Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *5

“Maafin Bisma.. udah bikin (namamu) nangis” Lirih Bisma sambil mengusap pundakmu, kamu masih dalam pelukannya

“Enggak apapa” Jawabmu singkat namun lembut

“Bisma..” Panggilmu “Iya..” Sahut Bisma

“Mau pulang..” Pintamu sedikit merengek seperti anak kecil

“Oke ayo nyonya karisma” ucap Bisma melepas pelukannya lalu menggandeng tanganmu. Kamu terkekeh malu atas perlakuan Bisma

***

Hari berganti hari, hari ini tepat hari pertamamu masuk sekolah ‘lagi’ setelah kamu libur panjang

Kamu terlihat sedang duduk dibangkumu ditemani oleh beberapa orang teman dekatmu

“Gimana hubungan lo ama bisma?” tanya Sinta teman mu yang cukup tomboy dan bersifat agak ‘tidak baik’. Gaya bicaranya pun sering terdengar kasar. Namun biar begitu kamu selalu setia berteman dengannya

“Baik baik aja sih” jawabmu pelan

“Kok pake ‘sih’ ? pasti ada masalah ya?” bidik Sinta

“Eumm gak papa kok hehe” jawabmu gagu

“Gue ini temen lo (namamu), buat apa gue jadi temen lo kalau lo gak mau cerita dan terbuka sama gue, kali aja gue bisa bantu” ucap Sinta

“Emm Bisma selingkuh sin” ucapmu lirih namun tetap saja membuat sinta kaget, dan membolakan matanya, menatapmu penuh tanda tanya

“Kok bisa? Gimana ceitanya? Setau gue hubungan kalian paling langgeng dan romantis” tanya sinta heran

Kamupun menceritakan semuanya kepada sinta, sinta berfikir sejenak, mencerna semua yang kamu jelaskan

“Lo buktiin aja, apa susahnya” saran sinta

“Gimana caranya, aku gak tau sin, aku udah gak tau harus lakuin apa” ungkapmu

“Lo suruh dia nyentuh lo” jawab sinta agak memperkecil suaranya

“Maksud kamu?” tanyamu bingung

“Lo suruh dia nidurin lo (namamu)! Lola banget sih lo, suruh dia milikin lo seutuhnya, mudah kan” saran sinta enteng. Seperti tak ada yang berat baginya, sinta memang gadis yang sedikit aneh, gadis yang tidak pantas ditiru kalau diliat kelakuannya, dia sering kali melakukan hal yang belum pantas dilakukan gadis seumurnya. Namun selama berteman dengannya sinta tak pernah mengajarimu hal yang buruk, dia tau kamu terlalu polos dan baik. Tapi kelihatannya kali ini dia menyuruhmu melakukan sesuatu yang resikonya besar..

“Ha? Masa aku harus lakuin itu sin?” tanyamu kaget

“Iya harus, lo gak mau kehilangan dia kan? Nah lo harus suruh dia lakuin itu ke elo, mungkin itu yang diminta Bisma selama ini, mungkin itu yang dikatakan ‘bukti’ bagi bisma” jelas sinta. Kamu berfikir sejenak, hatimu sedikit bimbang namun apa daya kamu tak terlalu mengerti akan hal itu, semua mungkin saja kamu lakukan

“Trus gimana caranya?” tanyamu

“Gini gue ajarin..” ucap sinta mengucapkan semuanya

“Oh oke makasih sinta” ucapmu tersenyum, sintapun membalas senyummu.

***

“Kak bisma bisa kerumah aku gak?” tanyamu lewat ponsel
“----“
“Oke kak aku tunggu” Kamupun mematikan ponselmu lalu melangkah menuju depan rumahmu
Beberapa menit kemudian bisma datang dan kamu lansung menyambutnya, kamu melangkah mengiringi Bisma masuk kekamarmu

“(namamu) kamu kenapa? Kok aneh ngajak aku kekamar segala, diluar aja yuk” pinta Bisma saat kalian sudah duduk dikasurmu

“Aku.. eum aku” ucapmu terpotong sepertinya sangat sulit mengeluarkan kata kata itu

“Kak Bisma pernah bilang, aku harus yakinin kaka kan?” tanyamu. Bisma mengangguk

“Aku mau yakinin kak bisma” lanjutmu

Perlahan kamu membelai pipi Bisma, kali ini tanpa ada rasa apapun, tanpa sayang dan tanpa nafsu, belaian mu polos begitu saja

“Kak bisma boleh sentuh aku” ucapmu tiba tiba membuat bisma kaget dan mengernyitkan dahinya

“Maksud kamu apa (namamu)?” tanya bisma tak percaya

“Kak bisma boleh milikin aku seutuhnya malam ini, dan selamanya” jawabmu memejamkan mata, tanganmu turun dan bermain main dikancing baju Bisma, tubuhmu sedikit bergetar karna takut pada apa yang kamu perbuat saat ini

“Ha? Ta tapi.. bu bukan ini maksud kaka” ucap Bisma gelagapan, tubuh Bisma ikut bergetar menerima perlakuanmu jujur saja hasratnya naik, begitu saja sudah membuat Bisma seperti cacing kepanasan apalagi lebih

“(Namamu) hentikan..” pinta Bisma. Kamu tidak berhenti perlahan tanganmu mengalung dileher Bisma

“(Namamu) jangan bikin kaka gila! ngh” bentak Bisma menurunkan tanganmu dari lehernya. Kamu tertunduk, air matamu menetes perlahan

“Kamu taukan kaka lemah didepan kamu, jangan sampai iman kaka goyah, apa yang kamu lakuin? Kaka minta yakinin hati bukan kayak gini” Ucap Bisma tak mau melihatmu, dia takut tak bisa menahan hasratnya yang naik akibat ulahmu. Sekarang bisma berdiri

“A aku, aku ga mau kehilangan ka bisma” lirihmu masih menunduk

“Tapi cara kamu salah, sejak kapan kamu kayak gini? Siapa yang ngajarin kamu ha?! Kaka kenal kamu, kamu terlalu polos tapi kamu kenapa arrrrhh” teriak Bisma mengusap kasar wajahnya

“Maaf, Ka bisma aku..” kamu mencoba menyentuh tangan Bisma namun ditepisnya

“Jangan, jangan sentuh kaka dulu, kaka takut gak bisa nahan ini lagi” Pinta Bisma

“Hiks,, maafin aku” lirihmu kembali menunduk “Maafin (namamu)” ulangmu. Bisma mencoba menatapmu kembali, dia tak tega mendengar tangismu, tubub Bisma masih bergetar, tangannya mengepal menahan hasratnya akibat ulahmu tadi

“Kamu yang bikin kaka kayak gini (namamu)” ucap Bisma sambil..



Bersambung.....
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar