Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *1

Matahari sudah bersinar sempurna dilangit, bisa ditebak kalau hari sudah mulai siang, kamu sedang duduk disebuah taman, jarimu tak henti hentinya bermain dihelai helai kecil dedaunan bunga taman itu, wajahmu mulai murung dan menatap kosong kebawah karna Bisma tak kunjung datang padahal dia yang membuat janji denganmu ditaman itu, sudah hampir 3 jam kamu menunggunya. “Krekss..” Terdengar langkah seseorang yang semakin mendekat kearahmu, bisa ditebak orang itu berlari sampai sampai dedaunan kering disana berbunyi
“Enggak apa apa kok kak, aku ngerti” jawabmu, seolah mengerti kata yang akan diucapkan orang itu, ya dia Bisma. Kamu masih menatap kosong kebawah seperti tadi. Bisma tersenyum dan duduk perlahan disampingmu sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan karna berlari lari tadi
Kamu mengganti pandanganmu, mencoba untuk memandang kearah Bisma, Bisma balik menatapmu, tangannya mengusap pipimu dengan lembut “Lama banget ya?” tanya Bisma
“Enggak Cuma tiga jam” jawabmu sedikit mendelik kesal, Bisma hanya cengengesan. “Maaf ya, sayang” Mohon Bisma
“Udah bosen dengernya” sahutmu dengan nada agak manja. Bisma tertawa kecil lalu menekan bagian belakang kepalamu agar kamu masuk dalam pelukannya
“Trus kaka harus bilang apa lagi dong?” Tanya Bisma
“Bahasanya diubah” Jawabmu singkat. Bisma mengernyitkan dahinya, dia sedikit bingung, lalu beberapa detik kemudian dia tersenyum seolah mengerti
“Kaka gak punya bahasa, Cuma ngerti 3 bahasa doang” Jawab Bisma masih dalam keadaan memelukmu
“Hm banyak, apa aja?” Tanyamu
“Bahasa sunda, indonesia dan..” ucap Bisma, Bisma sengaja menggantung ucapannya “Dan apa?” tanyamu cepat
“Bahasa cinta” jawab Bisma mantap. Kamu tersenyum malu untung saja Bisma tak Bisa melihat wajahmu saat ini karna wajahmu seperti kepiting yang baru siap masak
“Gak lucu, terlalu dramatis.” Ungkapmu sedikit berbohong
“Emang gak lucu kok, tapi romantiskan?” Bidik Bisma dengan suara menggodanya
“Ihhs enggak” Ucapmu memungkirinya. Kamu semakin malu, dan menyembunyikan wajahmu lebih dalam dipundak Bisma, sedikit ada yang berbeda setelah aroma jaket Bisma terhirup olehmu, ingat akan hal itu kamu lansung melepas pelukan Bisma perlahan “Kenapa?” tanya Bisma cepat
“Bau Parfum cewek, abis ketemu ya sama ya franda?” Tanyamu mencoba santai dan menahan sesak yang mulai memburu didadamu
“Hemm” Bisma berdehem dan mengangguk pelan, tangannya pindah kepundakmu dan mengusap pundakmu pelan, seolah bermaksud menenangkan hatimu
“Yakinkan kakak secepat mungkin, maka ini semua akan berakhir” Ungkap Bisma sambil menarik dagumu agar menatapnya. ‘Dengan apa lagi kak, gimana lagi caranya, aku gak tau apa bukti yang kaka mau’ suara hatimu. Butiran air menetes disudut matamu, sangat kecil.. hampir tak terlihat namun Bisma melihatnya. “Cups” Bisma mencium bibirmu cukup lama namun dia tidak memainkannya, penuh ketulusan, membuat matamu terpejam menikmati setiap detik kasih sayang Bisma padamu. Lalu Bisma mengakhirinya dan menaruh kedua tangannya dipipimu, menatapmu dalam..

“Yakinkan kaka secepatnya, secepat kilat yang tak mampu ditangkap hujan” lirih Bisma.. Kamu tertunduk

Bersambung..
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar