Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *13

“Om kasih saya kesempatan bicara sama (namamu) sebentar aja om” Pinta Bisma sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat dipukul papamu

“Sudah! Kamu tidak usah ganggu anak saya lagi, mending kamu pulang, urusin tuh orang tua kamu yang becus ngurusin kamu” Ucap Papamu sambil menutup pintu rumahmu dari dalam

“(NAMAMU) KAKA MAU BICARA SAMA KAMU!” Teriak Bisma dengan suara tinggi

“Kak Bisma, (namamu) gak bisa keluar, maafin (namamu)” Lirihmu dari balik jendela. Air matamu tak berhenti mengalir dari tadi

***

Akhirnya Bisma memutuskan untuk pulang, dia bergegas masuk rumah dan berteriak teriak memanggil mamanya

“Mama! Mama! Mama dimana!” teriak Bisma melangkah sambil mengecek tiap sudut ruangan rumahnya

“Iya Bisma ada apa, kok teriak teriak?” Tanya mama Bisma sambil keluar dari kamarnya

“Mama Bisma mau (namamu) ma, Bisma mau (namamu)” Ucap Bisma dihadapan mamanya

“Loh bukannya kamu udah pacaran sama gadis itu?” Tanya mama Bisma bingung

“Tadi papa dan mama (namamu) pulang ma dari luar negri, mereka tiba tiba marah marah sama Bisma, mereka ngusir Bisma padahal Bisma butuh (namamu) ma.. apa salah keluarga kita ke mereka?” Tanya Bisma diiringi curhatannya yang bertubi tubi itu

“Ngusir kamu? Kenapa Bisa? Alasannya apa?” Tanya Mama Bisma mulai heran

“Mereka bilang keluarga Tanubrata sama keluarga mereka udah bersumpah gak akan baikan sampai kapanpun” Jelas Bisma

“Mereka keluarga siapa Bisma?!” Tanya Mama Bisma dengan nada tinggi

“Soekarta” Jawab Bisma

“APA?! Bisma jauhi gadis itu! Buang rasa cinta kamu buat dia, kamu sadar gak sih? Kamu hampir membuat keluarga kita celaka, untung saja kamu belum menikahi gadis itu” Ucap Mama Bisma meletakkan kedua tangannya didada

“Maksud mama apa? Kenapa mama malah ikut ikutan mojokin aku sama (namamu), kalau memang kalian ada masalah kenapa kami dibawa bawa dalam masalah kalian ma?!” Bentak Bisma

“Bisma! Berani sekali kamu membentak mama” Ucap Mama Bisma mulai benar benar marah

“Maafin Bisma ma” Sesal Bisma sambil tertunduk. “Sudahlah Bisma, sekarang lebih baik kamu istirahat dikamar” Suruh Mama Bisma, Bisma pun mengikuti perintah mamanya itu

***

“Pokoknya gue harus ketemu (namamu) besok, gue harus tungguin dia didepan sekolahnya” Gumam Bisma saat dia sudah terbaring dikasurnya

“(namamu) gak ada yang bisa misahin kita, kaka akan perjuangin kamu sayang, selamanya. Kaka janji” Gumam Bisma lagi. Bismapun mulai terlelap dalam tidurnya. Disambut oleh mimpi indahnya.

***

Mama Papamu sedang berada diruang makan bersama Dicky dan Ilham, sedangkan kamu sudah berangkat sekolah tadi pagi. Sekarang mereka sedang menikmati makan siangnya

“Haha kamu lucu sekali nak Dicky” Tawa Mamamu ditengah tengah obrolan Dicky dengannya

“Iya ma bener, Dicky ini orangnya humoris, baik, cocok kalau dipasangkan dengan putri kita” Ucap Papamu mengiyakan omongan mamamu

“Wah bener ya pah, kenapa gak kita jodohin aja, nak Dicky mau kan?” Tanya Mamamu kearah Dicky. Entah bercanda atau malah serius

“Aduh rasanya saya gak pantes tante buat (namamu), (namamu) itukan gadis yang baik, manis, dan masih polos” Ucap Dicky pura pura menolak

“Nak Dicky ini bisa saja merendahkan diri” Ucap mamamu. “Iya orangnya rendah hati ya ma” Puji Papamu. Dicky hanya tersenyum lebar, dan Ilham tersenyum kecut kearah Dicky. Ilham tau Dicky orang yang licik.

***

“Duh (namamu) mana yah, anak anak lain udah pada keluar kok dia gak kelihatan” Gumam Bisma mencelingak celinguk kekiri dan kekanan mencari sosokmu. Banyak siswa yang melirik kearah Bisma mereka berbisik bisik memuji ketampanan Bisma

“Kak Bisma!” Kagetmu saat melihat Bisma dipagar sekolahmu, kamupun berlari kencang kearah Bisma. Bisma segera merentangkan tangannya bermaksud menanti pelukan darimu

“Kak Bisma, (namamu) kangen banget sama kaka” Ucapmu sambil menyandarkan pipimu didada Bisma

“Kaka juga kangen kamu sayang.. Kita kedanau dulu ya baru nanti kaka anter kamu pulang, kaka mau bicara soal masalah kita” Ucap Bisma pelan sambil mengusap rambutmu. Semua mata murid murid yang lewat tertuju pada kamu dan Bisma apalagi murid perempuan yang tak berkedip melihat Bisma

“Gila tuh cewek manja! Bentung banget bisa dapetin Bisma, alumni yang paling dipuja puja di SMA ini dulu..” Ucap beberapa murid perempuan sambil lewat dipagar itu

“Yaampun kaka kenapa nangis ya, kaka itu kayaknya ada masalah sama si manja, ketau’an banget kalau kaka itu sayang banget sama si manja, jarang jarang ada cowok sampai netesin air mata kayak gitu, iya gak sin?” Ungkap murid lain keteman yang ikut melangkah pulang bersamanya “Iya bel” Jawab temannya itu

Murid tadi memang tak sengaja melihat air mata Bisma yang sedikit menetes, disudut matanya. Perasaan Bisma memang sedang hancur, dia tak bisa lagi mengungkapkannya

***

“Tapi bos, kita udah cari diseluruh sudut sekolah, disekitar sekolah, dan dijalan menuju rumah dia, tapi tetep gak ada” Ucap seseorang yang berbadan tegap, kearah laki laki berbehel yang berwajah imut itu

“Arrrhh begok lo semua” Bentak Laki laki berbehel itu

“Gue gak mau tau, pokoknya hari ini juga tugas yang gue kasih ke elo, elo, dan elo, harus berjalan mulus! Ngerti?!” Bentak laki laki itu lagi. 3 Orang yang berbadan tegap itupun mengangguk cepat.

***

Kini kamu dan Bisma sudah berada didanau, Kamu tak pernah melepaskan pelukan Bisma dari tadi, sekarang kalian berdua tengah berdiri ditepi danau itu sambil berpelukan, menikmati dan saling memberi kehangatan satu sama lain

“Aku sayang banget sama kaka, jangan biarin aku sendiri” Lirihmu sambil memejamkan matamu

“Kaka juga sayang sama kamu, gimanapun caranya kita harus bisa mendamaikan orang tua kita, supaya mereka gak bersihkeras misahin kita” Ungkap Bisma. “Kita hadapi ini sama sama ya” Ajak Bisma sambil mempererat pelukannya padamu, Bisma sedikit menunduk hingga wajahnya tersembunyi dipundakmu, disela sela rambutmu, Bisma menghirup aroma rambutmu, menikmati aroma tubuhmu yang mungkin tak dapat lagi dirasakan Bisma suatu saat nanti..

“Aku ingin kayak gini terus, aku gak mau pulang kak” Ucapmu pelan. “Gak bisa (namamu), kita Cuma punya waktu sebentar, sebelum mereka cari kita” Jawab Bisma

“Bawa aku pergi kak, bawa aku pergi kemanapun kaka mau” Pintamu dengan suara bergetar.. menahan airmata yang berpacu ingin keluar dari sudut matamu..


Bersambung.....

@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar