Matahari sudah bersinar sempurna dilangit, bisa
ditebak kalau hari sudah mulai siang, kamu sedang duduk disebuah taman, jarimu
tak henti hentinya bermain dihelai helai kecil dedaunan bunga taman itu,
wajahmu mulai murung dan menatap kosong kebawah karna Bisma tak kunjung datang
padahal dia yang membuat janji denganmu ditaman itu, sudah hampir 3 jam kamu
menunggunya. “Krekss..” Terdengar langkah seseorang yang semakin mendekat
kearahmu, bisa ditebak orang itu berlari sampai sampai dedaunan kering disana
berbunyi
“Enggak apa apa kok kak, aku ngerti” jawabmu, seolah
mengerti kata yang akan diucapkan orang itu, ya dia Bisma. Kamu masih menatap
kosong kebawah seperti tadi. Bisma tersenyum dan duduk perlahan disampingmu
sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan karna berlari lari tadi
Kamu mengganti pandanganmu, mencoba untuk memandang
kearah Bisma, Bisma balik menatapmu, tangannya mengusap pipimu dengan lembut
“Lama banget ya?” tanya Bisma
“Enggak Cuma tiga jam” jawabmu sedikit mendelik kesal,
Bisma hanya cengengesan. “Maaf ya, sayang” Mohon Bisma
“Udah bosen dengernya” sahutmu dengan nada agak manja.
Bisma tertawa kecil lalu menekan bagian belakang kepalamu agar kamu masuk dalam
pelukannya
“Trus kaka harus bilang apa lagi dong?” Tanya Bisma
“Bahasanya diubah” Jawabmu singkat. Bisma
mengernyitkan dahinya, dia sedikit bingung, lalu beberapa detik kemudian dia
tersenyum seolah mengerti
“Kaka gak punya bahasa, Cuma ngerti 3 bahasa doang”
Jawab Bisma masih dalam keadaan memelukmu
“Hm banyak, apa aja?” Tanyamu
“Bahasa sunda, indonesia dan..” ucap Bisma, Bisma
sengaja menggantung ucapannya “Dan apa?” tanyamu cepat
“Bahasa cinta” jawab Bisma mantap. Kamu tersenyum malu
untung saja Bisma tak Bisa melihat wajahmu saat ini karna wajahmu seperti
kepiting yang baru siap masak
“Gak lucu, terlalu dramatis.” Ungkapmu sedikit
berbohong
“Emang gak lucu kok, tapi romantiskan?” Bidik Bisma
dengan suara menggodanya
“Ihhs enggak” Ucapmu memungkirinya. Kamu semakin malu,
dan menyembunyikan wajahmu lebih dalam dipundak Bisma, sedikit ada yang berbeda
setelah aroma jaket Bisma terhirup olehmu, ingat akan hal itu kamu lansung
melepas pelukan Bisma perlahan “Kenapa?” tanya Bisma cepat
“Bau Parfum cewek, abis ketemu ya sama ya franda?”
Tanyamu mencoba santai dan menahan sesak yang mulai memburu didadamu
“Hemm” Bisma berdehem dan mengangguk pelan, tangannya
pindah kepundakmu dan mengusap pundakmu pelan, seolah bermaksud menenangkan
hatimu
“Yakinkan kakak secepat mungkin, maka ini semua akan
berakhir” Ungkap Bisma sambil menarik dagumu agar menatapnya. ‘Dengan apa lagi
kak, gimana lagi caranya, aku gak tau apa bukti yang kaka mau’ suara hatimu.
Butiran air menetes disudut matamu, sangat kecil.. hampir tak terlihat namun
Bisma melihatnya. “Cups” Bisma mencium bibirmu cukup lama namun dia tidak memainkannya,
penuh ketulusan, membuat matamu terpejam menikmati setiap detik kasih sayang
Bisma padamu. Lalu Bisma mengakhirinya dan menaruh kedua tangannya dipipimu,
menatapmu dalam..
“Yakinkan kaka secepatnya, secepat kilat yang tak
mampu ditangkap hujan” lirih Bisma.. Kamu tertunduk
Bersambung..
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar