Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *7

“Oiya kok kamu ujan ujannan kayak gini? Nanti kamu sakit gimana, sini aku pasangin jeket aku” Ucap Bisma membuka jeketnya dan menaruhnya dikedua bahu Franda
DEG, sakit sangat sakit.. hatimu sedetik lagi serasa akan remuk..

*

“Kamu dari mana kok bisa sampai kesini?” tanya Bisma sambil mengusap rambut Franda.

“Aku tadi Cuma lewat mau kekampus, inikan jalan kekampus aku, tadinya aku ada jam mendadak dikampus tapi ditengah jalan tadi aku liat kamu yaudah aku berhenti deh” Jawab Franda menoleh kearah Bisma. Kamu hanya bisa diam menonton mereka berdua, rasa sesak itu sudah semakin mengisi relung hati didadamu

“Bisma kamu naik mobil aku aja, mobil kamu biar nanti supir aku yang urus” ucap Franda. Bisma terdiam sejenak, dia melirikmu

“Bisma!” panggil Franda yang merasa omongannya tadi diacuhkan Bisma

“I iya kenapa?” Tanya Bisma

“Ayok kemobil aku, kamu pulang sama aku aja, mobil kamu sopir  aku yang ngurus” Ucap Franda sambil menarik tangan Bisma

“(namamu) ayok” panggil Bisma, kamupun melangkah mengikuti mereka dari belakang, tangan Bisma perlahan menggapai tanganmu walau tanpa menoleh, dia menggenggam tanan mu dengan erat penuh kehangatan

Kalian duduk bertiga dibagian tengah mobil, Bisma berada ditengah tengah, kamu disebelah pintu keluar

“Sayang, kita ke rumah aku aja yuk, ini udah basah banget masa kekampus” Ucap Franda sambil menyandarkan kepalanya dibahu Bisma dari samping

“Iya boleh, apa sih yang gak buat kamu” ucap Bisma sedikit menggombal. “haha apaan deh kamu bis” lirih Franda malu

Tangan Bisma masih terus menggenggam tanganmu, seakan tak mau melepaskanmu sedikitpun. Franda tak tau itu

‘(namamu) maafin kaka, kaka gak tega liat kamu kedinginan tapi, tapi posisi kaka sulit saat ini’ Suara Hati Bisma

***

Kini kalian sudah sampai dirumah Franda, Bisma sudah mengganti bajunya dari tadi, begitupun kamu, baju yang cocok untuk kalian karna memang dirumah Franda itu lengkap semuanya, ya maklum saja orang tuanya pebisnis yang sangat sukses.

“Bisma aku buatin kamu teh hangat dulu ya” Ucap Franda sambil berdiri dan melangkah kearah dapur, kini hanya Bisma dan kamu yang duduk diruangan nonton TV itu.
Bisma tak menyianyiakan kesempatan itu, dia menarik tanganmu dengan lembut, raut wajahmu bertanya tanya namun Bisma hanya diam dan membawamu kesudut ruangan lain. Saat langkahnya terhenti, Bisma lansung memelukmu

“Dingin?” tanya Bisma pelan

“Heem” Jawabmu dengan mata terpejam, menikmati kehangatan yang diberikan Bisma lewat pelukannya. Kamu memang sangat merindukan pelukan Bisma padahal baru berjam jam tak ada pelukan darinya. Saat ini kamu benar benar nyaman dalam pelukan Bisma, sangat nyaman, hampir membuatmu terlelap dalam tidur

“Udah dari tadi kaka pengen lakuin ini” ungkap Bisma, nafas hangat Bisma terasa menghembus  rambut disela sela lehermu, kamu semakin terhayut, tanganmu yang tadi berada didepan dada Bisma, kini melingkar dileher putih Bisma, sedangkan tangan Bisma melingkar dipinggangmu

“Aku nyaman” lirihmu pelan

“Tidurlah, kaka jagain kamu disini”  ucap Bisma.  “Lupakan semua beban hati dan fikiran kamu, saat ini surga kita, gak ada yang bakal bisa ngeganggunya” L anjud Bisma, senyum manis tersungging dibibir mungilmu, kamupun mencoba untuk terlelap dalam pelukan Bisma, masih dalam keadaan berdiri. Rintik rintik hujan yang terlihat dibalik jendela disana, semakin melengkapi perasaanmu saat ini..


Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar