“Oiya
kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin
jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda
DEG,
sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..
*
“Kamu
dari mana kok bisa sampai kesini?” tanya Bisma sambil mengusap rambut Franda.
“Aku
tadi Cuma lewat mau kekampus, inikan jalan kekampus aku, tadinya aku ada jam
mendadak dikampus tapi ditengah jalan tadi aku liat kamu yaudah aku berhenti
deh” Jawab Franda menoleh kearah Bisma. Kamu hanya bisa diam menonton mereka
berdua, rasa sesak itu sudah semakin mengisi relung hati didadamu
“Bisma
kamu naik mobil aku aja, mobil kamu biar nanti supir aku yang urus” ucap
Franda. Bisma terdiam sejenak, dia melirikmu
“Bisma!”
panggil Franda yang merasa omongannya tadi diacuhkan Bisma
“I
iya kenapa?” Tanya Bisma
“Ayok
kemobil aku, kamu pulang sama aku aja, mobil kamu sopir aku yang ngurus” Ucap Franda sambil menarik
tangan Bisma
“(namamu)
ayok” panggil Bisma, kamupun melangkah mengikuti mereka dari belakang, tangan
Bisma perlahan menggapai tanganmu walau tanpa menoleh, dia menggenggam tanan mu
dengan erat penuh kehangatan
Kalian
duduk bertiga dibagian tengah mobil, Bisma berada ditengah tengah, kamu
disebelah pintu keluar
“Sayang,
kita ke rumah aku aja yuk, ini udah basah banget masa kekampus” Ucap Franda
sambil menyandarkan kepalanya dibahu Bisma dari samping
“Iya
boleh, apa sih yang gak buat kamu” ucap Bisma sedikit menggombal. “haha apaan
deh kamu bis” lirih Franda malu
Tangan
Bisma masih terus menggenggam tanganmu, seakan tak mau melepaskanmu sedikitpun.
Franda tak tau itu
‘(namamu)
maafin kaka, kaka gak tega liat kamu kedinginan tapi, tapi posisi kaka sulit
saat ini’ Suara Hati Bisma
***
Kini
kalian sudah sampai dirumah Franda, Bisma sudah mengganti bajunya dari tadi,
begitupun kamu, baju yang cocok untuk kalian karna memang dirumah Franda itu
lengkap semuanya, ya maklum saja orang tuanya pebisnis yang sangat sukses.
“Bisma
aku buatin kamu teh hangat dulu ya” Ucap Franda sambil berdiri dan melangkah
kearah dapur, kini hanya Bisma dan kamu yang duduk diruangan nonton TV itu.
Bisma
tak menyianyiakan kesempatan itu, dia menarik tanganmu dengan lembut, raut
wajahmu bertanya tanya namun Bisma hanya diam dan membawamu kesudut ruangan lain.
Saat langkahnya terhenti, Bisma lansung memelukmu
“Dingin?”
tanya Bisma pelan
“Heem”
Jawabmu dengan mata terpejam, menikmati kehangatan yang diberikan Bisma lewat
pelukannya. Kamu memang sangat merindukan pelukan Bisma padahal baru berjam jam
tak ada pelukan darinya. Saat ini kamu benar benar nyaman dalam pelukan Bisma,
sangat nyaman, hampir membuatmu terlelap dalam tidur
“Udah
dari tadi kaka pengen lakuin ini” ungkap Bisma, nafas hangat Bisma terasa
menghembus rambut disela sela lehermu,
kamu semakin terhayut, tanganmu yang tadi berada didepan dada Bisma, kini
melingkar dileher putih Bisma, sedangkan tangan Bisma melingkar dipinggangmu
“Aku
nyaman” lirihmu pelan
“Tidurlah,
kaka jagain kamu disini” ucap
Bisma. “Lupakan semua beban hati dan
fikiran kamu, saat ini surga kita, gak ada yang bakal bisa ngeganggunya” L
anjud Bisma, senyum manis tersungging dibibir mungilmu, kamupun mencoba untuk
terlelap dalam pelukan Bisma, masih dalam keadaan berdiri. Rintik rintik hujan
yang terlihat dibalik jendela disana, semakin melengkapi perasaanmu saat ini..
Bersambung.....
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar