue udah pulang dari korea, jadi lo gak ada gunanya lagi” Jawab Morgan tersenyum sinis

“Gila ya kalian berdua, lo itu begok tau gak mau aja ngelepas cewek lo buat pacaran ama cowok lain. Dan lo gue gak nyangka ternyata lo tu busuk, gue kira lo tulus selama ini, ternyata lo cuma mainin gue. Kita putus detik ini juga dan gue gak pernah nganggep lo pacar ataupun mantan gue, lo cuma setan yang ngerusak hidup gue” Bentak Bisma sambil pergi dari hadapan mereka, mereka hanya tertawa melihat kepergian Bisma

***

“Arrhhhhh” Teriak Bisma dibalkon kamarnya, dia benar benar tak menyangka kenapa itu semua terjadi

“Gue emang begok! Gue cowok paling begok didunia ini! Gue tega dua’in (namamu) sama wanita sebusuk Franda, padahal (namamu) udah jadi kekasih yang baik buat gue, bodohnya gue gak pernah sadar betapa setianya (namamu) sama gue, dan bodohnya lagi gue udah nyiksa hati (namamu) selama ini, hati orang yang gue sayang. Kenapa sih gue gak pernah sadar sebelum itu terjadi? Kenapa mata gue dibuta’in ama kesempurnaan Franda!” Teriak Bisma frustasi dalam kamarnya

‘Gue gak pernah bikin (namamu) bahagia, sampai kapanpun gue gak bakal bisa nebus kesalahan gue yang udah terlalu numpuk dihati (namamu)” Lirih Bisma dalam hatinya

Bersambung..

@Rita_Nurzari