“Bisma..
kamu dimana?” Panggil seseorang yang tak lain adalah Franda.
“Ngh~
Kak, kak Franda nanti ngeliat, lepasin aku dulu” Ucapmu pelan sambil berusaha
melepas pelukkan Bisma. Entahlah, entah siapa yang ‘selingkuhannya’ Bisma
disini, entah kenapa malah kamu yang takut, harusnya kamu senang jika semuanya
terbongkar, karna kamu jauh lebih dulu menjadi kekasih Bisma dari pada Franda.
Bisma
tak mengubris ucapanmu, matanya tetap terpejam dan dia makin mempererat
pelukannya.
“Kak..
aku gak mau kaka dapet masalah” Lirihmu. Kamu tak mau hal ini membuat Franda
sakit hati, dan orang tua Franda murka, mereka punya segalanya, bisa saja nyawa
Bisma terancam jika permainan Bisma terbongkar
“Kaka
sayang kamu, uhuk” Bisma mengucapkan itu begitu saja entah apa dasarnya, dia
sepertinya tak enak badan, Bisma terdengar batuk dan sedikit bersin bersin
mungkin karna terlalu lama dibawah hujan deras tadi.
“Kaka
kena..pa?” Baru saja kamu menanyakannya namun tubuh Bisma melemas, dia hampir
jatuh tapi kamu tahan. “Kak Bisma!” Pekikmu dengan nada panik
“Bisma!
Bisma kenapa?!” Tanya seseorang yang tiba tiba berlari kearahmu dan Bisma
“Kak
Franda, tadi kak Bisma tiba tiba pingsan, mungkin karna terlalu lama kehujanan”
Ucapmu mombopong tubuh Bisma, Frandapun membantumu
Kamu
dan Franda segera membawa Bisma kerumahnya dan dokter pribadi Franda pun ikut
kerumah Bisma untuk memeriksa Bisma
“Keadaanya
masih lemah, demamnya tidak terlalu tinggi namun sebisa mungkin harus dijaga
ya, ini obat obatnya” Ucap Dokter itu memberikan obat obatan kepada Franda,
kamu hanya diam disamping Franda. Kemudia dokter itupun pamit pulang.
“Nih”
Ucap Franda memberikan obat tadi padamu. “Kok aku?” Tanyamu agak heran
“Aku
mau pulang, soalnya malam ini aku mau beli baju baru karna besok ada pesta
temen aku, kamu kasih aja ke Bisma kalau dia bangun, kamu kan sepupunya, jadi
gak masalah dong? Nih” Ucap Franda menjelaskannya. Gadis ini tidak bisa
ditebak, dia sangat mencintai Bisma sepertinya tapi kenapa disaat saat penting
seperti ini, dia malah lebih mementingkan baju daripada Bisma, kekasihnya.
“Oh
gitu ya kak, tapi emang kaka gak mau jagain kak Bisma? Kak Bisma kan lagi
sakit” Ucapmu lembut
“Enggak
ah, buang buang waktu dong nungguin dia, orang dia lagi tidur kan? Nanti juga
sembuh sendiri. Yaudah aku pergi ya jaga Bisma oke? Dadahh..” Jawab Franda
sambil berlalu pergi.
Kamu
melangkah perlahan kearah Bisma, wajah Bisma terlihat pucat. Dia terlihat polos
saat tertidur seperti ini. Perlahan kamu duduk disamping ranjang Bisma, ada
kursi yang tersedia disitu, kamu meraih tangan kanan Bisma dan menggenggamnya
dengan erat
“Kaka
maafin aku, aku udah bikin kaka sakit, coba aja kalau waktu itu aku cari tukang
bengkel pasti kan kaka gak perlu kehujanan sambil perbaikin mobil” Ucapmu
dengan nada lesuh. Entahlah, entah kamu terlalu bodoh atau polos sampai sampai
kamu malah menyalahkan dirimu sendiri. Berjam jam kamu menunggu Bisma, sampai
kamu tertidur sebentar disamping Bisma, lalu kembali terbangun paginya.
“Udah
pagi, aku pulang ya kak, ini obat kaka” Ucapmu sendirian sambil meletakkan obat
itu disamping Bisma yang masih tertidur.
***
Seorang
wanita separuh baya memasuki kamar Bisma dengan tergesah gesah membawa sebuah
koper. Tampaknya wanita itu baru pulang dari tempat jauh
“Bisma,
sayang kamu kenapa nak, mama khawatir sekali” Ucap wanita itu sambil duduk
diranjang Bisma dan lansung mengusap kening Bisma. Ya ternyata itu mama Bisma
“Ngh~”
Bisma terbangun dari tidurnya, nampaknya dia terusik. “(namamu)..” Lirih Bisma
dengan mata yang belum terbuka sempurna
“(namamu)
? Siapa dia?” Tanya mama Bisma saat Bisma sudah benar benar bangun
“Mama
Bisma butuh (namamu)” Ucap Bisma dengan nada yang masih lemah. “Sekarang”
Lanjud Bisma
“Yasudah
nanti mama suruh anak buah mama menjemput dia” Ucap Mama Bisma
Beberapa
menit kemudian seorang suster datang dengan semangkok bubur ditangan kanannya
dan segelas air ditangan kirinya.
“Kamu
makan dulu ya nak dengan suster ini, Mama mau keluar dulu” Ucap Mama Bisma.
Namun Bisma hanya menatap bubur itu dengan tatapan geli
“Saya
gak mau sus, itu pasti gak enak, ihs lembek gitu, gak mau ah” Ucap Bisma
membelakangi suster itu dengan keadaan masih berbaring
“Tapi
mas harus makan, nanti nyonya marah” Ucap Suster itu seperti terdengar agak
memaksa
“Sekali
enggak, tetap enggak ngerti gak sih?!” Bentak Bisma
“Iya
mas iya maaf” Jawab suster itu berniat keluar kamar Bisma namun dihadang oleh
seseorang. “Biar saya yang ngasih mbak” Ucap Orang itu, suster itupun memberika
bubur dan air itu ketangan orang tadi. Kemudian suster itu pergi
“Makan
dulu” Ucap orang tadi pada Bisma yang tetap tidur miring membelakangi pintu
kamar
“Gak
mau” Tolak Bisma
“Kalau
kaka gak mau nanti aku sakit” Ucapmu lagi. Bisma lansung kaget, dia baru sadar
kalau orang tadi adalah kamu, Bisma lansung bangun dari baringannya, dan
bersandar didinding
“sini”
Suruh Bisma sambil menepuk nepuk bagian ranjang yang ada disampingnya, dia
berniat menyuruhmu duduk. Kamupun mengikuti perintah Bisma
“Tadi
kamu bilang apa? Kalau kaka gak makan kamu bakal sakit? Lah kok jadi kamu yang
sakit? Yang gak makan kan kaka” Tanya Bisma sambil menatapmu
“Hehe,
kalau kaka gak makan nanti kaka sakit dan kalau kaka sakit aku juga bakal
sakit” Ucapmu menjelaskannya
“Boong
apa ngegombal?” goda Bisma. “Hehe apa aja sih boleh” Jawabmu cengengesan.
“Sekarang malah ngelawak, yaudah deh kaka mau makan kok, apalagi kalau
kamu yang suapin” Ucap Bisma masih
menatap bola matamu. Kamu tersenyum, lalu menyuapkan bubur itu pada Bisma.
Setelah bubur itu habis, Bisma pun meminum obatnya. Lalu dia menyandarkan
kepalanya dipundakmu, karna kamu dari tadi duduk disamping Bisma. Perlahan
tanganmu mengusap rambut Bisma
“Kaka
pengen kayak gini tiap saat” lirih Bisma sambil memejamkan matanya. ‘Saat ini
aku bahagia kak, tapi sering pula saat saat menyakitkan itu datang, seakan
menghapus saat saat bahagia begitu saja’ lirihmu dalam hati
“(namamu)..”
Lirih Bisma memanggilmu. “Iya..” Jawabmu pelan
“Kaka
pengen tidur” Ucap Bisma menoleh kearahmu. “Tidur aja aku nungguin kaka kok”
Jawabmu tak henti mengusap rambut Bisma
“Kaka
pengen tidur sambil meluk kamu” Pinta Bisma.
“Ha?
Tapi..”
“Please,
kali ini saja. Untuk yang pertama kali” Ucap Bisma memohon. “Oke..” Jawabmu
pelan
Bismapun
berbaring, kamu mengikuti Bisma. Perlahan Bisma memeluk tubuhmu dengan keadaan
berhadapan karna kalian berbaring dengan posisi miring.
“Habiskan
hari ini sayang.. saat kaka bangun, kaka ingin kamu yang pertama kali kaka
liat, disini” Lirih Bisma kemudian mencoba memejamkan matanya dan terlelap
dalam tidurnya..
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar