Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *9

Kamu dan Bisma telah terlelap dalam tidur kalian, mimpi indah tentunya menemani kalian saat itu. Kalian terlihat begitu nyaman, saling memberi kehangatan satu sama lain. Wajahmu pun sudah berada didada Bisma tenggelam dalam kenyamanan, detik demi detik semakin terasa nyaman.
Mama Bisma berjalan tergesah gesah menuju kamar Bisma sambil memasang jam tangan pada lengannya. “Bisma kamu udah makan obatnya belum, mama mau berangkat dulu ke...” Omongan Mama Bisma terhenti saat melihat Bisma tak sendiri lagi diranjangnya, ada kamu disana

“Yatuhan Bisma” Gumam mamanya sambil menggeleng geleng pelan tanda memaklumi keluakuan anak semata wayangnya itu. Dia melangkah mendekati ranjang Bisma. “Oh jadi ini yang namanya (namamu)?” Tanya Mama Bisma kepada dirinya sendiri. “Cantik, manis” Ungkapnya. Mama Bisma tak berhenti menatapmu, dia teringat akan sesuatu yang samar samar difikirannya.

“Gadis ini.. dia terlihat beda dari gadis lain. Ada sesuatu yang ngeganjal kalau aku liat wajahnya, apa sebenarnya.. aku jadi bingung” Gumam Mama Bisma perlahan membelai pipimu

“(namamu) jangan tinggalin Bisma”  lirih Bisma mempererat pelukannya padamu. Mama Bisma kaget, dia segera menjauhkan tangannya dari pipimu

“Huh untung Bisma hanya ngigo’u, kirain bangun” Gumam Mama Bisma sambil mengusap usap dadanya

***

Pagi telah berlalu, siang telah lewat, dan sore telah tenggelam digantikan oleh malam. Rembulan telah mampu mengalahkan mentari, bulan yang kesepian, hanya ada 2 bintang yang menemani bulan itu. Bisma sudah terbangun dari tidurnya yang hampir seharian tadi, kini malam dia terbangun.. Namun meski terbangun dari tadi Bisma tidak berpindah ataupun membangunkanmu sama sekali, dia asik sendirian menatap wajah tulus mu.

“(namamu) kaka bosen bilang ini, dan mungkin kamu juga udah bosen ngedernya, tapi kaka gak bisa berhenti buat bilang kalau kaka sayang kamu” Lirih Bisma sambil membelai pipi lembutmu

“Yaallah, kenapa aku gak pernah  sadar kalau dia terlalu lembut untuk aku sakiti, kenapa aku selalu dikuasai oleh mata dan fikiranku? Hatiku sulit untuk mengendalikan tubuhku, sulit untuk membawa semua pada kenyataan yang sebenarnya” Ungkap Bisma dalam hatinya

“Aku sayang (namamu) tapi disisi lain aku gak bisa ngelepasin Franda. Franda cantik, kaya, semua ada pada dirinya, sulit untuk aku pungkiri kalau aku tak bisa melepas kecantikan Franda yang melebihi kecantikan (namamu). Mataku, fikiranku selalu bertindak begitu, sedangkan hatiku selalu kalah cepat oleh otakku” Ungkap Bisma lagi, kata katanya sulit dimengerti jika yang mendengar adalah orang yang tidak tau citraan dan kiasan

“But My Heart Only Yours, forever (namamu) muuah” Ucap Bisma sambil mengecup keningmu dan berhenti disana, lama.. bibir Bisma sepertinya nyaman berada dikeningmu, kamu hanya diam, wajar saja karna kamu sedang tertidur nyenyak

“Ngh~ kaka” Lirihmu merasa terusik, kamu terbangun begitu saja, karna ulah Bisma. Kamu menggeliat merenggangkan otot otot mu yang kaku akibat tidur tadi. Kemudian kamu berniat bangun namun ditahan oleh Bisma

“Eh jangan” Cegah Bisma. “Kenapa?” Tanyamu.

“Disini aja, kaka masih mau kenyamanan itu” Jawab Bisma

“Duh kaka, tapi aku pegel dipeluk mulu kak” Ocehmu sedikit mengeluh. Dan lansung duduk, Bismapun mengikutimu duduk

“Hehe yaudah deh kamu mandi gih” Suru Bisma. Kamu hanya bengong tak mengubris ucapan Bisma

“Mandi atau kaka yang mandiin?” Goda Bisma membuat kamu terpelanjab kaget

“Ih kaka omes, bentar lagi puasa tau ih dasar omes” Omelmu sambil mencubit perut Bisma

“Ya kan lumayan kamu bisa dapet jatah mandi dari orang ganteng kayak kaka, kapan lagi coba. Ayoloh sebelum kamu dimandiin sama banyak orang” Goda Bisma lagi, kali ini dia juga meledekmu

“Iss masa kaka nyumpahin aku dimandiin orang? Mayat dong? issh aku belum mau mati kak” Omelmu lagi

“Hehe enggaklah sayang, kalau kamu mati kaka Bisa gila” Jawab Bisma ambil mengusap rambutmu

“Iya gila, main gila gilaan sama wanita lain emang iya” Ejekmu tak percaya omongan Bisma tadi

“Mana ada, kaka Cuma sayang kamu wluek” Bantah Bisma. Kamu tertunduk. Ingatanmu terjerumus lagi pada kenyataan itu, kenyataan kalau cinta Bisma sudah terbagi bukan hanya untukmu

“Kok sedih gitu mukanya?” Tanya Bisma

“Sayang kaka bukan Cuma buat aku kak, tapi juga milik kak Franda” Ucapmu berusaha tersenyum. Bisma terdiam mendengar kata katamu. Sedetik kemudian Bisma memelukmu, lalu melepas pelukannya dan mengangkat dagumu pelan “Cups. Cuma kamu gak ada yang lain” Bisik Bisma setelah mengecup bibirmu dengan lembut

“Rasanya gak sama kayak dulu” Lirihmu menatap Bisma. “Maksudnya?” Tanya Bisma. “Udah dingin dan terbagi” Jawabmu pelan

“Kaka cuma pernah cium kamu gak ada yang lain, enggak pernah” Jawab Bisma jujur. “Gak pernah sama siapapun, termasuk Franda. Cuma sama kamu” Lanjud Bisma lagi

“Ngh tapi..” Sedikit lagi air matamu jatuh namun dengan cepat Bisma memelukmu kembali

“Kaka jujur, gak pernah selain kamu. Kamu tau kaka kan? Kaka gak suka bohong sama kamu” Ucap Bisma lagi. Kamu hanya mengangguk tak mampu bersuara lagi sebab suaramu sudah berbeda karna menahan tangis. Bisma terdiam lalu mengusap punggungmu, mencoba memberimu ketenangan ‘lagi’

***

Kini kamu sudah berada dirumahmu, tadi Bisma yang mengantarmu pulang karna dia memang sudah sembuh walau belum sepenuhnya. Kamu membuka pintu depan rumahmu tapi ada yang berbeda didalamnya, ada 2 orang laki laki sedang duduk dikursi tamu, yang satu Ilham sepupumu, yang satu lagi tak kamu kenali sama sekali

“Hai (namamu) dari mana aja lo, gue tungguin juga dari tadi” omel Ilham lansung saat melihatmu masuk kedalam rumah.

“Eh iya sorry ham, tadi malam jagain kak Bisma, dia sakit” Jawabmu sambil ikut bergabung bersama ilham dan temannya itu

“Oh, eh iya nih kenalin sobat gue namanya Dicky. Untuk beberapa hari ini dia mau numpang nginap dirumah lo ini, sekamar sama gue kok, bolehkan?” Tanya Iilham minta izin

“Oh boleh kok” Jawabmu tersenyum manis, Dicky tak berkedip melihat senyummu, dia merasa ada getaran aneh dari jantungnya..

Bersambung..

@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar