Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *6

“BUK!!” Bisma melayangkan kepalannya pada dinding kamarmu, membuat tangannya sedikit berdarah,  memang sakit tapi Bisma menahannya, setidaknya rasa sakit itu mampu meredahkan ‘sedikit’ hasrat Bisma padamu saat ini. Kamupun terlihat kaget atas tindakan Bisma

“Apa yang kaka lakuin? Tangan kaka berdarah..” Ucapmu mendekati Bisma, berniat mengobati luka Bisma namun Bisma mundur

“Jangan sentuh kaka” cegah Bisma dengan nada memohon

“Baiklah..” jawabmu singkat lalu berniat keluar dari kamarmu itu namun tangan Bisma menahanmu, sedetik kemudian Bisma memelukmu dari belakang

“Maafin kaka” lirih Bisma pelan tepat ditelinga kananmu

“Kaka salah apa emangnya?” tanya dengan nada bercanda, mencoba untuk mencairkan suasana yang mulai kaku antara kamu dan Bisma

“Salah udah bentak kamu, tadi” Jawab Bisma sambil memejamkan matanya

“Aku yang salah bukan kaka” jawabmu memaksa untuk tersenyum

“Please give me your kiss” pinta Bisma sepertinya Bisma benar benar tak mampu membuang semua rasanya tadi, masih tersisa sedikit didirinya

“Kiss?” tanyamu membalikkan tubuhmu hingga berhadapan dengan Bisma

“Yes, your lips” Jawab Bisma

“Tapi.. kakak kan..” ucapmu namun dipotong oleh Bisma

“Gak akan keblablasan kok” jawab Bisma mengerti dengan apa yang kamu takutkan. “Obati rasa kaka sebentar aja, ini terlalu menyiksa” lanjud Bisma dengan kata kata tersiratnya itu, memang terdengar lembut namun maknanya agak menggelikan. Tapi jangan salah! Bisma juga manusia biasa, setiap manusia punya rasa, tak dapat dipungkiri jika Bisma berada disaat saat seperti itu sekarang ini.. tentunya karna dia normal.

“Kak tapi”. “Cups” Bisma tak membiarkanmu berkutik lagi tangannya sudah berhasil merengkuhmu dalam ciuman lembutnya. Kamu meremas baju Bisma, berharap Bisma menghentikan itu, namun Bisma malah menggenggam tanganmu erat seolah memberimu kekuatan

***

Hari berganti Pagi, kejadian malam tadi tak akan pernah Bisa kamu lupakan, Bisma memberimu pengalaman romantis yang terlalu indah dan terlalu sayang jika tak slalu ada dalam ingatanmu. Tapi perlakuan Bisma masih dalam garis sebatas wajar, tak ada yang berlebihan disana, Bisma masih punya iman yang kuat.

“Hoaaamm, hehe udah pagi aja” ucapmu sendirian, kamu lansung masuk kekamar mandi untuk mandi agar merasa lebih segar pagi ini
Beberapa menit kemudian, kamu keluar dari kamar mandi lalu mengenakan pakaian seragam SMA mu, kamu memang masih SMA, tepatnya kelas 3 IPA1.

“Yee udah siap” gumammu sendirian lalu melangkah keluar rumahmu, berangkat kesekolah dengan mobil yang dikemudikan oleh supirmu. Sesampai disekolah kamu lansung turun dari mobilmu dan melangkah menuju kelasmu, siap menanti dan menerima pelajaran selama setengah hari ini

***

Pagipun berganti siang, dan sekarang kamu sedang berada dalam mobil Bisma, kalian ingin menghabiskan waktu yang tersisa siang ini, menghabiskannya berdua

“Eh kok berhenti” tanyamu heran “Gak tau ini kayaknya mogok” jawab Bisma turun dari mobilnya, kamupun mengikuti Bisma

“Aduh bekel jauh banget dari sini, disini gak ada jaringan telfon, mana bentar lagi mau ujan nih kayaknya” Gumam Bisma sambil berusaha memperbaiki mesinnya

“Hem kita perbaiki aja bis berdua, pasti bisa kok” ucapmu menyemangati Bisma. Bisma mengangguk dan tersenyum kearahmu kamupun membalas senyuman Bisma.

Hujan mulai turun, tidak begitu deras tapi mampu membuat kamu dan Bisma basah total. Bisma masih sibuk memperbaiki mobilnya. Tiba tiba sebuah mobil merah berhenti didepan mobil Bisma, orang didalam mobil itu turun dan melangkah menghampiri Bisma

“Bisma kamu kenapa disini? Ada masalah apa sama mobil kamu bis?” tanya Franda cemas

“Franda?! Eh enggak kok ini ada sedikit mesin yang rusak”jawab Bisma lansung berdiri sempurna. Dia terlihat agak takut, karna kamu juga sedang berdiri disana

“Bis, dia siapa?” tanya Franda curiga

“Oh di dia.. dia.. dia dia sepupu aku ho’oh iya sepupu, Cuma sepupu doang kok” jawab Bisma gelagapan. Pernyataan Bisma tak membuatmu kaget karna itu emang pasti terjadi tapi hatimu yang tak bisa terima

“Bener?” tanya Franda masih dengan nada curiga “Ya bener lah sayang, kamu kenapa sih kok kayaknya gak percaya banget sama aku” Tanya Bisma merangkul bahu Franda. Franda hanya menggeleng dan tersenyum, Franda masih melihat kearahmu, kamu terlihat sudah menggigi akibat air hujan yang sedari tadi mengguyur tubuhmu

“Oiya kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda

DEG, sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..



Bersambung..

@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar