“Woy”
Teriak ilham sambil membanting bantal sofa kewajah Dicky, membuat Dicky kaget
setengah mati
“Haha
kaget ya? Makanya mata lo jangan jelalatan dong, kayak gak pernah liat cewek
aja lo” Ucap Ilham sambil tertawa kamupun ikut tertawa kecil
“Sialan
lo ham, gue kan cuma suka aja liat senyum dia, gak usah pake lempar juga kali”
Protes Dicky dengan jawaban yang jujur
“Haha
jujur amat lo, pipi (namamu) jadi merah tuh haha” Tawa Ilham membuat kamu
tertunduk malu
“Eh
kitakan belum kenalan ya, kenalin gue Dicky” Ucap Dicky sambil mengulurkan
tangannya kearahmu
“(namamu)”
Jawabmu sambil menyambut tangan Dicky
***
Saat
saat perkenalan itupun berlalu, sekarang sudah menempuh akhir pekan kamu sudah
mulai akrab dengan Dicky, saat ini kamu sedang duduk diayunan dekat taman
rumahmu. Tiba tiba sepasang tangan menutupi matamu.
“Dicky..”
Ucapmu menebaknya. Tangan itupun turun dari matamu, orangnya melangkah
kedepanmu
“Dicky?”
Tanya orang itu dengan tatapan tak suka. Orang itu ternyata Bisma bukan Dicky
“Ngh
kaka, maaf tadi aku kira Dicky” Jawabmu agak takut, takut kalau kalau Bisma
marah
“Siapa
dia?” Tanya Bisma seolah curiga padamu
“Dia..
dia temen kak ilham” Jawabmu jujur
“Kenapa
kamu kira kaka Dicky?” Sidik Bisma lagi. Membuat kamu bingung harus menjawab
bagaimana
lagi
“Maaf
kak, (namamu) bener bener gak tau kalau tadi kaka” Mohonmu pada Bisma
“Kaka
tanya kenapa bisa? Apa kamu gak ngenalin tangan kaka lagi? Kamu udah 3 lebih
ngerasain tangan kaka (namamu), mana mungkin kamu gak kenal. Atau jangan
jangan..” Terka Bisma menggantung
Kamu
hanya diam, takut, itulah yang kamu rasakan saat ini, kamu takut Bisma salah
pahan, kamu bukanlah gadis yang bisa menciptakan beribu alasan, kamu hanya
gadis polos yang mengatakan apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu tau, sedangkan
keadaan tadi tak Bisa kamu jelaskan. Bisma mengangkat kedu tangannya dan
menyentuh kedua pipimu, mengangkat kepalamu sedikit agar kamu menatapnya
“Jawab
kaka” Pinta Bisma menahan rasa marahnya
“Aku
rasain tangan kaka sama rasanya kaya tangan Dicky” Jawabmu mencoba menjelaskan
apa yang kamu rasa
“Apa
kamu punya rasa buat dia (namamu), ha?!” Tanya Bisma mulai dengan nada menekan
“Enggak
kak” Jawabmu pelan
“Jangan
pernah dekat dia lagi, sedikitpun jangan pernah” Larang Bisma
“Kenapa?
Dicky baik kok kak, kaka belum kenal aja sama Dicky” Ucapmu menatap Bisma.
“Kakak enggak mau tau siapa dia apa lagi kenal, kaka minta jangan dekat dia
lagi apapun alasannya, kapanpun itu. Titik!” Ucap Bisma cepat dengan nada mulai
marah. Kamu terdiam, matamu menatap Bisma dengan sayu, tubuhmu terasa lemah
jika Bisma marah marah seperti ini. “Iya (namamu) akan
jauhin
Dicky” Lirihmu akhirnya. “Jangan marah marah lagi, jangan galak galak”
Sambungmu meminta
Bisma
tersenyum, kamu beranjak maju lalu memeluk Bisma. Bisma kaget, sebelumnya dia
yang selalu memelukmu duluan namun tadi malah kamu yang memulai duluan.
Bismapun membalas pelukkanmu
“Gak
akan lagi” Jawab Bisma bermaksud menjawab pintamu tadi.
“Siapa
dia? Oh pasti dia yang namanya Bisma itu” Gumam seseorang dari balik pohon
dekat rumahmu. “Kalau saingan gue kayak gitu, gue harus lebih cepet dari dia,
(namamu) harus jadi milik
gue,
secepatnya” Gumam orang itu lagi
“Yaudah
kita jalan jalan yuk, kedanau aja kaka mau ngajak kamu naik perahu” Ucap Bisma
sambil mengusap rambutmu. “He’em” Jawabmu tanda meng’iya’kan ajakan Bisma tadi
***
Sekarang
sudah hampir malam, dan kamu sudah berada dirumah, tadi diantarkan oleh Bisma
pulang sehabis kalian bermain main perahu didanau. Berbeda dengan Bisma yang
belum pulang kerumahnya, dia kerestoran dulu membeli beberapa makanan untuk
makan malamnya dirumah nanti.
Saat
sedang berada ditempat pembayaran makanan itu, Bisma tak sengaja melihat Franda
sedang duduk bersama seorang laki laki, dan parahnya mereka bersuap suapan, terlihat
begitu mesra
“Franda!”
Bentak Bisma saat Bisma sudah berada didekat meja Franda bersama laki laki itu
“Eh
Bisma kenalin ini tunangan aku” Ucap Franda santai sambil memperkenalkan Bisma
dengan laki laki itu
“Maksud
kamu apa? Kamu anggap aku apa ha?” Bentak Bisma pelan namun menekan
“Ya
kamu emang pacar aku tapi kan kita Cuma pacaran doang, ya main main gitu lah
dari pada aku ngejomblo, sambil nungguin Morgan pulang dari korea dan nunggu
tanggal pernikahan aku ama Morgan juga, iya gak sayang” Ucap Franda enteng
sambil menggandeng tangan Morgan
“Yo’i
sayang. Dan sekarang gue udah pulang dari korea, jadi lo gak ada gunanya lagi”
Jawab Morgan tersenyum sinis
“Gila
ya kalian berdua, lo itu begok tau gak mau aja ngelepas cewek lo buat pacaran
ama cowok lain. Dan lo gue gak nyangka ternyata lo tu busuk, gue kira lo tulus
selama ini, ternyata lo cuma mainin gue. Kita putus detik ini juga dan gue gak
pernah nganggep lo pacar ataupun mantan gue, lo cuma setan yang ngerusak hidup
gue” Bentak Bisma sambil pergi dari hadapan mereka, mereka hanya tertawa
melihat kepergian Bisma
***
“Arrhhhhh”
Teriak Bisma dibalkon kamarnya, dia benar benar tak menyangka kenapa itu semua
terjadi
“Gue
emang begok! Gue cowok paling begok didunia ini! Gue tega dua’in (namamu) sama
wanita sebusuk Franda, padahal (namamu) udah jadi kekasih yang baik buat gue,
bodohnya gue gak pernah sadar betapa setianya (namamu) sama gue, dan bodohnya
lagi gue udah nyiksa hati (namamu) selama ini, hati orang yang gue sayang.
Kenapa sih gue gak pernah sadar sebelum itu terjadi? Kenapa mata gue dibuta’in
ama kesempurnaan Franda!” Teriak Bisma frustasi dalam kamarnya
‘Gue
gak pernah bikin (namamu) bahagia, sampai kapanpun gue gak bakal bisa nebus
kesalahan gue yang udah terlalu numpuk dihati (namamu)” Lirih Bisma dalam
hatinya
Bersambung..
@Rita_Nurzari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar