Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *8

“Bisma.. kamu dimana?” Panggil seseorang yang tak lain adalah Franda.

“Ngh~ Kak, kak Franda nanti ngeliat, lepasin aku dulu” Ucapmu pelan sambil berusaha melepas pelukkan Bisma. Entahlah, entah siapa yang ‘selingkuhannya’ Bisma disini, entah kenapa malah kamu yang takut, harusnya kamu senang jika semuanya terbongkar, karna kamu jauh lebih dulu menjadi kekasih Bisma dari pada Franda.

Bisma tak mengubris ucapanmu, matanya tetap terpejam dan dia makin mempererat pelukannya.
“Kak.. aku gak mau kaka dapet masalah” Lirihmu. Kamu tak mau hal ini membuat Franda sakit hati, dan orang tua Franda murka, mereka punya segalanya, bisa saja nyawa Bisma terancam jika permainan Bisma terbongkar

“Kaka sayang kamu, uhuk” Bisma mengucapkan itu begitu saja entah apa dasarnya, dia sepertinya tak enak badan, Bisma terdengar batuk dan sedikit bersin bersin mungkin karna terlalu lama dibawah hujan deras tadi.

“Kaka kena..pa?” Baru saja kamu menanyakannya namun tubuh Bisma melemas, dia hampir jatuh tapi kamu tahan. “Kak Bisma!” Pekikmu dengan nada panik

“Bisma! Bisma kenapa?!” Tanya seseorang yang tiba tiba berlari kearahmu dan Bisma

“Kak Franda, tadi kak Bisma tiba tiba pingsan, mungkin karna terlalu lama kehujanan” Ucapmu mombopong tubuh Bisma, Frandapun membantumu

Kamu dan Franda segera membawa Bisma kerumahnya dan dokter pribadi Franda pun ikut kerumah Bisma untuk memeriksa Bisma

“Keadaanya masih lemah, demamnya tidak terlalu tinggi namun sebisa mungkin harus dijaga ya, ini obat obatnya” Ucap Dokter itu memberikan obat obatan kepada Franda, kamu hanya diam disamping Franda. Kemudia dokter itupun pamit pulang.

“Nih” Ucap Franda memberikan obat tadi padamu. “Kok aku?” Tanyamu agak heran

“Aku mau pulang, soalnya malam ini aku mau beli baju baru karna besok ada pesta temen aku, kamu kasih aja ke Bisma kalau dia bangun, kamu kan sepupunya, jadi gak masalah dong? Nih” Ucap Franda menjelaskannya. Gadis ini tidak bisa ditebak, dia sangat mencintai Bisma sepertinya tapi kenapa disaat saat penting seperti ini, dia malah lebih mementingkan baju daripada Bisma, kekasihnya.

“Oh gitu ya kak, tapi emang kaka gak mau jagain kak Bisma? Kak Bisma kan lagi sakit” Ucapmu lembut

“Enggak ah, buang buang waktu dong nungguin dia, orang dia lagi tidur kan? Nanti juga sembuh sendiri. Yaudah aku pergi ya jaga Bisma oke? Dadahh..” Jawab Franda sambil berlalu pergi.

Kamu melangkah perlahan kearah Bisma, wajah Bisma terlihat pucat. Dia terlihat polos saat tertidur seperti ini. Perlahan kamu duduk disamping ranjang Bisma, ada kursi yang tersedia disitu, kamu meraih tangan kanan Bisma dan menggenggamnya dengan erat

“Kaka maafin aku, aku udah bikin kaka sakit, coba aja kalau waktu itu aku cari tukang bengkel pasti kan kaka gak perlu kehujanan sambil perbaikin mobil” Ucapmu dengan nada lesuh. Entahlah, entah kamu terlalu bodoh atau polos sampai sampai kamu malah menyalahkan dirimu sendiri. Berjam jam kamu menunggu Bisma, sampai kamu tertidur sebentar disamping Bisma, lalu kembali terbangun paginya.
“Udah pagi, aku pulang ya kak, ini obat kaka” Ucapmu sendirian sambil meletakkan obat itu disamping Bisma yang masih tertidur.

***

Seorang wanita separuh baya memasuki kamar Bisma dengan tergesah gesah membawa sebuah koper. Tampaknya wanita itu baru pulang dari tempat jauh

“Bisma, sayang kamu kenapa nak, mama khawatir sekali” Ucap wanita itu sambil duduk diranjang Bisma dan lansung mengusap kening Bisma. Ya ternyata itu mama Bisma

“Ngh~” Bisma terbangun dari tidurnya, nampaknya dia terusik. “(namamu)..” Lirih Bisma dengan mata yang belum terbuka sempurna

“(namamu) ? Siapa dia?” Tanya mama Bisma saat Bisma sudah benar benar bangun

“Mama Bisma butuh (namamu)” Ucap Bisma dengan nada yang masih lemah. “Sekarang” Lanjud Bisma

“Yasudah nanti mama suruh anak buah mama menjemput dia” Ucap Mama Bisma

Beberapa menit kemudian seorang suster datang dengan semangkok bubur ditangan kanannya dan segelas air ditangan kirinya.

“Kamu makan dulu ya nak dengan suster ini, Mama mau keluar dulu” Ucap Mama Bisma. Namun Bisma hanya menatap bubur itu dengan tatapan geli

“Saya gak mau sus, itu pasti gak enak, ihs lembek gitu, gak mau ah” Ucap Bisma membelakangi suster itu dengan keadaan masih berbaring

“Tapi mas harus makan, nanti nyonya marah” Ucap Suster itu seperti terdengar agak memaksa

“Sekali enggak, tetap enggak ngerti gak sih?!” Bentak Bisma

“Iya mas iya maaf” Jawab suster itu berniat keluar kamar Bisma namun dihadang oleh seseorang. “Biar saya yang ngasih mbak” Ucap Orang itu, suster itupun memberika bubur dan air itu ketangan orang tadi. Kemudian suster itu pergi

“Makan dulu” Ucap orang tadi pada Bisma yang tetap tidur miring membelakangi pintu kamar

“Gak mau” Tolak Bisma

“Kalau kaka gak mau nanti aku sakit” Ucapmu lagi. Bisma lansung kaget, dia baru sadar kalau orang tadi adalah kamu, Bisma lansung bangun dari baringannya, dan bersandar didinding

“sini” Suruh Bisma sambil menepuk nepuk bagian ranjang yang ada disampingnya, dia berniat menyuruhmu duduk. Kamupun mengikuti perintah Bisma

“Tadi kamu bilang apa? Kalau kaka gak makan kamu bakal sakit? Lah kok jadi kamu yang sakit? Yang gak makan kan kaka” Tanya Bisma sambil menatapmu

“Hehe, kalau kaka gak makan nanti kaka sakit dan kalau kaka sakit aku juga bakal sakit” Ucapmu menjelaskannya

“Boong apa ngegombal?” goda Bisma. “Hehe apa aja sih boleh” Jawabmu cengengesan. “Sekarang malah ngelawak, yaudah deh kaka mau makan kok, apalagi kalau kamu  yang suapin” Ucap Bisma masih menatap bola matamu. Kamu tersenyum, lalu menyuapkan bubur itu pada Bisma. Setelah bubur itu habis, Bisma pun meminum obatnya. Lalu dia menyandarkan kepalanya dipundakmu, karna kamu dari tadi duduk disamping Bisma. Perlahan tanganmu mengusap rambut Bisma

“Kaka pengen kayak gini tiap saat” lirih Bisma sambil memejamkan matanya. ‘Saat ini aku bahagia kak, tapi sering pula saat saat menyakitkan itu datang, seakan menghapus saat saat bahagia begitu saja’ lirihmu dalam hati

“(namamu)..” Lirih Bisma memanggilmu. “Iya..” Jawabmu pelan

“Kaka pengen tidur” Ucap Bisma menoleh kearahmu. “Tidur aja aku nungguin kaka kok” Jawabmu tak henti mengusap rambut Bisma

“Kaka pengen tidur sambil meluk kamu” Pinta Bisma.

“Ha? Tapi..”

“Please, kali ini saja. Untuk yang pertama kali” Ucap Bisma memohon. “Oke..” Jawabmu pelan

Bismapun berbaring, kamu mengikuti Bisma. Perlahan Bisma memeluk tubuhmu dengan keadaan berhadapan karna kalian berbaring dengan posisi miring.

“Habiskan hari ini sayang.. saat kaka bangun, kaka ingin kamu yang pertama kali kaka liat, disini” Lirih Bisma kemudian mencoba memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya..


Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar