“BUK!!”
Bisma melayangkan kepalannya pada dinding kamarmu, membuat tangannya sedikit
berdarah, memang sakit tapi Bisma
menahannya, setidaknya rasa sakit itu mampu meredahkan ‘sedikit’ hasrat Bisma
padamu saat ini. Kamupun terlihat kaget atas tindakan Bisma
“Apa
yang kaka lakuin? Tangan kaka berdarah..” Ucapmu mendekati Bisma, berniat
mengobati luka Bisma namun Bisma mundur
“Jangan
sentuh kaka” cegah Bisma dengan nada memohon
“Baiklah..”
jawabmu singkat lalu berniat keluar dari kamarmu itu namun tangan Bisma
menahanmu, sedetik kemudian Bisma memelukmu dari belakang
“Maafin
kaka” lirih Bisma pelan tepat ditelinga kananmu
“Kaka
salah apa emangnya?” tanya dengan nada bercanda, mencoba untuk mencairkan
suasana yang mulai kaku antara kamu dan Bisma
“Salah
udah bentak kamu, tadi” Jawab Bisma sambil memejamkan matanya
“Aku
yang salah bukan kaka” jawabmu memaksa untuk tersenyum
“Please
give me your kiss” pinta Bisma sepertinya Bisma benar benar tak mampu membuang
semua rasanya tadi, masih tersisa sedikit didirinya
“Kiss?”
tanyamu membalikkan tubuhmu hingga berhadapan dengan Bisma
“Yes,
your lips” Jawab Bisma
“Tapi..
kakak kan..” ucapmu namun dipotong oleh Bisma
“Gak
akan keblablasan kok” jawab Bisma mengerti dengan apa yang kamu takutkan. “Obati
rasa kaka sebentar aja, ini terlalu menyiksa” lanjud Bisma dengan kata kata
tersiratnya itu, memang terdengar lembut namun maknanya agak menggelikan. Tapi
jangan salah! Bisma juga manusia biasa, setiap manusia punya rasa, tak dapat
dipungkiri jika Bisma berada disaat saat seperti itu sekarang ini.. tentunya
karna dia normal.
“Kak
tapi”. “Cups” Bisma tak membiarkanmu berkutik lagi tangannya sudah berhasil
merengkuhmu dalam ciuman lembutnya. Kamu meremas baju Bisma, berharap Bisma
menghentikan itu, namun Bisma malah menggenggam tanganmu erat seolah memberimu
kekuatan
***
Hari
berganti Pagi, kejadian malam tadi tak akan pernah Bisa kamu lupakan, Bisma
memberimu pengalaman romantis yang terlalu indah dan terlalu sayang jika tak
slalu ada dalam ingatanmu. Tapi perlakuan Bisma masih dalam garis sebatas
wajar, tak ada yang berlebihan disana, Bisma masih punya iman yang kuat.
“Hoaaamm,
hehe udah pagi aja” ucapmu sendirian, kamu lansung masuk kekamar mandi untuk
mandi agar merasa lebih segar pagi ini
Beberapa
menit kemudian, kamu keluar dari kamar mandi lalu mengenakan pakaian seragam
SMA mu, kamu memang masih SMA, tepatnya kelas 3 IPA1.
“Yee
udah siap” gumammu sendirian lalu melangkah keluar rumahmu, berangkat kesekolah
dengan mobil yang dikemudikan oleh supirmu. Sesampai disekolah kamu lansung
turun dari mobilmu dan melangkah menuju kelasmu, siap menanti dan menerima
pelajaran selama setengah hari ini
***
Pagipun
berganti siang, dan sekarang kamu sedang berada dalam mobil Bisma, kalian ingin
menghabiskan waktu yang tersisa siang ini, menghabiskannya berdua
“Eh
kok berhenti” tanyamu heran “Gak tau ini kayaknya mogok” jawab Bisma turun dari
mobilnya, kamupun mengikuti Bisma
“Aduh
bekel jauh banget dari sini, disini gak ada jaringan telfon, mana bentar lagi
mau ujan nih kayaknya” Gumam Bisma sambil berusaha memperbaiki mesinnya
“Hem
kita perbaiki aja bis berdua, pasti bisa kok” ucapmu menyemangati Bisma. Bisma
mengangguk dan tersenyum kearahmu kamupun membalas senyuman Bisma.
Hujan
mulai turun, tidak begitu deras tapi mampu membuat kamu dan Bisma basah total.
Bisma masih sibuk memperbaiki mobilnya. Tiba tiba sebuah mobil merah berhenti
didepan mobil Bisma, orang didalam mobil itu turun dan melangkah menghampiri
Bisma
“Bisma
kamu kenapa disini? Ada masalah apa sama mobil kamu bis?” tanya Franda cemas
“Franda?!
Eh enggak kok ini ada sedikit mesin yang rusak”jawab Bisma lansung berdiri
sempurna. Dia terlihat agak takut, karna kamu juga sedang berdiri disana
“Bis,
dia siapa?” tanya Franda curiga
“Oh
di dia.. dia.. dia dia sepupu aku ho’oh iya sepupu, Cuma sepupu doang kok”
jawab Bisma gelagapan. Pernyataan Bisma tak membuatmu kaget karna itu emang
pasti terjadi tapi hatimu yang tak bisa terima
“Bener?”
tanya Franda masih dengan nada curiga “Ya bener lah sayang, kamu kenapa sih kok
kayaknya gak percaya banget sama aku” Tanya Bisma merangkul bahu Franda. Franda
hanya menggeleng dan tersenyum, Franda masih melihat kearahmu, kamu terlihat
sudah menggigi akibat air hujan yang sedari tadi mengguyur tubuhmu
“Oiya
kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin
jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda
DEG,
sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..
Bersambung..
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar