“Om
kasih saya kesempatan bicara sama (namamu) sebentar aja om” Pinta Bisma sambil
memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat dipukul papamu
“Sudah!
Kamu tidak usah ganggu anak saya lagi, mending kamu pulang, urusin tuh orang
tua kamu yang becus ngurusin kamu” Ucap Papamu sambil menutup pintu rumahmu
dari dalam
“(NAMAMU)
KAKA MAU BICARA SAMA KAMU!” Teriak Bisma dengan suara tinggi
“Kak
Bisma, (namamu) gak bisa keluar, maafin (namamu)” Lirihmu dari balik jendela.
Air matamu tak berhenti mengalir dari tadi
***
Akhirnya
Bisma memutuskan untuk pulang, dia bergegas masuk rumah dan berteriak teriak
memanggil mamanya
“Mama!
Mama! Mama dimana!” teriak Bisma melangkah sambil mengecek tiap sudut ruangan
rumahnya
“Iya
Bisma ada apa, kok teriak teriak?” Tanya mama Bisma sambil keluar dari kamarnya
“Mama
Bisma mau (namamu) ma, Bisma mau (namamu)” Ucap Bisma dihadapan mamanya
“Loh
bukannya kamu udah pacaran sama gadis itu?” Tanya mama Bisma bingung
“Tadi
papa dan mama (namamu) pulang ma dari luar negri, mereka tiba tiba marah marah
sama Bisma, mereka ngusir Bisma padahal Bisma butuh (namamu) ma.. apa salah
keluarga kita ke mereka?” Tanya Bisma diiringi curhatannya yang bertubi tubi
itu
“Ngusir
kamu? Kenapa Bisa? Alasannya apa?” Tanya Mama Bisma mulai heran
“Mereka
bilang keluarga Tanubrata sama keluarga mereka udah bersumpah gak akan baikan
sampai kapanpun” Jelas Bisma
“Mereka
keluarga siapa Bisma?!” Tanya Mama Bisma dengan nada tinggi
“Soekarta”
Jawab Bisma
“APA?!
Bisma jauhi gadis itu! Buang rasa cinta kamu buat dia, kamu sadar gak sih? Kamu
hampir membuat keluarga kita celaka, untung saja kamu belum menikahi gadis itu”
Ucap Mama Bisma meletakkan kedua tangannya didada
“Maksud
mama apa? Kenapa mama malah ikut ikutan mojokin aku sama (namamu), kalau memang
kalian ada masalah kenapa kami dibawa bawa dalam masalah kalian ma?!” Bentak
Bisma
“Bisma!
Berani sekali kamu membentak mama” Ucap Mama Bisma mulai benar benar marah
“Maafin
Bisma ma” Sesal Bisma sambil tertunduk. “Sudahlah Bisma, sekarang lebih baik
kamu istirahat dikamar” Suruh Mama Bisma, Bisma pun mengikuti perintah mamanya
itu
***
“Pokoknya
gue harus ketemu (namamu) besok, gue harus tungguin dia didepan sekolahnya”
Gumam Bisma saat dia sudah terbaring dikasurnya
“(namamu)
gak ada yang bisa misahin kita, kaka akan perjuangin kamu sayang, selamanya.
Kaka janji” Gumam Bisma lagi. Bismapun mulai terlelap dalam tidurnya. Disambut
oleh mimpi indahnya.
***
Mama
Papamu sedang berada diruang makan bersama Dicky dan Ilham, sedangkan kamu
sudah berangkat sekolah tadi pagi. Sekarang mereka sedang menikmati makan
siangnya
“Haha
kamu lucu sekali nak Dicky” Tawa Mamamu ditengah tengah obrolan Dicky dengannya
“Iya
ma bener, Dicky ini orangnya humoris, baik, cocok kalau dipasangkan dengan
putri kita” Ucap Papamu mengiyakan omongan mamamu
“Wah
bener ya pah, kenapa gak kita jodohin aja, nak Dicky mau kan?” Tanya Mamamu
kearah Dicky. Entah bercanda atau malah serius
“Aduh
rasanya saya gak pantes tante buat (namamu), (namamu) itukan gadis yang baik,
manis, dan masih polos” Ucap Dicky pura pura menolak
“Nak
Dicky ini bisa saja merendahkan diri” Ucap mamamu. “Iya orangnya rendah hati ya
ma” Puji Papamu. Dicky hanya tersenyum lebar, dan Ilham tersenyum kecut kearah
Dicky. Ilham tau Dicky orang yang licik.
***
“Duh
(namamu) mana yah, anak anak lain udah pada keluar kok dia gak kelihatan” Gumam
Bisma mencelingak celinguk kekiri dan kekanan mencari sosokmu. Banyak siswa
yang melirik kearah Bisma mereka berbisik bisik memuji ketampanan Bisma
“Kak
Bisma!” Kagetmu saat melihat Bisma dipagar sekolahmu, kamupun berlari kencang
kearah Bisma. Bisma segera merentangkan tangannya bermaksud menanti pelukan
darimu
“Kak
Bisma, (namamu) kangen banget sama kaka” Ucapmu sambil menyandarkan pipimu
didada Bisma
“Kaka
juga kangen kamu sayang.. Kita kedanau dulu ya baru nanti kaka anter kamu
pulang, kaka mau bicara soal masalah kita” Ucap Bisma pelan sambil mengusap
rambutmu. Semua mata murid murid yang lewat tertuju pada kamu dan Bisma apalagi
murid perempuan yang tak berkedip melihat Bisma
“Gila
tuh cewek manja! Bentung banget bisa dapetin Bisma, alumni yang paling dipuja
puja di SMA ini dulu..” Ucap beberapa murid perempuan sambil lewat dipagar itu
“Yaampun
kaka kenapa nangis ya, kaka itu kayaknya ada masalah sama si manja, ketau’an
banget kalau kaka itu sayang banget sama si manja, jarang jarang ada cowok
sampai netesin air mata kayak gitu, iya gak sin?” Ungkap murid lain keteman
yang ikut melangkah pulang bersamanya “Iya bel” Jawab temannya itu
Murid
tadi memang tak sengaja melihat air mata Bisma yang sedikit menetes, disudut
matanya. Perasaan Bisma memang sedang hancur, dia tak bisa lagi
mengungkapkannya
***
“Tapi
bos, kita udah cari diseluruh sudut sekolah, disekitar sekolah, dan dijalan
menuju rumah dia, tapi tetep gak ada” Ucap seseorang yang berbadan tegap,
kearah laki laki berbehel yang berwajah imut itu
“Arrrhh
begok lo semua” Bentak Laki laki berbehel itu
“Gue
gak mau tau, pokoknya hari ini juga tugas yang gue kasih ke elo, elo, dan elo,
harus berjalan mulus! Ngerti?!” Bentak laki laki itu lagi. 3 Orang yang
berbadan tegap itupun mengangguk cepat.
***
Kini
kamu dan Bisma sudah berada didanau, Kamu tak pernah melepaskan pelukan Bisma
dari tadi, sekarang kalian berdua tengah berdiri ditepi danau itu sambil berpelukan,
menikmati dan saling memberi kehangatan satu sama lain
“Aku
sayang banget sama kaka, jangan biarin aku sendiri” Lirihmu sambil memejamkan
matamu
“Kaka
juga sayang sama kamu, gimanapun caranya kita harus bisa mendamaikan orang tua
kita, supaya mereka gak bersihkeras misahin kita” Ungkap Bisma. “Kita hadapi
ini sama sama ya” Ajak Bisma sambil mempererat pelukannya padamu, Bisma sedikit
menunduk hingga wajahnya tersembunyi dipundakmu, disela sela rambutmu, Bisma
menghirup aroma rambutmu, menikmati aroma tubuhmu yang mungkin tak dapat lagi
dirasakan Bisma suatu saat nanti..
“Aku
ingin kayak gini terus, aku gak mau pulang kak” Ucapmu pelan. “Gak bisa
(namamu), kita Cuma punya waktu sebentar, sebelum mereka cari kita” Jawab Bisma
“Bawa
aku pergi kak, bawa aku pergi kemanapun kaka mau” Pintamu dengan suara
bergetar.. menahan airmata yang berpacu ingin keluar dari sudut matamu..
Bersambung.....
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar