Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *4

“Ilham.. egh gak papa kok, aku kekamar dulu ya bye..” Ucapmu lansung berlari kekamarmu
Ilham hanya menggeleng heran, dia tau ada yang kamu sembunyikan. Lalu Ilham melanjudkan langkah kekamarnya, ya dia memang menginap dirumahmu, ditugaskan oleh orang tuamu untuk menjagamu karna orang tuamu sedang di singapore menjalankan tugas mereka.

Kamu menghempaskan tubuhmu diatas kasur empukmu yang berwarna hijau muda itu.
“Apa aku harus mengalah? Berpaling supaya semua ini berakhir dan tak perlu ada yang tersakiti lagi” Ucapmu sendirian sambil menatap langit langit kamarmu

“Ya tuhan bantu (namamu)” lirihmu memohon sambil mengusap wajahmu dengan kedua tanganmu

“Aku udah gak sanggup, disini udah terlalu sakit” Lirihmu sambil meletakkan tangan didadamu

“Apa aku akan membiarkan ini rapuh gitu aja?” Ucapmu sendirian lagi masih dengan tangan didadamu

“Enggak mungkin aku bisa nyelesaiin gitu aja, kalau mengakhirinya? Mungkin saja, hanya sebentar” Ungkapmu “Oke besok semua harus hilang dan aku harus bertahan tanpa kak Bisma” lanjudmu lalu kamu meraih ponselmu dan mengirim pesan pada Bisma agar bertemu besok pagi jam 8, kemudian kamu kembali berbaring dan mencoba memejamkan matamu perlahan, perlahan pula kamu terlelap dalam tidur.

***

Sepasang kekasih tengah duduk berdua disebuah bangku panjang berwarna putih tak jauh dari rumah pohon yang ada ditepi sebuah sungai kecil.

“Kak..” panggilmu pelan “ya” Jawab Bisma

“Kaka tau apa itu cinta? Cinta itu terdiri dari dua suku kata, dan pengisinyapun Cuma dua kak..” lirihmu  “Bukan tiga..” Lanjudmu semakin lirih hampir tak terdengar. Bisma hanya diam, mendengarkanmu

“Dan kaka tau hati itu apa? Hati itu merah padam, lembut, rapuh, dan sakit banget kalau sentuh” Lanjudmu lagi. “Dan hati itu bukan benda yang bisa dipermainkan kak” lanjudmu. “Sekali tergores, sulit untuk disembuhkan” lanjudmu lagi. “Dan aku mau jaga hati aku, supaya gak terlalu banyak goresan disana” Lanjutmu lagi

“(Namamu)..” lirih Bisma ingin menyentuh pundakmu namun kamu tepis pelan

“Mulai saat ini kita udahan ya kak, aku udah gak ada rasa apa apa lagi sama kaka, Bye..” ucapmu berdiri dan melangkah berniat pergi dari tempat itu namun Bisma menarik tanganmu hingga langkahmu terhenti tanpa berbalik, ya posisimu membelakangi Bisma “Tes, tes” air matamu menetes butir demi butir.

“Hati kaka cuma satu, udah diisi sama cinta, dan pengisi cinta harusnya memang cuma dua tapi kita tigakan.. Kaka sendiri ga ngerti sama perasaan kaka, kaka sayang kamu, franda, kaka sayang kalian berdua dan rasa itu satu bukan terbagi, kaka ga bisa tepis salah satunya, karna kalian sama sama berarti” Ucap Bisma, dia menarik tanganmu perlahan agar kamu berbalik menatapnya. Kamu hanya tertunduk

“Baru kali ini kaka liat kamu nangis, udah.. cukup, kaka ga bisa liat kamu gini” Ucap Bisma bergetar sambil menghapus air matamu dengan tangannya.

“Hati kaka memang terkeping dua sekarang, tapi rasa didalam hati itu tetap utuh dan keutuhan itu ada dihati kamu dari dulu-selamanya” Ucap Bisma lagi

“Cewek mana sih kak yang sanggup diduain, apa itu gak sakit..” Tanyamu menahan tangismu, suaramu bergetar, air matamu semakin jatuh

“Aku mau kak, dari dulu kan.. tapi aku udah gak sanggup..” Lirihmu menatap Bisma dengan tatapan matamu yang mulai melemah. Bisma lansung menarikmu dalam pelukannya.. airmatanya menetes disudut matanya. Bisma tau kamu lemah saat ini

“Tetap lah bertahan, yakinkan kaka siapa yang terbaik antara kalian, yakinkan kaka siapa yang terTULUS, siapa yang benar benar mengerti kaka.” Ucap Bisma

“Kamu mau kan? Kaka Mohon..” lirih Bisma menyembunyikan wajahnya disela sela rambut dilehermu. Keadaan ini membuat hatimu berbelok 90 derajat, kamu sangat mencintai Bisma tapi jika begini, tidak mungkin hatimu sanggup berkata tidak. Kamu sudah terlalu lemah karna cinta Bisma untukmu, hanya kehadiran Bisma yang menguatkanmu kembali. Kamu mengangguk pelan.. Bisma tersenyum sambil mempererat pelukannya padamu..



Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar