Kamu
dan Bisma telah terlelap dalam tidur kalian, mimpi indah tentunya menemani
kalian saat itu. Kalian terlihat begitu nyaman, saling memberi kehangatan satu
sama lain. Wajahmu pun sudah berada didada Bisma tenggelam dalam kenyamanan,
detik demi detik semakin terasa nyaman.
Mama
Bisma berjalan tergesah gesah menuju kamar Bisma sambil memasang jam tangan
pada lengannya. “Bisma kamu udah makan obatnya belum, mama mau berangkat dulu
ke...” Omongan Mama Bisma terhenti saat melihat Bisma tak sendiri lagi diranjangnya,
ada kamu disana
“Yatuhan
Bisma” Gumam mamanya sambil menggeleng geleng pelan tanda memaklumi keluakuan
anak semata wayangnya itu. Dia melangkah mendekati ranjang Bisma. “Oh jadi ini
yang namanya (namamu)?” Tanya Mama Bisma kepada dirinya sendiri. “Cantik,
manis” Ungkapnya. Mama Bisma tak berhenti menatapmu, dia teringat akan sesuatu
yang samar samar difikirannya.
“Gadis
ini.. dia terlihat beda dari gadis lain. Ada sesuatu yang ngeganjal kalau aku
liat wajahnya, apa sebenarnya.. aku jadi bingung” Gumam Mama Bisma perlahan
membelai pipimu
“(namamu)
jangan tinggalin Bisma” lirih Bisma
mempererat pelukannya padamu. Mama Bisma kaget, dia segera menjauhkan tangannya
dari pipimu
“Huh
untung Bisma hanya ngigo’u, kirain bangun” Gumam Mama Bisma sambil mengusap
usap dadanya
***
Pagi
telah berlalu, siang telah lewat, dan sore telah tenggelam digantikan oleh
malam. Rembulan telah mampu mengalahkan mentari, bulan yang kesepian, hanya ada
2 bintang yang menemani bulan itu. Bisma sudah terbangun dari tidurnya yang
hampir seharian tadi, kini malam dia terbangun.. Namun meski terbangun dari
tadi Bisma tidak berpindah ataupun membangunkanmu sama sekali, dia asik
sendirian menatap wajah tulus mu.
“(namamu)
kaka bosen bilang ini, dan mungkin kamu juga udah bosen ngedernya, tapi kaka
gak bisa berhenti buat bilang kalau kaka sayang kamu” Lirih Bisma sambil
membelai pipi lembutmu
“Yaallah,
kenapa aku gak pernah sadar kalau dia
terlalu lembut untuk aku sakiti, kenapa aku selalu dikuasai oleh mata dan
fikiranku? Hatiku sulit untuk mengendalikan tubuhku, sulit untuk membawa semua
pada kenyataan yang sebenarnya” Ungkap Bisma dalam hatinya
“Aku
sayang (namamu) tapi disisi lain aku gak bisa ngelepasin Franda. Franda cantik,
kaya, semua ada pada dirinya, sulit untuk aku pungkiri kalau aku tak bisa
melepas kecantikan Franda yang melebihi kecantikan (namamu). Mataku, fikiranku
selalu bertindak begitu, sedangkan hatiku selalu kalah cepat oleh otakku”
Ungkap Bisma lagi, kata katanya sulit dimengerti jika yang mendengar adalah
orang yang tidak tau citraan dan kiasan
“But
My Heart Only Yours, forever (namamu) muuah” Ucap Bisma sambil mengecup
keningmu dan berhenti disana, lama.. bibir Bisma sepertinya nyaman berada
dikeningmu, kamu hanya diam, wajar saja karna kamu sedang tertidur nyenyak
“Ngh~
kaka” Lirihmu merasa terusik, kamu terbangun begitu saja, karna ulah Bisma.
Kamu menggeliat merenggangkan otot otot mu yang kaku akibat tidur tadi.
Kemudian kamu berniat bangun namun ditahan oleh Bisma
“Eh
jangan” Cegah Bisma. “Kenapa?” Tanyamu.
“Disini
aja, kaka masih mau kenyamanan itu” Jawab Bisma
“Duh
kaka, tapi aku pegel dipeluk mulu kak” Ocehmu sedikit mengeluh. Dan lansung
duduk, Bismapun mengikutimu duduk
“Hehe
yaudah deh kamu mandi gih” Suru Bisma. Kamu hanya bengong tak mengubris ucapan
Bisma
“Mandi
atau kaka yang mandiin?” Goda Bisma membuat kamu terpelanjab kaget
“Ih
kaka omes, bentar lagi puasa tau ih dasar omes” Omelmu sambil mencubit perut
Bisma
“Ya
kan lumayan kamu bisa dapet jatah mandi dari orang ganteng kayak kaka, kapan
lagi coba. Ayoloh sebelum kamu dimandiin sama banyak orang” Goda Bisma lagi,
kali ini dia juga meledekmu
“Iss
masa kaka nyumpahin aku dimandiin orang? Mayat dong? issh aku belum mau mati
kak” Omelmu lagi
“Hehe
enggaklah sayang, kalau kamu mati kaka Bisa gila” Jawab Bisma ambil mengusap
rambutmu
“Iya
gila, main gila gilaan sama wanita lain emang iya” Ejekmu tak percaya omongan
Bisma tadi
“Mana
ada, kaka Cuma sayang kamu wluek” Bantah Bisma. Kamu tertunduk. Ingatanmu
terjerumus lagi pada kenyataan itu, kenyataan kalau cinta Bisma sudah terbagi
bukan hanya untukmu
“Kok
sedih gitu mukanya?” Tanya Bisma
“Sayang
kaka bukan Cuma buat aku kak, tapi juga milik kak Franda” Ucapmu berusaha
tersenyum. Bisma terdiam mendengar kata katamu. Sedetik kemudian Bisma
memelukmu, lalu melepas pelukannya dan mengangkat dagumu pelan “Cups. Cuma kamu
gak ada yang lain” Bisik Bisma setelah mengecup bibirmu dengan lembut
“Rasanya
gak sama kayak dulu” Lirihmu menatap Bisma. “Maksudnya?” Tanya Bisma. “Udah
dingin dan terbagi” Jawabmu pelan
“Kaka
cuma pernah cium kamu gak ada yang lain, enggak pernah” Jawab Bisma jujur. “Gak
pernah sama siapapun, termasuk Franda. Cuma sama kamu” Lanjud Bisma lagi
“Ngh
tapi..” Sedikit lagi air matamu jatuh namun dengan cepat Bisma memelukmu
kembali
“Kaka
jujur, gak pernah selain kamu. Kamu tau kaka kan? Kaka gak suka bohong sama
kamu” Ucap Bisma lagi. Kamu hanya mengangguk tak mampu bersuara lagi sebab
suaramu sudah berbeda karna menahan tangis. Bisma terdiam lalu mengusap
punggungmu, mencoba memberimu ketenangan ‘lagi’
***
Kini
kamu sudah berada dirumahmu, tadi Bisma yang mengantarmu pulang karna dia
memang sudah sembuh walau belum sepenuhnya. Kamu membuka pintu depan rumahmu
tapi ada yang berbeda didalamnya, ada 2 orang laki laki sedang duduk dikursi
tamu, yang satu Ilham sepupumu, yang satu lagi tak kamu kenali sama sekali
“Hai
(namamu) dari mana aja lo, gue tungguin juga dari tadi” omel Ilham lansung saat
melihatmu masuk kedalam rumah.
“Eh
iya sorry ham, tadi malam jagain kak Bisma, dia sakit” Jawabmu sambil ikut
bergabung bersama ilham dan temannya itu
“Oh,
eh iya nih kenalin sobat gue namanya Dicky. Untuk beberapa hari ini dia mau
numpang nginap dirumah lo ini, sekamar sama gue kok, bolehkan?” Tanya Iilham
minta izin
“Oh
boleh kok” Jawabmu tersenyum manis, Dicky tak berkedip melihat senyummu, dia
merasa ada getaran aneh dari jantungnya..
Bersambung..
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar