Sabtu, 13 Juli 2013

Perjuangan Cinta Bisma *2

“Yakinkan kaka secepatnya, secepat kilat yang tak mampu ditangkap hujan” lirih Bisma.. Kamu tertunduk.
*
Tangan Bisma masih ada dikedua pipimu, Bisma tak beranjak sedikitpun, dia tetap menatapmu walau kamu semakin tertunduk

“Dari awal aku Cuma punya 3 pilihan kak” ucapmu pelan. “Bertahan, Berpaling, atau Mati” lanjutmu membuat Bisma semakin menatapmu menanti kata kata yang akan kamu ucapkan selanjudnya

“Cara pertama udah aku lakuin. Aku udah coba bertahan sampai detik ini” Ungkapmu. Kamu memang sudah lama bertahan dalam keadaan ini, bertahan untuk tidak mengeluarkan rasa cemburumu, untuk tidak mengeluarkan amarahmu saat Bisma bersama Franda, bertahan diduakan bertahan menerima semua kemauan Bisma walau terasa menyakitkan, tapi Bisma? Dia seolah tak peduli dengan sakit dihatimu, entah dia tak tau atau mungkin pura pura tidak tau? Tapi disisi lain Bisma selalu membuatmu nyaman, membuatmu tersenyum, membuat hatimu tenang, dan mungkin tanpanya hidupmu tak akan berwarna.
Bisma masih menatapmu, tangannya perlahan turun dari pipimu lalu perlahan menggenggam erat kedua tanganmu

“Cara kedua gak sanggup aku lakuin. Karna aku gak sanggup Berpaling, aku gak sanggup saat aku udah gak bersama kaka, ada orang lain yang milikin kaka sendiri tanpa ada ikatan denganku lagi” Lanjudmu, Bisma tertunduk, dadanya mulai merasakan kata katamu

“Cara pertama dan keduaku udah mulai lenyap, apa aku harus melakukan cara ke..” omonganmu terpotong karna telunjuk Bisma tiba tiba menyentuh Bibirmu “Sussttt. Hentikan” suruh Bisma
Kamu hanya diam, Bisma menarikmu dalam pelukannya berharap kamu bisa sedikit lebih tenang. Memang benar! Kamu sangat nyaman dipelukan hangat Bisma

“Kayanya udah mau hujan, kaka antar kamu pulang ya” Tawar Bisma. Kamu mengangguk, Bisma melepaskan pelukannnya lalu menarik tanganmu menuju mobil
Beberapa menit kemudian..

Mobil Bisma berhenti tepat disebuah rumah simple yang ada ditepi jalan kecil itu, ya itu rumahmu “Krsssrrrrrrss” seketika hujan menyerbu bumi, rintik rintiknya semakin membesar dan hujan lebat itupun berhasil turun dengan sempurna. Menyejukkan makhluk Bumi.

“Hujan, kaka dirumah aku aja, aku takut hujan nya ngeganggu konsentrasi nyetir kaka” Ucapmu masih dalam mobil bersama Bisma “He’em” jawab Bisma mengangguk dan tersenyum kearahmu

###

Bisma keluar dari kamar tamu, lalu melangkah menuju karahmu yang sedang duduk didepan TV, Bisma duduk disampingmu sambil mengusap ngusap rambutnya yang basah, tadi Bisma kamu suruh mengganti bajunya dengan baju sepupumu karna baju yang dipakai Bisma agak basah.

“Dingin dingin gini enaknya ngapain ya” goda Bisma berniat menjailimu. Kamu berhenti menatap TV, pandanganmu beralih menatap Bisma, Bisma menaik turunkan alisnya membuat kamu tersenyum geli

“Apadeh kaka omes” Ungkapmu.

“Tapi cinta kan?” Tanya Bisma tak hentinya menggodamu

“Issh kaka gak jelas deh, aku mau cari cowok baru aja” Ucapmu benar benar asal.. berlaga seperti playgirl, kamu berdiri dan melangkah kejendela ruangan itu Bisma mengikuti langkahmu. Kamu berdiri didekat jendela itu, lebar dan tingginya sama sepertimu. Pandanganmu buram, fikiranmu melayang memikirkan masalahmu dengan tindakan Bisma yang benar benar sukses membuat dadamu sesak setiap waktu, pandanganmu melayang dibawa oleh rintik rintik hujan deras yang sedang ada ditatapanmu.

Tiba tiba sepasang tangan melingkar diperut rampingmu, kamu sedikit kaget karna sentuhan itu membuat lamunanmu terbuyar. Kamu tau itu Bisma.

“Ngelamunin apa?” tanya Bisma lembut

“Enggak, cuma mikirin gimana caranya ngegebet cowok ganteng yang banyak” Ucapmu asal. Sifatmu yang sok sok’an matre dan playgirl kembali muncul, padahal caramu benar benar tak meyakinkan sama sekali, kamu terlalu polos untuk itu. Bisma tertawa geli, dia masih memelukmu dari belakang

“Jangan cari yang lain. Kamu Cuma milik kaka” ucap Bisma lembut

“Ih enak aja, kaka kan gak pernah ngebeli aku, mana ada aku milik kaka wluek” ucapmu meledek Bisma.

“Tapi cinta kaka..” Ucapan Bisma terpotong karna tiba tiba ponselnya bergetar, Bisma melepas pelukannya darimu lalu mengangkat telpon itu. Bisma agak menjauh dari tempat berdirimu

“Hallo sayang” ucap Bisma. Ternyata yang menelpon Bisma adalah franda
“Bisma.. aku kangen sama kamu” seru franda
“Tadikan baru aja ketemuan masa kangen lagi sih” tanya Bisma diiringi senyumnya
“Pokoknya aku kangen, kamu kesini ya bis, aku tungguin kamu” pinta franda
“Oke, kamu dimana?” tanya Bisma
“Dirumah aku. Aku sendirian dirumah” jawab Franda cepat
“Sendiri? Loh kok bisa? Papa mama kamu emangnya kemana?” tanya Bisma
“Mereka ada bisnis ke malaisya tadi berangkat mendadak” Jawab franda
“Yaudah aku kesana ya, kamu hati hati nanti ada orang jahat kan bahaya. Oiya kamu udah makan belum sayang?” tanya Bisma
“Belum” jawab Franda dengan nada manja
“Yaudah nanti aku cari makanan dulu ya buat kamu” Ucap Bisma lalu telponpun terputus

Bisma melangkah kearahmu, dan mengusap rambutmu dengan lembut
“Siapa?” tanyamu

“Franda, dia lagi sendiri, aku takut dia kenapa napa, aku kerumah franda dulu ya, gak papa kan aku tinggal kamu sendiri?” ucap Bisma meminta izin darimu

“Oh em i iya gak papa kok bis” jawabmu mencoba tetap tegar dihadapan Bisma. Bisma mengecup keningmu lama lalu dia pergi “Tes!” airmatamu lansung jatuh begitu saja, sudah dari tadi kamu menahannya agar tak jatuh dihadapan Bisma, kamu bersandar didinding dan duduk perlahan lahan disana. Bibirmu bergetar

“Aku juga sendirian dirumah Bis, dan kamu tau itu” Lirihmu sambil meremas baju didadamu, mencoba melepaskan sesak dihatimu.. 

Bersambung...
@Rita_Nurzari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar