“Maafin
Bisma.. udah bikin (namamu) nangis” Lirih Bisma sambil mengusap pundakmu, kamu
masih dalam pelukannya
“Enggak
apapa” Jawabmu singkat namun lembut
“Bisma..”
Panggilmu “Iya..” Sahut Bisma
“Mau
pulang..” Pintamu sedikit merengek seperti anak kecil
“Oke
ayo nyonya karisma” ucap Bisma melepas pelukannya lalu menggandeng tanganmu.
Kamu terkekeh malu atas perlakuan Bisma
***
Hari
berganti hari, hari ini tepat hari pertamamu masuk sekolah ‘lagi’ setelah kamu
libur panjang
Kamu
terlihat sedang duduk dibangkumu ditemani oleh beberapa orang teman dekatmu
“Gimana
hubungan lo ama bisma?” tanya Sinta teman mu yang cukup tomboy dan bersifat
agak ‘tidak baik’. Gaya bicaranya pun sering terdengar kasar. Namun biar begitu
kamu selalu setia berteman dengannya
“Baik
baik aja sih” jawabmu pelan
“Kok
pake ‘sih’ ? pasti ada masalah ya?” bidik Sinta
“Eumm
gak papa kok hehe” jawabmu gagu
“Gue
ini temen lo (namamu), buat apa gue jadi temen lo kalau lo gak mau cerita dan
terbuka sama gue, kali aja gue bisa bantu” ucap Sinta
“Emm
Bisma selingkuh sin” ucapmu lirih namun tetap saja membuat sinta kaget, dan
membolakan matanya, menatapmu penuh tanda tanya
“Kok
bisa? Gimana ceitanya? Setau gue hubungan kalian paling langgeng dan romantis”
tanya sinta heran
Kamupun
menceritakan semuanya kepada sinta, sinta berfikir sejenak, mencerna semua yang
kamu jelaskan
“Lo
buktiin aja, apa susahnya” saran sinta
“Gimana
caranya, aku gak tau sin, aku udah gak tau harus lakuin apa” ungkapmu
“Lo
suruh dia nyentuh lo” jawab sinta agak memperkecil suaranya
“Maksud
kamu?” tanyamu bingung
“Lo
suruh dia nidurin lo (namamu)! Lola banget sih lo, suruh dia milikin lo
seutuhnya, mudah kan” saran sinta enteng. Seperti tak ada yang berat baginya,
sinta memang gadis yang sedikit aneh, gadis yang tidak pantas ditiru kalau
diliat kelakuannya, dia sering kali melakukan hal yang belum pantas dilakukan
gadis seumurnya. Namun selama berteman dengannya sinta tak pernah mengajarimu
hal yang buruk, dia tau kamu terlalu polos dan baik. Tapi kelihatannya kali ini
dia menyuruhmu melakukan sesuatu yang resikonya besar..
“Ha?
Masa aku harus lakuin itu sin?” tanyamu kaget
“Iya
harus, lo gak mau kehilangan dia kan? Nah lo harus suruh dia lakuin itu ke elo,
mungkin itu yang diminta Bisma selama ini, mungkin itu yang dikatakan ‘bukti’
bagi bisma” jelas sinta. Kamu berfikir sejenak, hatimu sedikit bimbang namun
apa daya kamu tak terlalu mengerti akan hal itu, semua mungkin saja kamu
lakukan
“Trus
gimana caranya?” tanyamu
“Gini
gue ajarin..” ucap sinta mengucapkan semuanya
“Oh
oke makasih sinta” ucapmu tersenyum, sintapun membalas senyummu.
***
“Kak
bisma bisa kerumah aku gak?” tanyamu lewat ponsel
“----“
“Oke
kak aku tunggu” Kamupun mematikan ponselmu lalu melangkah menuju depan rumahmu
Beberapa
menit kemudian bisma datang dan kamu lansung menyambutnya, kamu melangkah
mengiringi Bisma masuk kekamarmu
“(namamu)
kamu kenapa? Kok aneh ngajak aku kekamar segala, diluar aja yuk” pinta Bisma
saat kalian sudah duduk dikasurmu
“Aku..
eum aku” ucapmu terpotong sepertinya sangat sulit mengeluarkan kata kata itu
“Kak
Bisma pernah bilang, aku harus yakinin kaka kan?” tanyamu. Bisma mengangguk
“Aku
mau yakinin kak bisma” lanjutmu
Perlahan
kamu membelai pipi Bisma, kali ini tanpa ada rasa apapun, tanpa sayang dan tanpa
nafsu, belaian mu polos begitu saja
“Kak
bisma boleh sentuh aku” ucapmu tiba tiba membuat bisma kaget dan mengernyitkan
dahinya
“Maksud
kamu apa (namamu)?” tanya bisma tak percaya
“Kak bisma boleh milikin aku seutuhnya malam ini, dan selamanya” jawabmu memejamkan mata, tanganmu turun dan bermain main dikancing baju Bisma, tubuhmu sedikit bergetar karna takut pada apa yang kamu perbuat saat ini
“Ha?
Ta tapi.. bu bukan ini maksud kaka” ucap Bisma gelagapan, tubuh Bisma ikut
bergetar menerima perlakuanmu jujur saja hasratnya naik, begitu saja sudah
membuat Bisma seperti cacing kepanasan apalagi lebih
“(Namamu)
hentikan..” pinta Bisma. Kamu tidak berhenti perlahan tanganmu mengalung
dileher Bisma
“(Namamu)
jangan bikin kaka gila! ngh” bentak Bisma menurunkan tanganmu dari lehernya.
Kamu tertunduk, air matamu menetes perlahan
“Kamu
taukan kaka lemah didepan kamu, jangan sampai iman kaka goyah, apa yang kamu
lakuin? Kaka minta yakinin hati bukan kayak gini” Ucap Bisma tak mau melihatmu,
dia takut tak bisa menahan hasratnya yang naik akibat ulahmu. Sekarang bisma
berdiri
“A
aku, aku ga mau kehilangan ka bisma” lirihmu masih menunduk
“Tapi cara kamu salah, sejak kapan kamu kayak gini? Siapa yang ngajarin kamu ha?! Kaka kenal kamu, kamu terlalu polos tapi kamu kenapa arrrrhh” teriak Bisma mengusap kasar wajahnya
“Maaf,
Ka bisma aku..” kamu mencoba menyentuh tangan Bisma namun ditepisnya
“Jangan,
jangan sentuh kaka dulu, kaka takut gak bisa nahan ini lagi” Pinta Bisma
“Hiks,,
maafin aku” lirihmu kembali menunduk “Maafin (namamu)” ulangmu. Bisma mencoba
menatapmu kembali, dia tak tega mendengar tangismu, tubub Bisma masih bergetar,
tangannya mengepal menahan hasratnya akibat ulahmu tadi
“Kamu
yang bikin kaka kayak gini (namamu)” ucap Bisma sambil..
Bersambung.....
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar